Bek Muda Arema Lebih Percaya Diri Setelah Dapat Kepercayaan di Piala Menpora  

oleh Iwan Setiawan diperbarui 07 Apr 2021, 15:15 WIB
Pemain Arema FC, Sandy Ferizal. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Arema FC gagal total di Piala Menpora 2021 setelah tersingkir di fase grup sebagai juru kunci dengan nilai 1. Namun, bagi beberapa pemain muda, perhelatan Piala Menpora 2021 menjadi pijakan yang sangat berarti. 

Ada beberapa pemain muda Arema FC yang mendapat kesempatan main cukup banyak sepanjang perhelatan Piala Menpora. Itu menjadi modal bagus bagi mereka menatap Liga 1 2021 mendatang.

Advertisement

Satu di antara pemain muda yang mendapat kesempatan bermain adalah Sandy Ferizal. Dia tampil dalam tiga pertandingan beruntun.

Bek kanan berusia 21 tahun bisa dibilang hadir pada momen yang tepat. Awalnya Sandy tidak disiapkan sebagai pemain inti. Namun, Rizky Dwi Febrianto yang menjadi pilihan utama sakit beberapa hari jelang digelarnya Piala Menpora.

Alhasil, Sandy selalu medapat kesempatan bermain di tiga pertandingan beruntun. Meskipun hasilnya Arema tersisih di fase grup, mantan pemain Barito Putera itu sudah memperoleh jam terbang.

“Alhamdulillah. Lumayan bertambah (kepercayaan diri). Karena lama tidak ada turnamen dan kompetisi,” jelas alumnus ASIFA Malang itu.

Sandy mengaku mendapat kesempatan beradaptasi dengan cara main yang diinginkan pelatih Arema FC. Dia tak canggung harus naik turun sebagai bek sayap. Untungnya dia punya modal kecepatan. “Kemarin dapat instruksi dari pelatih main seperti itu (naik turun),” lanjutnya.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Pelatih Arema Puas

Pelatih Arema FC, Kuncoro, mengamati anak asuhnya saat melawan Persikabo 1973 pada pertandingan Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (21/3/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih sementara Arema, Kuncoro, mengaku cukup puas dengan penampilan bek mudanya ini. Tapi, dia tetap mengantongi evaluasi terkait Sandy, terutama saat menghadapi lawan yang kuat dalam duel.

Saat ini, Sandy dan pemain lain langsung diasah baik fisik dan ketahanan tubuhnya. Harapannya, saat Liga 1 diputar Juni mendatang, kelemahan itu sudah tertutupi.

“Sekarang ibaratnya kami isi bensin dulu. Nanti kalau sudah ada pelatih kepala yang datang, tim ini tinggal menyesuaikan strategi yang diinginkan," jelas Kuncoro.

Perlu diketahui, Sandy masih tergolong minim jam terbang di Liga 1. Meskipun pada musim 2018/2019 tercatat di tim senior Barito Putera, tetapi dia baru turun dalam tiga pertandingan musim 2018.

Justru pada musim 2020, dia nyaris membela salah satu tim Liga 2. Namun bakatnya terpantau Kuncoro ketika latihan bersama para pemain profesional di Kabupaten Malang.