4 Pemain Man City Jalani Puasa, Laga Kontra Vs Leeds United Bakal Dijeda Saat Adzan Maghrib

Pertandingan antara Leeds United kontra Manchester City di Elland Road, Sabtu (28/02/2026) pukul 17.30 waktu setempat, berpotensi dihentikan sejenak pada babak pertama.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 28 Februari 2026, 13:45 WIB
Selebrasi Omar Marmoush dalam laga Manchester City vs Bournemouth, Rabu (21/5/2025). (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalani ibadah Puasa, termasuk sejumlah pemain di kompetisi elite seperti Premier League.

Pertandingan antara Leeds United kontra Manchester City di Elland Road, Sabtu (28/02/2026) pukul 17.30 waktu setempat, berpotensi dihentikan sejenak pada babak pertama.

Advertisement

Pasalnya, matahari di West Yorkshire diperkirakan terbenam pada pukul 17.41 waktu setempat: memberi kesempatan pemain yang berpuasa untuk berbuka.

Alhasil nama-nama seperti Omar Marmoush, Rayan Ait-Nouri, Rayan Cherki, hingga Abdukodir Khusanov punya kesempatan menepi sejenak ke pinggir lapangan untuk mengonsumsi makanan dan minuman ringan saat azan magrib tiba.

Keputusan final terkait jeda singkat ini kabarnya akan diambil pada Sabtu pagi. Pihak Leeds disebut siap mengakomodasi permintaan tersebut apabila diajukan oleh Man City.

 


Guardiola: Bukan Hal Baru

Pemain anyar Man City, Rayan Cherki, merayakan golnya ke gawang Newcastle United pada lanjutan Carabao Cup di St. James' Park, Rabu (14/1/2026) dini hari WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Manajer Man City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa klub tetap menghormati tradisi keagamaan para pemainnya.

"Mereka mengikuti tradisi agama ini. Kami punya ahli nutrisi yang baik dan mereka menyesuaikan dengan kebutuhan tim,” ujar Guardiola kepada BBC Sport.

“Kami tidak bisa mengubah jadwal kick-off Premier League. Tapi mereka sudah terbiasa, ini bukan pertama kalinya. Omar, kedua Rayan, dan Khusa sudah berpengalaman menjalani Ramadan saat musim berjalan,” tambahnya.

Musim ini, keempat pemain tersebut sempat tampil bersama sebagai starter di ajang Piala FA atau Carabao Cup, namun belum sekalipun turun sejak menit awal di Premier League secara bersamaan.


Jejak Pemain Muslim di Man City

Ekspresi kecewa gelandang Manchester City, Yaya Toure saat menghadapi Brighton and Hove Albion dalam laga Liga Inggris 2017/2018 di Etihad Stadium, Manchester (9/5/2018). Eks gelandang tengah Pantai Gading ini tercatat pernah dua kali ditangani Pep Guardiola saat berseragam Barcelona dan Manchester City. Namun keduanya telah meninggalkan luka baginya yang menganggap Pep Guardiola sebagai pelatih yang tak bersahabat dengan pemain asal Afrika. Ia pun memilih pergi dari dua klub tersebut. (AFP/Oli Scarff)

Man City memiliki sejarah panjang dengan pemain Muslim. Gelandang asal Jerman, Ilkay Gundogan, pernah menjadi kapten tim saat membawa Man City meraih treble winners pada 2023.

Sementara winger Aljazair, Riyad Mahrez, juga bagian dari skuad tersebut dan pernah memenangi penghargaan PFA Player of the Year saat membela Leicester City pada 2016.

Tak ketinggalan, legenda Pantai Gading Yaya Toure mencetak gol kemenangan di final Piala FA 2011 yang mengakhiri puasa gelar 35 tahun City.

Setahun berselang, ia sempat menolak hadiah sampanye sebagai man of the match karena alasan keyakinan, yang kemudian membuat pihak liga mengganti hadiah tersebut menjadi trofi.

Sumber: BBC 

 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait