Tottenham Hotspur Terancam Degradasi, Kerugian Bisa Tembus Rp5,6 Triliun

Tottenham Hotspur mengalami krisis pada musim ini.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 Maret 2026, 09:15 WIB
Striker Brasil Tottenham Hotspur #09, Richarlison, bereaksi di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Fulham dan Tottenham Hotspur di Craven Cottage di London pada 1 Maret 2026. Fulham memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. (Ben STANSALL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Tottenham Hotspur mengalami krisis pada musim ini. Klub asal London Utara tersebut terancam terdegradasi dari Premier League, yang bisa menimbulkan kerugian finansial sangat besar bagi klub.

Pelatih interim Igor Tudor ditunjuk bulan lalu untuk menyelamatkan Spurs hingga akhir musim. Namun tugasnya tidak mudah karena tim masih berada dalam posisi rawan di papan klasemen.

Advertisement

Saat ini Tottenham menempati peringkat ke-16 dengan koleksi 29 poin dari 26 pertandingan. Mereka akan menghadapi laga penting melawan Crystal Palace pada Kamis malam, yang bisa sangat menentukan nasib tim.

Peluang Tottenham untuk terdegradasi kini meningkat menjadi 7,6 persen setelah dua pesaing di papan bawah, Nottingham Forest dan West Ham United, berhasil meraih poin pada pertandingan tengah pekan.


Kerugian Finansial jika Degradasi

Gelandang Tottenham Hotspur asal Prancis Wilson Odobert mencetak gol ketiga tim selama pertandingan sepak bola Leg Kedua Babak 16 Besar Liga Europa UEFA antara Tottenham Hotspur dan AZ Alkmaar di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 13 Maret 2025.Glyn KIRK / AFP

Jika benar-benar terdegradasi, dampak finansialnya diperkirakan sangat besar. Pendapatan dari hak siar televisi yang biasanya mencapai sekitar Rp2,89 triliun akan turun drastis menjadi sekitar Rp1,08 triliun melalui pembayaran parachute.

Selain itu, potensi pemasukan dari kompetisi UEFA Champions League yang biasanya bernilai sekitar Rp1,60 triliun juga akan hilang sepenuhnya.

Pendapatan hari pertandingan juga diperkirakan turun dari sekitar Rp2,96 triliun menjadi Rp2,05 triliun. Sementara itu, pendapatan komersial klub diprediksi menyusut dari sekitar Rp6,29 triliun menjadi Rp5,05 triliun.


Pendapatan Anjlok

Laga bertajuk North London Derby ini berjalan keras dan diwarnai hujan kartu kuning. (AP Photo/Kin Cheung)

Secara keseluruhan, total pendapatan Tottenham bisa anjlok dari sekitar Rp13,74 triliun menjadi hanya Rp7,85 triliun. Situasi ini tentu mengkhawatirkan bagi para suporter, apalagi klub juga telah mencatat kerugian sekitar Rp2,91 triliun pada tahun lalu.

Karena itu, Tottenham wajib meraih kemenangan atas Crystal Palace untuk menjauh dari zona bahaya. Jika gagal, mereka berpotensi terperosok ke zona degradasi apabila Nottingham Forest atau West Ham kembali meraih poin pada pekan berikutnya.


Posisi Rawan

Berita Terkait