Terapkan Pola Latihan Kejam, Eks Manchester United Dipecat Klub Amerika Serikat

oleh Gregah Nurikhsani diperbarui 23 Jul 2021, 19:15 WIB
Gabriel Heinze - Heinze adalah pemain bertahan yang punya tampil bagus saat membela Manchester United pada 2004-2007. Karier cemerlangnya berakhir seiring gangguan cedera yang membuatnya terlempar dari tim inti The Red Devils. (AFP/Carl De Souza)

Bola.com, Atlanta - Gabriel Heinze dipecat Atlanta United, tim dari Amerika Serikat, karena serangkaian hasil buruk dan kontroversi perihal kejamnya sesi latihan yang diterapkannya. Alhasil, eks Manchester United itu mesti angkat kaki meski baru menjalankan 13 pertandingan.

Gabriel Heinze menjadi pelatih mulai 2015 lalu, dengan melatih Godoy Cruz. Setelah cukup sukses dengan Velez Sarsfield, Heinze ditunjuk sebagai pelatih Atlanta United pada Januari 2021 lalu.

Advertisement

Di bawah kendali Heinze, Atlanta United meraih hasil yang buruk di Major League Soccer [MLS]. Atalanta tidak pernah menang dalam delapan laga terakhir. Hasil ini membuat klub berada di posisi yang buruk. Heinze sendiri baru memimpin tim pada 13 laga.

Atalanta United berada di posisi ke-10 klasemen dari 14 tim di Wilayah Timur. Hasil buruk ini menjadi salah satu alasan klub harus memecat pelatih 43 tahun.

Namun, performa di lapangan bukan satu-satunya alasan mengapa Heinze dipecat. Presiden Atlanta United, Darren Eales, menyebut ada masalah lain di luar lapangan yang jauh lebih besar.

"Kami punya sejumlah masalah yang memprihatinkan selama beberapa bulan terakhir dan proses evaluasi membawa kami ke keputusan ini (memecat Gabriel Heinze)," ucap Darren Eales.

"Jelas keputusan ini harus dibuat," tegasnya.

Video

2 dari 2 halaman

Latihan Seperti di 'Neraka', Tanpa Minum

4. Gabriel Heinze - Heinze bergabung dengan Manchester United pada rentang tahun 2004 hingga 2007. Tampil sebanyak 83 kali, pemain Timnas Argentina ini menyumbangkan 4 gol. (AFP/Paul Barker)

Mirror menyebut sesi latihan di bawah Heinze mendapat banyak keluhan dari pemain. Heinze berulang kali menggelar latihan dua kali sehari. Pemain juga tidak mendapat jatah libur untuk waktu yang lama secara beruntun.

Selain itu, Heinze juga tidak memberikan jeda minum pada sesi latihan. Hal ini bahkan sudah diprotes Asosiasi Pemain.

Heinze merasa metode itu tidak salah. Dia menerapkannya selama di Argentina. Heinze merasa apa yang dilakukan di latihan adalah bagian dari simulasi pertandingan di mana waktu minum jarang terjadi.

Namun, metode yang diterapkan Heinze gagal total di Amerika Serikat. Sejumlah pemain mengeluh bahwa sesi latihan Heinze ibarat 'neraka' yang kejam.

Masih ada catatan kontroversi lain dari kiprah Gabriel Heinze di Atlanta United. Suatu ketika, penerbangan Atlanta United ditunda. Pada pukul tiga pagi, Heinze mengumumkan sesi latihan.

"Mereka [tim pelatih] mematahkannya. Mereka membunuh orang-orang dengan dua latihan sehari. Mereka belum memberikan hari libur selama berminggu-minggu," kata seorang pemain Atlanta United terkait cedera ACL yang dialami Emerson Hyndman.

Heinze juga menjauhkan tim dari pantauan media. Hal ini pun dianggap tidak sesuai dengan salah satu visi klub. "[Pers] adalah pemangku kepentingan yang penting di sini," kata presiden Eales.

Sumber: Mirror

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 23/7/2021)

Berita Terkait