Akui Bodo/Glimt Layak Lolos ke 16 Besar Liga Champions, Nicolo Barella: Fokus Utama Inter dari Awal adalah Scudetto

Kegagalan pahit harus diterima Inter Milan di Liga Champions musim ini. Setelah kalah agregat dari Bodo/Glimt, perjalanan Nerazzurri di kompetisi Eropa resmi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Februari 2026, 05:29 WIB
Nicolo Barella (tengah) memberikan gesture kepada wasit yang memimpin laga antara Inter Milan vs Bodo/Glimt di pentas Liga Champions, Rabu (25/2/2026)

Bola.com, Jakarta - Kegagalan pahit harus diterima Inter Milan di Liga Champions musim ini. Setelah kalah agregat dari Bodo/Glimt, perjalanan Nerazzurri di kompetisi Eropa resmi berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Inter sebenarnya datang ke leg kedua dengan optimisme tinggi. Bermain di kandang sendiri, San Siro, mereka merasa masih memiliki peluang besar membalikkan kekalahan 1-3 pada leg pertama di Norwegia.

Advertisement

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Dominasi penguasaan bola dan sejumlah peluang yang diciptakan Inter tidak mampu dikonversi menjadi gol yang dibutuhkan untuk membalikkan keadaan.

Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil lebih efektif dan menghukum kesalahan yang dilakukan lini belakang Inter. Kekalahan itu memastikan wakil Italia tersebut tersingkir dengan agregat 2-5.

 


Barella: Bodo/Glimt Memang Layak Lolos

Gelandang Italia Inter Milan, Nicolò Barella terjatuh usai ditangani oleh penyerang Denmark Bodo/Glimt, Kasper Waarst Høgh (tidak ada di foto) pada laga leg kedua playoff Liga Champions UEFA antara Inter Milan dan Bodo/Glimt di Stadion San Siro, Milan, Italia utara, 25 Februari 2026. (PIERO CRUCIATTI / AFP)

Gelandang Inter, Nicolò Barella, tidak menampik keunggulan lawan. Ia mengakui Bodo/Glimt memang pantas melangkah ke babak 16 besar setelah mampu mengalahkan Inter dalam dua pertemuan.

“Kami kebobolan karena kesalahan individu, itu bisa terjadi dalam sepak bola. Namun, yang paling sulit adalah memecah kebuntuan dan kami tidak berhasil melakukannya. Bodo pantas mendapat selamat, mereka mengalahkan kami kandang dan tandang, jadi jelas mereka layak lolos,” ujar Barella.

Pada pertandingan tersebut, gol pembuka Bodo/Glimt dicetak oleh Jens Petter Hauge, sebelum kemudian ditambah oleh Håkon Evjen. Inter hanya mampu membalas lewat Alessandro Bastoni yang mencetak gol hiburan.

Barella menilai Inter sebenarnya sudah mencoba memberikan perlawanan maksimal. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.

 


Tetap Bangga dengan Perjalanan Inter di Eropa

Dalam beberapa musim terakhir, Inter dikenal sebagai wakil Italia yang cukup konsisten di kompetisi Eropa. Di bawah asuhan Simone Inzaghi, mereka bahkan mampu mencapai final Liga Champions dua kali dalam tiga musim terakhir.

Kegagalan kali ini menjadi yang paling cepat bagi Inter sejak era Antonio Conte, ketika mereka tersingkir di fase grup musim 2020/2021.

“Ada rasa kecewa karena kami selalu ingin bersaing di setiap kompetisi. Kami sudah mencoba, mereka tampil lebih baik. Terkadang perbedaan kecil bisa menentukan, seperti ketika kami gagal lolos hanya karena satu poin,” ucap Barella.

Ia juga menyinggung momen kontroversial yang membuat Inter gagal finis di delapan besar fase sebelumnya, yang berujung pada tambahan pertandingan playoff.

 


Fokus Inter Kini Beralih ke Scudetto

Meski tersingkir dari Liga Champions, Inter masih memiliki peluang besar meraih gelar domestik musim ini. Mereka saat ini memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan cukup nyaman atas para pesaingnya.

Selain itu, Inter juga masih bertahan di ajang Coppa Italia dan akan menghadapi Como 1907 di babak semifinal.

“Kami selalu ingin melangkah sejauh mungkin di setiap kompetisi dan itu sudah kami lakukan selama beberapa tahun terakhir,” kata Barella.

“Terakhir kali kami tersingkir oleh Atletico Madrid dan kemudian memenangkan Scudetto. Sekarang kami tersingkir oleh Bodo, tetapi unggul 10 poin di klasemen. Target kami tetap Scudetto, dan itu memang sudah menjadi tujuan sejak awal musim.”

Berita Terkait