5 Rival Valentino Rossi Ini Berusia Lebih Muda tapi Pensiun Lebih Dahulu: Dari Mendiang Nicky Hayden sampai Jorge Lorenzo

oleh Hendry Wibowo diperbarui 11 Nov 2021, 10:30 WIB
MotoGP - 5 Rival Valentino Rossi Berusia Lebih Muda tapi Sudah Pensiun (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - MotoGP akan kehilangan seorang ikon. MotoGP bakal merindukan sosok pembalap yang telah sukses membuat nama ajang Kejuaraan Dunia Balap Motor sebesar sekarang.

Ya, dia adalah Valentino Rossi. Pembalap berusia 39 tahun itu memastikan seri terakhir musim 2021, MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, akhir pekan ini jadi balapan terakhir seorang juara dunia sembilan kali itu.

Advertisement

Tentu saja buat para fans The Doctor dan juga telah diakui oleh seorang Valentino Rossi sendiri, MotoGP Valencia bakal jadi momen menyedihkan.

Apapun hasil yang didapat pembalap berusia 39 tahun itu pada balapan nanti, sosok Valentino Rossi tetap layak mendapat apresiasi terhadap apa yang ia lakukan sepanjang berkarier di ajang MotoGP.

Apalagi jika kita melihat ke belakang, begitu banyak nama-nama pembalap yang berusia lebih muda tapi sudah pensiun lebih dahulu dari Valentino Rossi pada ajang MotoGP. Siapa saja mereka? Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

 

 

2 dari 6 halaman

Nicky Hayden

Nicky Hayden (kiri) dari tim America of Honda berjabat tangan dengan Valentino Rossi dari tim Yamaha Italia saat berada di podium usai laga Qatar MotorGP di Sirkuit Losail, di Doha, Qatar, Sabtu (8/4/2006). (AP Photo / Kamran Jebreili)

Nicky Hayden memang tak bisa dibilang 'pensiun' karena ia meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Italia pada pertengahan 2017 dalam usia 35 tahun.

Namun, usai menjadi tandem, teman dekat, sekaligus rival berat Rossi dalam perebutan gelar 2006, Hayden hengkang dari MotoGP pada akhir 2015 karena tak ada tim yang mau menaunginya lagi. Ia pun pindah ke WorldSBK pada 2016.

3 dari 6 halaman

Marco Melandri

Marco Melandri (kiri) jadi rival terbesar Valentino Rossi pada MotoGP 2005. (AFP/Javier Soriano)

Marco Melandri salah satu dari sekian eks rider Grand Prix yang bertarung melawan Rossi sejak anak-anak. Ia pun menyusul Rossi ke MotoGP pada 2003 dan mereka kerap sengit bertarung, terutama dalam memperebutkan gelar dunia 2005.

Namun, pada 2011 ia hengkang dari MotoGP menuju WorldSBK, walau sempat kembali setengah musim pada 2015. Pada akhir 2019, ia pun memutuskan pensiun dari dunia balap dalam usia 37 tahun. Ia sempat balapan lagi di WorldSBK 2020, namun hanya dalam empat seri.

4 dari 6 halaman

Dani Pedrosa

Rossi mengaku sempat ketir-ketir, namun akhirnya bisa bernapas lega setelah Dani Pedrosa keluar sebagai juara dan Lorenzo di urutan ketiga.

Dani Pedrosa memutuskan pensiun dalam usia 33 tahun pada akhir 2018 lalu. Pedrosa sendiri sudah turun di MotoGP sejak 2006 dan digadang-gadang sebagai pembalap terbaik tanpa gelar dunia dalam sejarah.

Sepanjang kariernya di kelas para raja, pria yang kini jadi test rider KTM itu kerap menjalani duel sengit dengan Rossi, dan uniknya keduanya selalu punya hubungan yang baik.

5 dari 6 halaman

Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, sama-sama akan menghadapi tantangan yang berat di sirkuit Red Bull Ring, Austria. (JOSEP LAGO / AFP)

Selain Max Biaggi dan Casey Stoner, mungkin Jorge Lorenzo merupakan rival terberat dalam sepanjang karier Rossi. Rivalitas mereka bahkan mungkin lebih pahit karena pernah bertandem di Yamaha pada 2008-2010 dan 2013-2016.

Sayangnya, Lorenzo terpaksa memutuskan pensiun dalam usia 32 tahun pada akhir 2019 usai dirundung cedera punggung berkepanjangan akibat kecelakaan hebat di Assen, Belanda.

6 dari 6 halaman

Casey Stoner

Valentino Rossi tersenyum saat berhasil kalahkan Casey Stoner di Laguna Seca (AFP)

Casey Stoner memilih pensiun dini dari MotoGP dalam usia 27 tahun pada akhir 2012 padahal kariernya saat itu sedang berada di level tertinggi dan berstatus salah satu rival berat untuk Valentino Rossi.

Alasan Stoner pensiun adalah dirinya tak lagi menemukan motivasi balapan, dan muak pada permainan politik di dalam paddock MotoGP, serta motor-motor balapnya yang terlalu dikontrol oleh sistem elektronik.

Berita Terkait