Setelah Kritik Pedas, Eks Manajer Premier League Akhirnya Minta Maaf ke Benjamin Sesko

Benjamin Sesko menerima permintaan maaf dari mantan manajer Premier League setelah dapat kritik keras.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Maret 2026, 16:15 WIB
Striker Manchester United asal Slovenia bernomor punggung 30, Benjamin Sesko, bereaksi selama pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Stadion Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 11 Januari 2026. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Performa impresif yang mulai ditunjukkan penyerang Manchester United, Benjamin Sesko, akhirnya membuat seorang mantan manajer Premier League menarik kembali kritik keras yang pernah ia lontarkan.

Striker asal Slovenia itu sedang menikmati peningkatan performa bersama MU. Ia mencetak enam gol dalam tujuh penampilan terakhirnya, yang sebagian besar datang saat masuk sebagai pemain pengganti.

Advertisement

Tren positif tersebut membuatnya dipercaya tampil sebagai starter ketika MU menang 2-1 atas Crystal Palace dan kalah 1-2 dari Newcastle United.

Dalam pertandingan kontra Palace itu, Sesko mencetak gol kedelapannya musim ini yang sekaligus memastikan kemenangan bagi timnya pada babak kedua.

Penyerang berusia 22 tahun tersebut direkrut dari RB Leipzig dengan nilai transfer sekitar 74 juta paun pada bursa transfer musim panas saat tim masih ditangani Ruben Amorim.

Namun, kontribusinya saat itu belum terlalu menonjol, dengan hanya mencetak dua gol dari 17 penampilan di bawah pelatih asal Portugal tersebut.


Pemain Penting MU

Benjamin Sesko kembali masuk papan skor lagi sebagai pemain pengganti untuk kali ketiga musim ini. (AFP/Paul ELLIS)

Situasinya mulai berubah sejak kursi pelatih sementara dipegang Michael Carrick. Di bawah arahannya, performa Sesko meningkat pesat hingga kini perlahan menjadi satu di antara pemain penting bagi MU.

Kebangkitan performa itu juga membuat mantan pelatih Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, menyampaikan permintaan maaf.

Pada Januari lalu, saat tampil di Sky Sports, Sherwood sempat menyebut Sesko tidak cukup bagus untuk bermain bagi MU.

Kini ia menarik kembali pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan alasan perubahan pandangannya terhadap sang striker.

"Saya menilai berdasarkan Benjamin Sesko yang saya lihat bermain di bawah Ruben Amorim. Seorang striker yang tidak mau maju dan mengambil penalti saat melawan Grimsby," ujarnya dalam podcast "No Tippy Tappy Football".

"Bahkan para penggemar Manchester United yang paling setia pun akan mengakui bahwa tahun lalu dia tidak memenuhi ekspektasi," imbuh mantan manajer Tottenham Hotspur dan Aston Villa tersebut.


Peran Carrick

Kemenangan 2-1 Manchester United membawa Setan Merah menempati posisi tiga besar klasemen Liga Inggris 2025/2026. MU mempunyai poin yang sama dengan Aston Villa namun unggul dalam selisih gol. (AP Photo/Dave Thompson)

Sherwood juga mengakui bahwa sebelumnya ia memperkirakan Sesko akan mengalami nasib serupa dengan Wout Weghorst yang gagal bersinar di Old Trafford.

"Awalnya saya pikir dia akan berakhir seperti Wout Weghorst dan menjadi rekrutan gagal lainnya… tetapi, saya terbukti salah, dan saya berutang permintaan maaf kepadanya!" lanjut Sherwood.

Menurut Sherwood, perubahan besar yang dialami Sesko tidak lepas dari peran Carrick.

"Michael Carrick benar-benar mengubah Sesko dan sekarang dia bermain sesuai kekuatannya. Dia tampil percaya diri, mencetak gol-gol hebat dan menakuti para bek dengan kecepatannya."

"Dia adalah pemain yang berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu saat masih di bawah Amorim," kata mantan gelandang Blackburn dan Tottenham itu.


Berkat Latihan SPS Performance

Penyerang Manchester United, Benjamin Sesko (kiri), merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara West Ham United dan Manchester United di London Stadium, London timur, pada 10 Februari 2026. (Ian Kington / AFP)

Laporan The Athletic menyebut kebangkitan performa Sesko juga dipengaruhi oleh keputusannya menjalani program latihan di kamp SPS Performance di Dubai bulan lalu.

Disebutkan bahwa selama berada di negara Teluk tersebut, Sesko mengunjungi kamp latihan itu dalam 13 dari total 14 hari masa tinggalnya. Fokus latihan diarahkan pada peningkatan kecepatan serta akselerasi dari posisi diam.

Latihan tersebut diyakini berperan dalam performanya di lapangan belakangan ini. Satu di antaranya terlihat saat ia mencetak gol kemenangan dalam laga 1-0 atas Everton, ketika ia berlari dari setengah lapangan sebelum mencetak gol.

Latihan yang sama juga kemungkinan membantu gol sundulannya ke gawang Crystal Palace, ketika ia melompat tinggi dan mengarahkan bola dengan kuat melewati penjaga gawang Dean Henderson.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait