Hampir Sepekan Setelah Kegagalan di Final Euro 2020, Bukayo Saka Akhirnya Bicara

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 18 Jul 2021, 18:55 WIB
Pemain Inggris Bukayo Saka menendang penalti ke gawang Italia pada pertandingan final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (11/7/2021). Italia menang 3-2 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 di waktu normal. (Nick Potts/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Pemain muda Timnas Inggris, Bukayo Saka, akhirnya buka suara setelah kegagalan di final Euro 2020. Pemain Arsenal itu memang sempat diserang habis-habisan oleh penggemar Inggris yang kecewa karena kegagalannya mengeksekusi penalti saat menghadapi Italia di partai final Piala Eropa tersebut.

Perjuangan Inggris di Euro 2020 memang berakhir tragis. Sudah berjuang sampai ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah Euro, Inggris kemudian takluk dari Italia melalui drama adu penalti.

Advertisement

Bermain di Wembley, skor 1-1 bertahan selama 120 menit, laga berlanjut ke adu penalti. Tiga eksekutor Inggris gagal, termasuk Saka yang menjadi eksekutor kelima. Kegagalan Saka langsung menyulut pesta Italia.

Setelah  insiden tersebut, Saka diserang habis-habisan oleh fans Inggris. Hal yang sama juga dialami oleh Marcus Rashford dan Jadon Sancho yang juga gagal melakukan eksekusi di final Euro 2020 itu.

Video

2 dari 3 halaman

Menjaga Jarak

Marcus Rashford dan Jadon Sancho saat berlatih bersama Timnas Inggris. (LINDSEY PARNABY / AFP)

Sebelumnya Marcus Rashford dan Jadon Sancho sudah buka suara. Sekarang, setelah beberapa hari berlalu, Saka akhirnya juga bicara. Dia merilis surat terbuka di media sosial.

Saka mengaku telah mencoba menjaga jarak dari media sosial dalam beberapa hari terakhir, khususnya sejak Euro 2020 berakhir. Dia butuh waktu untuk merenungkan kejadian beberapa pekan terakhir dan kini akhirnya buka suara.

"Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan betapa kecewanya saya dengan hasil akhir dan penalti itu. Saya sungguh yakin kami bisa menjadi juara untuk kalian," ujar Saka.

"Saya minta maaf bahwa kami tidak bisa membawa pulang trofi itu tahun ini. Tapi, saya berjanji kepada kalian bahwa kami akan memberi segalanya untuk memastikan bahwa generasi ini mengetahui rasanya menjadi juara," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Janji Saka

Kiper Inggris Jordan Pickford (kanan) menyemangati rekan setimnya Bukayo Saka saat adu penalti dengan Italia pada pertandingan Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Minggu (11/7/2021). Italia menang 3-2 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1. (Laurence Griffiths/Pool via AP)

Bukayo Saka mengakui kegagalan di final Euro 2020 tersebut mengecewakan, apalagi dicaci-maki sedemikian rupa. Meski begitu, dia menegaskan cacian tersebut tidak akan menghancurkannya. Saka akan bangkit lebih baik.

"Reaksi saya setelah pertandingan sudah cukup menjelaskan segalanya. Saya sangat kecewa dan saya merasa telah mengecewakan kalian semua," sambung Saka.

"Namun, saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan momen itu atau negativitas yang saya terima pekan ini menghancurkan saya."

"Untuk mereka yang bersuara membela saya dan mengirim pesan-pesan menyentuh hati, mendoakan saya dan keluarga, saya sangat berterima kasih," pungkasnya.

Sumber: Twitter

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 16/7/2021)

Berita Terkait