Berbenah, PBSI Tunjuk Fadil Imran Pimpin Satuan Tugas Hadapi Olimpiade Paris 2024

oleh Aryo Atmaja diperbarui 17 Okt 2023, 17:22 WIB
Munas PBSI 2016 bakal digelar di Surabaya, Jatim, Minggu-Senin (30-31/10/2016). (PBSI)

Bola.com, Jakarta - PBSI langsung berbenah dan merespons hasil jeblok pesta olahraga Asian Games 2022 di Hangzhou, China, Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.

“Saya menyatakan sepenuhnya bertanggung jawab, terkait beberapa prestasi kita dalam tiga bulan belakangan ini, khususnya di Asian Games,” terang Agung Firman dalam rapat pleno PP PBSI 2023 di Ruang Serbaguna, Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (16/10/2023).

Advertisement

Dalam rapat yang dihadiri jajaran pengurus lengkap itu, juga menghasilkan keputusan strategis. Salah satunya, PBSI menunjuk Sekretaris Jenderal PBSI Mohammad Fadil Imran untuk memimpin Satuan Tugas Road to Olimpiade Paris 2024.

“Kita memang mengalami masalah penurunan prestasi, dan penanggung jawab terbesar adalah saya sebagai ketua umumnya,” lanjut sang ketua umum PBSI.

==

eYuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Aspek Manajemen

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna saat memimpin rapat pleno PP PBSI 2023 di Ruang Serbaguna, Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (16/10/2023). (Dok. PBSI)

Menurut Agung, menyongsong perhelatan Olimpiade Paris 2024 yang tinggal sembilan bulan, PP PBSI harus bergerak dengan melakukan pembenahan aspek manajemen.

Salah satu yang paling strategis adalah membentuk tim kelompok kerja dan satuan tugas menuju Road to Olimpiade Paris 2024.

Kemudian mempertahankan tradisi merebut medali emas Olimpiade Paris 2024 harus dijaga. Seluruh daya dan upaya, semuanya akan dicurahkan untuk meraih sukses di Paris tahun depan.

3 dari 5 halaman

Kelompok Kerja dan Satuan Tugas

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/M Rian Ardianto mengembalikan kok ke arah Kevin Sanjaya S/Marcus F Gideon di Final Bulutangkis Asian Games 2018 di Istora GBK, Jakarta, Selasa (28/8). Kevin/Marcus unggul. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Mengingat pada bulan bulan April 2024, proses pengumpulan poin menuju Olimpiade Paris akan berakhir, sehingga perlu segera ditunjuk ketua kelompok kerja dan satuan tugas (Pokja dan Satgas) menuju Road to Olympics Paris 2024.

Hadirnya pokja dan satgas ini semata-mata agar tim bulutangkis Indonesia makin fokus, lebih serius, dan siap berjuang habis-habisan untuk mersih sukses di Olimpiade Paris.

"Berkaitan dengan itu, PP PBSI menunjuk Sekjen PP PBSI, Mohammad Fadil Imran sebagai Ketua Kelompok Kerja dan Satuan Tugas Road To Olympics Paris 2024," kata Agung.

4 dari 5 halaman

Sepakat

Calon tunggal Ketua Umum PP PBSI 2020-2024, Agung Firman Sampurna. (PBSI)

Rapat pleno pun sepakat dengan penunjukkan Fadil Imran sebagai Ketua Kelompok Kerja dan Satuan Tugas Road to Olympics Paris 2024 tersebut.

"Kami seluruh pengurus PBSI yang hadir dalam rapat pleno telah sepakat menunjuk dan mengangkat Sekjen PBSI M. Fadil Imran sebagai Ketua Pokja dan Satgas Road to Olympics Paris 2024 yang akan memimpin, menampung berbagai aspirasi dan operasional yang bertindak untuk dan atas nama PBSI dalam rangka kesiapan menghadapi Olimpiade" tegas Agung.

5 dari 5 halaman

Jeblok di Asian Games 2022

Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, menjadi runner-up di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2023 setelah kalah 16-21 dan 12-21 dari pasangan China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, di pertandingan final, Minggu (27/8/2023). (Bola.com/Dok. PBSI)

Tim bulutangkis Indonesia baru saja meraih hasil buruk di ajang Asian Games 2022 Hangzhou, China. Tim Badminton Indonesia bukan hanya sekadar gagal memenuhi target meraih tiga medali emas.

Tim Badminton Indonesia bahkan gagal menyumbang medali untuk kontingen Indonesia di ajang Asian Games. Untuk pertama kalinya sejak cabang bulutangkis dipertandingkan di Asian Games pada 1962, Indonesia gagal membawa pulang medali.

Hasil ini juga mengulangi apa yang terjadi di Olimpiade London 2012, saat bulu tangkis Indonesia gagal menyumbang medali.

Berita Terkait