Jelang GP Australia 2026, McLaren Tetapkan Sikap soal Team Order untuk Norris dan Piastri

Keputusan team order McLaren jelang GP Australia 2026 terungkap.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 03 Maret 2026, 18:15 WIB
Norris hanya unggul 0,044 detik dari rekan setimnya Oscar Piastri dan . (Ferenc ISZA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Menjelang seri pembuka musim 2026 di Grand Prix Australia, isu team order kembali membayangi McLaren. CEO McLaren, Zak Brown, akhirnya angkat bicara soal bagaimana tim akan menyikapi duel internal antara Lando Norris dan Oscar Piastri.

Akhir pekan ini, perhatian dunia F1 akan tertuju ke Albert Park, Melbourne, saat musim baru resmi dimulai lewat Grand Prix Australia.

Advertisement

McLaren datang sebagai juara bertahan konstruktor setelah meraih gelar dua musim beruntun.

Sementara itu, Norris mengusung status juara dunia bertahan usai musim 2025 yang dramatis. Ia sukses mengungguli Max Verstappen dan juga rekan setimnya, Piastri, untuk merebut gelar F1 perdananya.

Namun, pertarungan gelar musim lalu juga diwarnai perbincangan soal rivalitas internal di McLaren. Tim menerapkan apa yang dikenal sebagai "Papaya Rules", yang pada prinsipnya memberi kebebasan bagi Norris dan Piastri untuk balapan secara fair.

Akan tetapi, Papaya Rules itu sempat menuai kritik. Dalam GP Singapura 2025, Norris terlihat menyenggol Piastri tanpa konsekuensi berarti. Sementara di GP Australia musim lalu, Piastri sempat diminta menahan posisi dan tidak menyerang Norris.


Keputusan Tak Berubah

Pembalap Spanyol dari Aston Martin, Fernando Alonso (atas), pembalap Inggris dari McLaren, Lando Norris (tengah), dan pembalap Inggris dari Ferrari, Lewis Hamilton (kanan), berbincang-bincang menjelang Grand Prix Formula Satu Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi pada 7 Desember 2025. (Andrej ISAKOVIC/AFP)

Lalu, bagaimana jika situasi serupa kembali terjadi akhir pekan ini?

Brown menegaskan, keputusan tim tidak akan berubah.

"Hal yang sama, persis akan terjadi. Dan biarkan saya jelaskan. Mereka bebas untuk balapan. Kalau melihat apa yang terjadi saat itu, kami tidak tahu apakah balapan akan berlangsung dalam kondisi basah atau kering. Oscar mulai mendekati Lando. Kami punya keunggulan yang bagus. Kami tidak tahu apakah harus menyelesaikan balapan dengan ban itu. Trek setengah basah, setengah kering. Mereka mendekati traffic," ujar Brown.

Ia menekankan bahwa instruksi yang diberikan saat itu bukanlah larangan balapan.

"Itu menekan tombol jeda. Bukan berhenti. Itu menekan tombol jeda. Anda lihat apa yang terjadi tak lama setelahnya, kedua pembalap kami sama-sama keluar lintasan, jadi kondisinya memang sangat sulit," kata Brown.


Kritik terhadap Kebijakan Team Order

Pembalap McLaren asal Australia, Oscar Piastri, bersiap untuk sesi latihan ketiga menjelang Grand Prix Formula Satu Hungaria di sirkuit Hungaroring di Mogyorod dekat Budapest, Hungaria, pada 2 Agustus 2025. (Attila KISBENEDEK/AFP)

Menurutnya, kebebasan balapan bukan berarti tim tak boleh mengambil keputusan taktis di momen tertentu.

"Bebas untuk balapan bukan berarti tidak akan ada momen dalam balapan di mana Anda harus menilai situasinya. Jadi, itu bukan soal kompetisi. Tidak ada hubungannya dengan persaingan antara Lando dan Oscar. Kami tidak ingin mempertaruhkan kedua mobil kami, sementara kami belum tahu bagaimana cuaca dan kondisi lintasan akan berkembang," lanjutnya.

Brown juga menanggapi kritik terhadap kebijakan team order tersebut. Ia mengaku tidak memahami mengapa masih ada pihak yang mempertanyakannya.

"Kami sudah mengatakan itu 100 kali. Bagi saya, itu sangat masuk akal. Saya tidak mengerti kenapa orang-orang, setelah kami menjelaskannya, masih mempermasalahkannya. Saya paham saat menonton siaran langsung emosi bisa memuncak, tapi kami sudah menjelaskan, dan menurut saya apa yang baru saja saya sampaikan sangat masuk akal," ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut hanya bersifat sementara.

"Itu menekan tombol jeda supaya kami bisa melihat bagaimana balapan ini berkembang, lalu Anda bisa kembali balapan, dan itulah yang kami lakukan. Jadi, menurut saya ini contoh yang baik bahwa beberapa orang perlu lebih memahami bagaimana sebuah balapan berkembang," tuturnya.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait