Chelsea Masih Punya Masalah Besar: Sudah Unggul, Tapi Sulit Menutup Laga dengan Tenang

Meski sejumlah hasil positif berhasil diraih, ada satu masalah yang terus menghantui performa The Blues musim ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 09 Maret 2026, 18:00 WIB
Skuad Chelsea merayakan gol Alejandro Garnacho ke gawang Wrexham, Minggu (8/3/2026) (AP Photo/Jon Super)

Bola.com, Jakarta - Chelsea masih berjuang menemukan konsistensi permainan sejak ditangani Liam Rosenior. Meski sejumlah hasil positif berhasil diraih, ada satu masalah yang terus menghantui performa The Blues musim ini.

Masalah tersebut bukan soal menciptakan peluang atau mencetak gol. Chelsea justru kerap mampu unggul dalam pertandingan, bahkan dalam beberapa laga mereka terlihat memegang kendali permainan.

Advertisement

Namun ketika berada dalam posisi memimpin, tim asal London Barat itu justru sering gagal menutup pertandingan dengan nyaman. Situasi yang seharusnya mudah justru berubah menjadi momen penuh ketegangan.

Fenomena ini terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir Chelsea di berbagai kompetisi. Bahkan kemenangan pun sering kali terasa jauh dari kata meyakinkan.

 


Nyaris Kehilangan Kemenangan Saat Lawan Wrexham

Prediksi FA Cup - Wrexham Vs Chelsea. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Contoh terbaru terjadi ketika Chelsea menghadapi Wrexham pada babak kelima Piala FA. Dalam pertandingan tersebut, Chelsea memang akhirnya menang 4-2.

Namun jalannya pertandingan jauh dari kata nyaman. Chelsea sempat tampil buruk dalam periode yang cukup lama sebelum akhirnya mampu unggul 3-2.

Situasi sebenarnya terlihat sangat menguntungkan bagi tim tamu. Wrexham harus bermain dengan 10 orang setelah George Dobson menerima kartu merah, sementara Chelsea unggul satu gol dengan waktu tambahan 24 menit tersisa.

Secara logika, pertandingan seharusnya bisa dikendalikan dengan lebih tenang. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Chelsea terus menyerang dengan tempo tinggi tanpa pengelolaan permainan yang baik. Hal itu membuka ruang besar di lini belakang yang hampir dimanfaatkan oleh Wrexham.

Bahkan pada menit-menit akhir, Lewis Brunt sempat mencetak gol lewat sundulan jarak dekat. Gol tersebut akhirnya dianulir karena offside setelah ditinjau melalui VAR.

Jika keputusan itu berbeda, skor kemungkinan besar berubah menjadi 3-3 dan pertandingan harus dilanjutkan ke adu penalti.

 


Kesalahan Serupa Terjadi Berulang

Josh Acheampong (kanan) mencoba merebut bola dari kaki George Dobson dalam laga Wrexham vs Chelsea, Minggu (8/3/2026) (AP Photo/Jon Super)

Masalah ini bukan hanya terjadi dalam laga melawan Wrexham. Chelsea beberapa kali menunjukkan pola yang sama dalam pertandingan lain.

Dalam kemenangan 4-1 atas Aston Villa, Chelsea sebenarnya sudah unggul 3-1. Namun sebuah kesalahan hampir mengubah situasi.

Jorrel Hato memberikan umpan yang salah tepat di depan kotak penalti sendiri. Bola kemudian jatuh ke kaki Emi Buendia yang langsung memberikan peluang kepada Ollie Watkins.

Penyerang Villa itu sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk mencetak gol. Namun ia terlalu lama mengambil keputusan sehingga Trevoh Chalobah berhasil melakukan tekel penting.

Jika peluang tersebut berbuah gol, momentum pertandingan bisa saja berubah drastis.

Hal serupa juga terjadi saat Chelsea menghadapi Wolverhampton Wanderers. Chelsea unggul 3-0 pada babak pertama, tetapi kehilangan fokus di awal babak kedua.

Tolu Arokodare berhasil mencetak gol dari situasi bola mati sembilan menit setelah jeda. Gol itu membuat pertandingan yang semula terlihat mudah menjadi lebih rumit.

Situasi yang sama kembali muncul ketika Chelsea menghadapi Leeds United. Saat unggul 2-0, Moises Caicedo melakukan pelanggaran yang tidak perlu hingga menghadiahkan penalti bagi lawan.

Chelsea akhirnya harus puas bermain imbang 2-2. Hasil serupa juga terjadi saat menghadapi Burnley setelah Zian Flemming mencetak gol penyeimbang pada masa injury time.

 


Liam Rosenior Akui Masalah Chelsea

Alejandro Garnacho mencetak gol kemenangan Chelsea atas Wrexham, Minggu (8/3/2026) (AP Photo/Jon Super)

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa timnya memang masih memiliki masalah dalam mengelola pertandingan.

Ia mengaku mulai menyadari persoalan tersebut sejak awal masa kepemimpinannya di klub.

“Kejadian seperti ini juga terjadi saat melawan Crystal Palace sekitar enam minggu lalu ketika saya baru bergabung. Kami menguasai pertandingan, tetapi kami harus menemukan cara untuk mengelola permainan dengan lebih baik,” ujar Rosenior.

“Kami bermain sebagai sebuah tim, tetapi kadang menghadapi lawan yang sangat bagus dan mereka terus menekan.”

Rosenior menegaskan dirinya masih dalam proses memahami karakter para pemain Chelsea.

“Saya masih belajar tentang grup ini. Saya baru dua bulan di klub. Saya masih mempelajari kemampuan para pemain dan bagaimana mereka membaca pertandingan.”

Meski demikian, ia tetap menilai performa timnya sejauh ini tidak buruk.

“Kami berada dalam posisi yang cukup kuat di semua kompetisi sejak saya datang. Dari 15 pertandingan, kami meraih 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Itu bukan situasi yang buruk.”

“Sekarang yang harus kami lakukan adalah memastikan kami memaksimalkan posisi yang kami miliki di semua kompetisi.”

 


Bisa Mengancam Target Liga Champions

Masalah ini bisa menjadi sangat krusial bagi Chelsea dalam perburuan tiket Liga Champions.

Rosenior sendiri menyebut dua hasil imbang melawan Leeds dan Burnley sebagai hasil yang sangat merugikan. Empat poin yang hilang dari dua pertandingan tersebut bisa membuat posisi Chelsea jauh lebih baik di klasemen.

Jika berhasil memenangkan dua laga tersebut, Chelsea saat ini bisa saja duduk di posisi ketiga. Namun kenyataannya mereka masih tertahan di peringkat kelima dan hanya unggul selisih gol atas Liverpool.

Selain itu, tiga kekalahan Chelsea musim ini semuanya datang dari Arsenal. Fakta ini menunjukkan bahwa tim-tim besar mampu memanfaatkan kelemahan Chelsea ketika mereka kehilangan kontrol permainan.

Arsenal bahkan menyingkirkan Chelsea di semifinal Carabao Cup sebelum kembali mengalahkan mereka 2-1 di Premier League pekan lalu.

 


Tantangan Berat di Tiga Kompetisi

Chelsea masih berpeluang menjadikan musim ini sebagai musim yang sukses. Namun tantangan yang dihadapi jelas tidak ringan.

Di Liga Champions, mereka akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain pada babak 16 besar. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di kandang PSG pada pertengahan pekan ini.

Sementara itu perjalanan Chelsea di Piala FA sejauh ini relatif mulus karena selalu menghadapi tim dari divisi yang lebih rendah. Namun situasi bisa berubah di perempat final.

Arsenal, Manchester City, dan Liverpool berpotensi menjadi lawan mereka pada fase tersebut.

Chelsea memiliki kualitas untuk bersaing di semua kompetisi. Namun jika mereka terus mengulangi kesalahan yang sama saat sudah unggul dalam pertandingan, musim ini bisa saja berakhir dengan kekecewaan.

Sumber: New York Times


Persaingan di Liga Inggris

Berita Terkait