Deretan Pemain Timnas Indonesia yang Performanya Menurun di BRI Liga 1: Terancam Dicoret Patrick Kluivert?

Beberapa pemain Timnas Indonesia kesulitan mencapai performa ideal di BRI Liga 1 2024/2025 dan nasibnya bisa terancam pada agenda skuad Garuda yang akan datang.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 04 Maret 2025, 15:45 WIB
Witan Sulaeman. Pengalaman bermain bersama AS Trencin di Liga Slovakia membuat Witan Sulaeman menjadi sosok yang menurut Alexandre Polking wajib diwaspadai para pemain bertahan Timnas Thailand. Pergerakan-pergerakan eksplosif dan kemampuan dribel mumpuni menjadi nilai plus pemain yang telah menyumbnag 1 gol di Piala AFF 2022 ini. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Sejumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di BRI Liga 1 2024/2025 memperlihatkan tren penurunan performa. Ini bisa mengancam nasib mereka menjelang lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Beberapa amunisi Timnas Indonesia memang tampil impresif bersama klubnya masing-masing. Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya menjadi aktor penting di balik keberhasilan Dewa United naik ke papan atas BRI Liga 1 2024/2025.

Advertisement

Sementara itu, ada juga Rizky Ridho dan Muhammad Ferarri yang jadi tumpuan pertahanan Persija Jakarta. Yakob Sayuri juga berhasil mengukir performa yang menjanjikan bersama klubnya, Malut United.

Sayangnya, kiprah semacam ini tak diikuti oleh pemain-pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di BRI Liga 1. Mereka kesulitan mencapai performa ideal dan nasibnya bisa terancam pada agenda skuad Garuda yang akan datang.

Beberapa pemain malah kehilangan tempat utama dan kehilangan kesempatan bermain yang reguler. Ada pula yang harus berkutat dengan cedera. Siapa saja mereka? Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 


Ernando Ari Sutaryadi

Kiper Persebaya, Ernando Ari Sutaryadi berusaha mengamankan bola saat melawan Borneo FC dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Persebaya kalah 1-3. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Di posisi penjaga gawang, nasib yang dialami Ernando Ari juga belum bisa dikatakan baik bersama Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2024/2025. Performanya di bawah mistar gawang belum menjanjikan.

Dari lima pertandingan terakhir, misalnya, Ernando hanya bisa mengukir satu clean sheet saja. Secara keseluruhan, gawang yang dijaga kiper berusia 23 tahun ini sudah kemasukan enam gol dari lima laga terakhir.

Ernando tentu butuh performa yang lebih stabil. Dia bakal menghadapi persaingan ketat dengan Maarten Paes. Itu belum termasuk menghitung Emil Audero yang kabarnya segera dinaturalisasi menjadi WNI.

 


Hokky Caraka 

Striker PSS Sleman, Hokky Caraka mencetak dua gol ke gawang Arema FC dalam laga BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (20/9/2024). (Dok. PSS)

Kiprah Hokky Caraka bersama PSS Sleman kini mengalami penurunan yang amat drastis. Padahal, pada awal musim ini, striker berusia 20 tahun itu kerap menjadi andalan utama skuad Elang Jawa di lini depan.

Setidaknya, pada putaran pertama, Hokky kerap turun sebagai starter dan sukses menyumbang tiga gol serta satu assist. Namun, kesempatan ini mulai meredup setelah Hokky absen karena memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2024.

Sejak saat itu, pada putaran kedua ini, dia sudah tak pernah tampil sebagai starter. Kesempatan bermain yang didapatkan juga semakin minim. Dia hanya dimainkan pada pertengahan babak kedua dan urung memberikan sumbangsih.

 

 


Witan Sulaeman

Ekspresi kecewa pemain Persija Jakarta, Witan Sulaeman setelah gagal memanfaatkan peluang di depan gawang Arema FC dalam laga pekan ke-23 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (12/2/2023) sore WIB. Persija menang dengan skor 2-0. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Witan Sulaeman tampaknya juga mulai ketar-ketir dengan kesempatan bermainnya bersama Persija Jakarta. Jika musim lalu dia lebih banyak turun sebagai starter, kini pemain berusia 23 tahun itu tak banyak dapat kesempatan.

Di bawah arahan Carlos Pena, Witan mulai kehilangan tempat di skuad Persija. Sepanjang musim ini, ia hanya delapan kali turun sebagai starter dari total 21 penampilan. Kontribusinya mencapai empat assist.

Jika situasi ini terus menerus berlangsung, Witan tentu bakal kesulitan untuk membuktikan kualitasnya kepada Patrick Kluivert. Sebab, menit bermain yang didapatkan tak cukup ideal untuk mencapai performa ideal.

 

 


Malik Risaldi

Malik Risaldi belakangan ini mulai menghilang dari skuad Persebaya Surabaya. Winger berusia 28 tahun itu sudah tak dibawa oleh Paul Munster pada dua pertandingan terakhir Bajul Ijo di BRI Liga 1 2024/2025.

Absennya Malik Risaldi tak terlepas dari kondisi cedera yang dialami oleh pemain asal Surabaya itu. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan fraktur pada jari kakinya. Sehingga, ia tak bisa bermain karena menjalani proses penyembuhan.

Kondisi ini tentu menjadi warning bagi Malik Risaldi. Sebab, jika harus terus menerus absen karena cedera, dia bisa melewatkan pertandingan Timnas Indonesia melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 ini.

Berita Terkait