Fabio Capello Kecam Hansi Flick yang Arogan, Puji Luis Enrique Sebagai Arsitek Sejati

Fabio Capello memberikan pendapatnya seputar Hansi Flick dan Luis Enrique setelah semifinal Liga Champions.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 09 Mei 2025, 12:45 WIB
Mantan pelatih Italia, Fabio Capello, tiba di acara Globe Soccer Awards di Dubai pada 27 Desember 2024. (FADEL SENNA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Fabio Capello, mantan pelatih legendaris AC Milan, Roma, dan Juventus, melontarkan kritik tajam kepada Hansi Flick atas pendekatannya yang dinilai arogan dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Inter Milan.

Di sisi lain, Capello memberikan pujian tinggi kepada Luis Enrique, pelatih Paris Saint-Germain (PSG), yang dinilainya berhasil membentuk tim sesuai filosofi bermainnya.

Advertisement

Dalam laga yang berlangsung dramatis di Guiseppe Meazza pada Rabu dini hari WIB (7-5-2025), Barcelona sempat unggul 3-2 dan tinggal menyisakan masa injury time untuk memastikan tiket ke final.

Namun, gol telat dari Francesco Acerbi memaksa hasil imbang yang berarti Inter lolos dengan agregat lebih baik.

"Inzaghi cerdas memanfaatkan peluang yang ada, sementara Flick terlalu arogan karena tetap memaksakan skema satu-lawan-satu," ujar Capello dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport.

Capello menyayangkan pendekatan Flick yang menurutnya tidak realistis dalam situasi kritis.

 


Kagumi Pendekatan Luis Enrique

Pelatih Barcelona asal Jerman, Hans-Dieter Flick, meneriakkan instruksi kepada para pemainnya dari pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan FC Barcelona di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (7-5-2025). (PIERO CRUCIATTI/AFP)

Berbeda dengan pandangannya terhadap Hansi Flick, Fabio Capello mengaku sangat mengagumi pendekatan Luis Enrique bersama PSG.

"Luis Enrique adalah pelatih yang sangat terlatih dan matang. Ia membentuk tim ini berdasarkan gaya mainnya sendiri," puji Capello.

Luis Enrique akan memimpin PSG menghadapi Inter dalam partai final Liga Champions yang akan digelar di Allianz Arena, Munich, Minggu dini hari WIB (1-6-2025). Ini menjadi final kedua Inter dalam tiga musim terakhir, setelah kalah dari Manchester City pada 2023.

Terakhir kali Nerazzurri mengangkat trofi 'Si Kuping Besar' adalah pada 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho—musim di mana mereka juga meraih treble bersejarah.

 


Peringatan Capello untuk Inter

Pelatih kepala PSG, Luis Enrique, melambaikan tangan di akhir pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions antara Aston Villa dan Paris Saint-Germain di stadion Villa Park, di Birmingham, Inggris, Rabu dini hari WIB (16-4-2025). (Foto AP/Frank Augstein)

Sebagai pelatih yang pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama AC Milan pada musim 1993-94, Capello juga memberikan analisis mendalam tentang kekuatan PSG.

"Tim asuhan Luis Enrique sangat seimbang dan memiliki lini tengah yang tangguh. Mereka memang bukan tim dengan postur besar, tapi mengandalkan dinamika dan kecerdasan taktik yang sangat baik," jelas Capello.

"Mereka menekan sejak awal dan selalu mencoba merebut bola secepat mungkin. Meski kemarin mereka sedikit terganggu oleh pressing dari Arsenal, secara umum mereka solid," imbuhnya.

Capello juga menyebut beberapa pemain kunci PSG yang harus diwaspadai Inter.

"Doue, Dembele, dan Kvaratskhelia adalah dribbler ulung. Jika tidak diantisipasi dengan baik, mereka bisa sangat berbahaya," tegasnya.

"Marquinhos tetap menjadi sosok penting di lini belakang, dan PSG memiliki kemiripan dengan Inter di sisi sayap. Hakimi dan Mendes punya peran menyerang yang signifikan, seperti halnya sayap Inter. Fokus ekstra dibutuhkan di sektor tersebut," ulas pria berusia 78 tahun ini.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait