Nengok Tetangga Dulu Nih, Simak Bintang - Bintang MU di Piala Dunia 2018 : Lebih Besar Mana dengan Armada Arsenal, Liverpool dan Chelsea

oleh Choki Sihotang diperbarui 02 Agu 2022, 20:52 WIB
Pemain Prancis, Antoine Griezmann, Paul Pogba dan Kylian Mbappe, melakukan selebrasi usai menjuarai Piala Dunia dengan di Stadion Luzhniki, Moskow, Minggu (15/7/2018). Prancis menang 4-2 atas Kroasia. (AP/Matthias Schrader)

Bola.com, Jakarta - Sungguh malang nasib David de Gea. Kiper Manchester United itu harus melewati Piala Dunia 2022 Qatar hanya sebatas sebagai penonton. Performa buruknya bersama Setan Merah musim lalu membuat si jangkung tak mendapat panggilan dari pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique.

Enrique lebih memilih Unai Simon (Athletic Bilbao), David Raya (Brentford), dan Robert Sanchez (Brighton & Hove Albion). Selain De Gea, pemain MU lainnya yang juga terancam absen di Piala Dunia 2022 adalah Donny van de Beek.

Advertisement

 

2 dari 7 halaman

Harus Absen

Sejauh ini, dari 26 pemain yang sudah dirilis PSSI-nya Belanda, tak ada nama De Beek di skuad asuhan Louis van Gaa. Keduanya memiliki nasib berbeda dari rekanya setim yakni Harry Maguire.

Meski panen kritik, Maguire dipastikan mendapat satu tempat di Timnas Inggris asuhan Gareth Southgate. Lalu, bagaimana dengan peran sejumlah pemain MU bersama negaranya masing-masing di Piala Dunia 2018 lalu? Di bawah ini beberapa di antaranya :

 

3 dari 7 halaman

Marcus Rashford

4. Marcus Rashford - Inggris. (AFP/Ozan Kose)

Dia memang tak sefenomenal Harry Kane, yang mengukuhkan diri sebagai Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2018 dengan torehan enam gol. Akan tetapi, sukses Timnas Inggris menyentuh semifinal tak lepas dari kontribusi Rashford.

Ia menjadi pemain pelapis, tapi tak menbuat Rashford berkecil hati. Dia tetap tampil garang dan penuh percaya diri dalam setiap menit bermain yang dipercayakan bos Gareth Southgate.

 

4 dari 7 halaman

Paul Pogba

Paul Pogba dan Adil Rami merayakan sukses Timnas Prancis ke final Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Belgia 1-0 di semifinal. (AP Photo/Martin Meissner)

Tak ada yang memungkiri, Pogba memang keren habis empat tahun lalu di Rusia. Performa gelandang petarung yang kini berusia 29 menuai sanjungan demi sanjungan di sepanjang turnamen.

Puncaknya, dia mempersembahkan gelar kedua Piala Dunia bagi Prancis setelah Les Bleus mengalahkan kuda hitam Kroasia di partai puncak. "Dia luar biasa. Ketika dia harus memegang posisi penting, dia mampu mengontrol permainan," kata Jose Mourinho, kala itu, memuji Pogba.

 

5 dari 7 halaman

Romelu Lukaku

3. Romelu Lukaku (Belgia) - 2 Gol. (AP/Matthias Schrader)

Pada awal turnamen, Belgia digadang-gadang bakal menjadi yang terkuat di Rusia. Soalnya, selain memuncaki Daftar Peringkat Dunia FIFA saat itu, Belgia juga dihuni sederet pemain tokcer yang jadi tumpuan di sejumlah klub beken Eropa.

Satu di antaranya adalah tombak MU, Lukaku. Dimotori Lukaku, Belgia memesona. Sayang beribu sayang, langkah skuad besutan Roberto Martinez terhenti di semifinal usai dikalahkan Prancis 1-0 dan The Rode Duivels finis di peringkat ketiga.

 

6 dari 7 halaman

Nemanja Matić

Gelandang Serbia, Nemanja Matic, melakukan pemanasan saat latihan di Stadion Ernst Happel, Wina, Kamis (5/10/2017). Serbia akan menghadapi Austria pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018. (Bola.com/Reza Khomaini)

Serbia memang tak bisa berkutik di Piala Dunia 2018. Tergabung di Grup E bersama Brasil, Swiss, dan Kosta Rika, Serbia terkapar di posisi ketiga dengan tabungan tiga poin.

Kemenangan 3-2 atas Kosta Rika pada laga pembuka tak berlanjut ke laga selanjutnya yang berujung dua kekalahan beruntun. Meski begitu, MU patut berbangga karena salah satu pilar mereka, Nemanja Matić, masuk starting XI.

 

7 dari 7 halaman

Victor Lindelöf

Gelandang Swedia, Jimmy Durmaz, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Prancis pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Friends Arena, Solna, Jumat (9/6/2017). Swedia menang 2-1 atas Prancis. (AFP/Jonathan Nackstrand)

Dunia geger. Swedia secara mengejutkan memuncaki klasemen Grup F. Mereka sukses memperdaya tiga pesaing lainnya yakni Meksiko, Korea Selatan, dan juara bertahan Jerman.

Banyak yang meragukan, Swedia bisa bertahan di babak 16 besar. Nyatanya, mereka malah melangkah sampai perempat final setelah dijinakkan Inggris 0-2.

Lindelöf, tak disangkal lagi, punya andil besar di balik keperkasaan Swedia saat itu. Jam terbangnya selama di MU membuat eks Benfica itu kian matang di jantung pertahanan.

Berita Terkait