4 Striker Kenyang Pengalaman yang Masih Layak ke Timnas Indonesia: Lirik dong Shin Tae-yong

oleh Iwan Setiawan diperbarui 26 Mei 2022, 10:30 WIB
Timnas Indonesia - Striker lokal matang pengalaman yang mestinya dilirik STY (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia masih menyisakan persoalan di lini depan saat berkiprah di Piala AFF 2020 maupun di SEA Games 2021. Dalam dua ajang tersebut, para penyerang tengah yang dipanggil masih belum bisa membuktikan tajinya.

Dalam dua kejuaraan tersebut, di mana satu diikuti Timnas Indonesia senior dan yang satu lagi diikuti tim U-23, sejumlah striker coba dibawa oleh Shin Tae-yong, seperti Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, Hanis Saghara, Ezra Walian, hingga Irfan Jauhari. Mereka kerap disebut belum memenuhi harapan publik sepak bola Tanah Air.

Advertisement

Wajar jika nama-nama striker berpengalaman kemudian menjadi bahan perbincangan di kalangan suporter dan pecinta sepak bola Indonesia, agar Shin Tae-yong mau melirik mereka, terutama karena mereka tampil di Liga 1. Bisa dibilang para pemain itu tidak lantas Indonesia menjadi kalah kualitas maupun jam terbang.

Berikut Bola.com mengulas siapa saja penyerang tengah versi Bola.com yang bisa dijajal oleh Sin Tae-yong di Timnas Indonesia dalam beberapa waktu ke depan.

2 dari 5 halaman

Ilija Spasojevic

Pelatih Shin Tae-yong telah menetapkan 30 skuat Garuda menghadapi Piala AFF 2020. Empat di antaranya adalah striker yang berlaga di BRI Liga 1. Sayang, STY tidak menyertakan top skor sementara BRI Liga 1, Ilija Spasojevic. Berikut perbandingan dengan keempatnya. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

 

Striker naturalisasi ini sudah memberi bukti ketajamannya di Liga 1 2021/2022. Dia jadi pemain tersubur dengan 23 gol. Dia juga mempersembahkan gelar juara untuk Bali United.

Banyak yang bertanya kenapa Spaso tak pernah dicoba Shin Tae-yong? Padahal dia sedang on fire.

Sayangnya, sampai saat ini Spaso tak kunjung dapat kesempatan. Namun, dia tetap fokus sepenuhnya bersama Bali United. Dari permainannya, Spaso merupakan striker murni.

Dia seorang finisher sejati yang selalu punya positioning bagus di dalam kotak penalti. Spaso seperti tahu ke mana arah bola yang akan dikirimkan rekan-rekannya.

Itu tak lain karena pengalamannya. Spaso sudah memasuki usia 34 tahun dan sempat membela banyak tim besar, terutama di Tanah Air, seperti PSM Makassar, Persib Bandung, Bhayangkara FC, dan sekarang Bali United. Spaso juga pernah membela Timnas Indonesia sebelum era Shin Tae-yong.

3 dari 5 halaman

Samsul Arif

Pemain Timnas Indonesia, Samsul Arif diganjal Pemain Malaysia,Mohamad Aidil dalam Laga Piala AFF Suzuki 2012 antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Malaysia.

 

Maki tua makin jadi. Kalimat itu yang sekarang melekat kepada Samsul Arif. Musim lalu dia jadi striker andalan Persebaya Surabaya. Total 11 gol dicetaknya.

Samsul baru moncer pada putaran kedua karena awal musim dia bukan pilihan utama. Sekarang, Samsul bermain untuk tim promosi yang digadang-gadang bisa memberi kejutan di Liga 1, yakni Persis Solo.

Dari caranya bermain, sebenarnya dia memenuhi selera Shin Tae-yong. Agresif dan mengandalkan kecepatan. Tapi, usia Samsul yang mungkin jadi pertimbangan.

Kini dia sudah berusia 37 tahun. Tapi, dia membuktikan jika usia hanyalah angka. Caranya bermain tidak banyak berubah seperti semasa muda. Mengandalkan agresivitas.

Sampai saat ini, Samsul tak minder jika dapat kesempatan ke Timnas Indonesia di usia yang sudah tua. Baginya, membela negara merupakan tujuan setiap pesepak bola.

4 dari 5 halaman

Ferdinand Sinaga

Usaha striker Timnas Indonesia, Ferdinand Sinaga, digagalkan kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan, dalam laga leg kedua final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Penyerang berkaki kidal ini karakternya juga agresif, hampir sama seperti Samsul Arif. Justru sekarang Ferdinand terlihat lebih matang secara psikis. Sifat temperamentalnya tidak lagi setinggi dulu. Ia kini memiliki ketenangan yang lebih baik.

Hanya saja, produktivitasnya memang agak menurun. Musim lalu, dia tampil dalam 13 laga bersama PSM Makassar dan hanya mencetak sebiji gol. Namun, dia masih tetap diperhitungkan sebagai penyerang berbahaya.

Buktinya, Ferdinand kini bermain untuk Persis Solo. Tim promosi yang digadang-gadang bisa memberikan kejutan di Liga 1.

Melihat usianya, Ferdinand sudah 33 tahun. Tapi, pengalaman dan jam terbang internasionalnya lumayan  banyak. Ia bisa menjadi solusi di lini depan Timnas Indonesia.

 

5 dari 5 halaman

Beto Goncalves

Striker Timnas Indonesia, Beto Goncalves, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Usianya sudah 41 tahun. Jika dipanggil ke Timnas Indonesia, dia bakal jadi pemain tertua. Namun, secara kualitas, Beto masih tajam di usia senja. Dia jadi top scorer Liga 2 saat membela Persis Solo promosi.

Paruh musim lalu, dia sempat kembali ke Madura United. Dari 15 laga, striker naturalisasi kelahiran Brasil ini mencetak 7 gol. Tergolong subur dan dia masih bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Beto sempat jadi andalan lini depan Timnas Indonesia di era Luis Milla. Dia meledak di ajang Asian Games 2018 di Indonesia.

Saat ini, Beto sebenarnya masih layak dijajal Shin Tae-yong karena mantan pemain Persipura Jayapura ini masih menjaga kondisinya meski usia sudah kepala empat.

Berita Terkait