Respons APPI Terkait Klaim Marko Simic yang Gajinya Ditunggak Persija di BRI Liga 1

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 27 Apr 2022, 11:22 WIB
Marko Simic yang gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor penalti di menit ke-89 membuat Persija rela kehilangan angka. Keunggulan 1-0 Bali United masih bertahan wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit panjang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) buka suara mengenai klaim Marko Simic yang sudah setahun tak mendapatkan gaji di Persija Jakarta. APPI membenarkan Simic mengakhiri kontrak secara sepihak dengan Persija.

Marko Simic membuat heboh dunia maya melalui pernyataannya yang diunggahnya di akun Instagram pada Selasa (27/4/2022). Pemain asal Kroasia itu mengklaim, sudah setahun tidak mendapatkan gaji dari Persija Jakarta.

Advertisement

Situasi tak mengenakkan tersebut akhirnya membuat Marko Simic hilang kesabaran. Simic memutuskan untuk menyudahi masa kerjanya di Persija lebih awal dari yang tertera di kontrak pada 2023.

"APPI telah berkomunikasi dengan Simic sejak adanya sengketa mengenai ketidaksepakatan adendum antara Simic dengan Manajemen," kata CEO APPI, M Hardika Aji.

"Yang dilakukan Simic ialah pengakhiran kontrak secara sepihak dengan alasan tidak terpenuhinya pembayaran gaji atau disebut Terminating a contract with just cause for outstanding salary dalam pasal 14bis RSTP," ucap Hardika.

Namun, APPI belum bisa membantu Marko Simic melalui tindakan hukum. Penyebabnya adalah Simic belum membuat laporan resmi ke APPI.

"Komunikasi dengan Simic baru sebatas anggota, APPI belum menerima laporan secara resmi untuk adanya tindakan perlindungan hukum," tegas Hardika.

2 dari 3 halaman

Surat Terbuka Marko Simic

APPI merespons klaim Marko Simic yang tidak digaji selama satu tahun oleh Persija Jakarta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Untuk teman, followers, dan suporter,

Kamu semua berhak mengetahui kebenaran

 

Dengan berat hati saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun.

Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi, momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu, dan rekor yang saya pecahkan, ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya.

Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya perlu melangkah.

Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak saya dapatkan. Saya berada di situasi yang berat dan sulit pada tahun ini. Beberapa orang telah membahayakan karier saya dan hal ini tidak akan pernah bisa saya terima.

Dari lubuk hati terdalam, saya mencintai klub ini, kota ini, saya mencintai kalian semua. Kita telah mencatatkan sejarah dan merayakan momen yang tak terlupakan bersama.

Mengucapkan perpisahan kepada kamu semua sungguh hal yang menyakitkan, tapi yang pasti saya tidak akan pernah melupakan kamu semua yang selalu mendukung.

Saya akan selalu mengingat momen indah bersama kamu semua selamanya. Dengan tulus, dan akan selalu menjadi Super Simic-mu.

 

Marko Simic

3 dari 3 halaman

Simak Klasemen Akhir BRI Liga 1

Berita Terkait