Bola.com, Jakarta - Manchester City masih berharap-harap cemas. Mereka masih menunggu putusan dalam kasus 115 dakwaan terkait pelanggaran finansial sepanjang periode 2009 hingga 2018
City didakwa melakukan pelanggaran serius oleh Premier League pada Februari 2023, dan proses persidangan selama 10 minggu berlangsung pada September 2024.
Namun, meski telah rampung pada Desember 2024, hasil dari panel Komisi Independen beranggotakan tiga orang hingga kini belum diumumkan.
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, yang kerap dimintai pendapat soal kasus ini, dalam penampilannya di The Overlap menyebutkan bahwa ada sekitar setengah juta bukti yang diajukan baik oleh pihak penuntut maupun pembela.
Ia juga mengatakan setelah 14 bulan penantian, tampaknya mereka mungkin sudah memasuki tahap akhir untuk mendapatkan keputusan. Maguire memprediksi City, yang dengan tegas membantah seluruh dakwaan, bisa saja dijatuhi pengurangan maksimal 60 poin jika dinyatakan bersalah.
Pendapat tersebut didasarkan pada hukuman yang sebelumnya dijatuhkan kepada Everton dan Nottingham Forest dalam kasus pelanggaran yang mencakup periode lebih singkat.
“Premier League tidak bisa mendegradasikan Manchester City ke League One atau League Two karena itu merupakan keputusan EFL, dan Manchester City tidak memiliki dakwaan yang terbukti di EFL,” ujarnya, seperti dikutip Sportbible, Jumat (27/2/2026).
Skala Lebih Besar
Menurut Kieran Maguire, tuduhan terhadap Manchester City skalanya jelas jauh lebih besar daripada Everton dan Nottingham Forest.
“Karena itu, hukumannya harus berupa pengurangan poin. Jika melihat preseden, Everton dan Nottingham Forest masing-masing mendapat pengurangan enam dan empat poin untuk satu pelanggaran dalam periode tiga tahun. Tuduhan terhadap Manchester City mencakup periode sembilan tahun, jadi skalanya jauh lebih besar," tutur dia.
“Angka pastinya memang belum pasti, tetapi kemungkinan besar cukup signifikan.
“Saya pikir Anda harus menambahkan satu nol dari apa yang kita lihat pada kasus Forest dan Everton, jadi pengurangan antara 40 hingga 60 poin, secara logis dan konsisten dengan keputusan sebelumnya, masuk akal," imbuhnya.
Dampak Besar bagi Klasemen
Jika pengurangan poin itu benar-benar diterapkan, dampaknya akan sangat besar bagi sepak bola Inggris dan mengubah secara drastis klasemen Premier League.
Saat ini City mengoleksi 56 poin dari 28 pertandingan. Jika pengurangan 60 poin diberlakukan sekarang, mereka akan terjun ke angka -4 poin dan terpuruk di dasar klasemen.
Situasi itu akan membuat Arsenal unggul 10 poin di puncak klasemen, serta Aston Villa menjadi pesaing terdekat.
Manchester United, Chelsea, dan Liverpool masing-masing akan naik satu peringkat. Sementara itu, Brentford dan Bournemouth akan mendapat keuntungan dan berpeluang lolos ke kompetisi Eropa.
Klub juru kunci saat ini, Wolverhampton Wanderers, akan naik dari posisi ke-20, tetapi tetap hanya unggul 14 poin atas City.
West Ham United akan keluar dari zona degradasi dan unggul 29 poin atas City. Dalam skenario tersebut, City harus memenangi seluruh 11 laga tersisa dan berharap West Ham tidak meraih lebih dari empat poin hingga akhir musim untuk bisa bertahan.
Sumber: Sportbible