Ternyata Gelandang Arema FC Ini Terbiasa Menyembelih Hewan Kurban

oleh Iwan Setiawan diperbarui 20 Jul 2021, 22:15 WIB
Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Malang - Gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, tidak hanya jago mengolah si kulit bundar di lapangan hijau. Pemain berusia 24 tahun itu juga punya kemahiran lain, yaitu menyembelih hewan kurban.

Tidak banyak orang yang mengetahui tentang hal ini. Hanya keluarga dan panitia kurban yang mengetahuinya. Tapi, pada malam Hari Raya Idul Adha, Senin (20/7/2021) malam, gelandang Arema FC itu mempraktikkan cara menyembelih kurban kepada istrinya.

Advertisement

Momen itu ada dalam postingan story Instagram sang istri, Icha Ratnasari Soeyatnoko. Tapi, simulasi itu berlangsung kocak. Hanif tampak mengibaratkan kaki sang istri sebagai leher hewan kurban, sementara untuk pisau diibaratkan dengan menggunakan spatula yang biasa digunakan untuk memasak. Setelah membaca doa dan takbir, dia mengarahkan spatula seperti sedang menyembelih leher hewa.

"Setelah sudah tenang, baru cari uratnya kemudian membaca doa," ucap Hanif melanjutkan simulasi penyembelihan.

Dari informasi yang diterima Bola.com, Hanif memang sudah sering menyembelih hewan kurbannya. Namun, dia hanya bagian untuk menyembelih.

Sementara untuk proses pengulitan dan lanjutannya dilakukan oleh panitia kurban. Tapi, gelandang yang membawa Arema FC menjuarai Piala Presiden 2017 dan 2019 itu enggan diekspose terkait kapan dan di mana dia berkurban. Hal itu menjadi bagian dari amalnya yang tidak ingin menjadi konsumsi publik.

 

Video

2 dari 2 halaman

Pesepak Bola Religius

Pemain Arema, Hanif Sjahbandi menggunakan salah satu produk clothing miliknya. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Hanif Sjahbandi memang dikenal sebagai seorang pesepak bola yang religius. Selain menjalankan ibadah wajib, ia memahami bagaimana tata cara berkurban hingga melakukan penyembelihan. Bisa dibilang sangat jarang ada pesepak bola di Indonesia yang melakukan hal serupa.

Biasanya, pemain Arema FC atau klub lain menyerahkan hewan kurbannya kepada panitia. Sebagian besar hanya melihat penyembelihan tanpa turun tangan langsung.

Manajemen Arema juga biasanya menaruh hewan kurbannya di rumah pemotongan hewan. Setelah itu baru mereka membaginya dalam kantong plastik untuk disalurkan kepada warga.