Putaran Pertama BRI Liga 1 Selesai, Madura United Kecewa Gagal Juara Paruh Musim

oleh Wahyu Pratama diperbarui 24 Des 2022, 13:15 WIB
Pelatih anyar Madura United, Fabio Lefundes. (Aditya Wani/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Madura United, Fabio Lefundes, mengaku kecewa berat setelah timnya ditahan imbang tanpa gol saat menghadapi RANS Nusantara FC pada laga pekan ke-17 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (23/12/2022).

Tambahan satu poin itu sangat disesalkan. Madura United sebelumnya merupakan kandidat kuat untuk menjadi juara paruh musim. Sayangnya, mereka gagal menuntaskan misinya dengan baik.

Advertisement

Kegeraman pelatih asal Brasil bukan tanpa alasan. Madura United menciptakan tembakan akurat paling sedikit sepanjang musim ini. Mereka hanya sekali melepaskan tembakan ke arah gawang dalam 90 menit permainan.

"Kami keluar dari sini dengan satu poin. Namun, kami tidak pantas dapat satu poin ini. Mungkin ini pertandingan paling jelek selama saya memimpin Madura United di kompetisi ini," ketusnya.

2 dari 4 halaman

Tidak Meremehkan, tetapi...

Liga 1 - Madura United Vs Rans Nusantara FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Walau terpaut jarak yang sangat jauh di papan klasemen, bukan berarti Madura United menganggap remeh lawan. Mereka sudah ngotot melakukan tekanan sejak peluit pertama berbunyi.

Namun, ada beberapa hal yang membuat mereka pada akhirnya gagal merebut tiga poin sempurna dalam pertandingan ini. Satu di antaranya para pemain tidak mampu menerjemahkan strategi yang diinginkannya dengan baik.

"Biarpun kami sudah mempelajari RANS, tetapi kami tidak bisa melakukan seperti yang sudah kami rencanakan. Itu jelas mengganggu kerja kami," ujarnya.

 

3 dari 4 halaman

Mengecam Perumus Jadwal Kompetisi

Pelatih Madura United, Fabio Araujo Lefundes. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Selain itu, satu faktor yang membuat pemainnya tidak bisa tampil maksimal adalah padatnya jadwal kompetisi. Madura United baru saja menghadapi Arema FC pada 20 Desember 2022, dan tiga hari berselang sudah harus bermain lagi.

"Jarak pertandingan ke pertandingan mengganggu kami dari sisi performa. Madura United memainkan tujuh pertandingan dalam waktu 23 hari," ujarnya.

"Seperti melawan Arema FC, kami juga kembali main jam 3 sore. Saya tidak mau cari alasan, tetapi yang membuat jadwal seperti itu pasti tidak pernah bermain sepak bola."

"Jadi apa yang bisa pemain lakukan, apalagi tidak ada water break. Padahal panas sekali di dalam pertandingan. Pembuat jadwal harus punya perasaan," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Persaingan di BRI Liga 1 saat Ini

Berita Terkait