Gara-gara Perang di Timur Tengah, Jay Idzes dkk. Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah berpotensi mengganggu perhelatan FIFA Series 2026 di Indonesia.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 09 Maret 2026, 18:45 WIB
Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Timnas Indonesia. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–30 Maret tinggal menghitung hari. Namun, situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah berpotensi mengganggu agenda tersebut.

Ketegangan kawasan itu merupakan imbas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada jalur penerbangan internasional, termasuk perjalanan para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa.

Advertisement

Dalam agenda FIFA Series nanti, pelatih Tim Garuda, John Herdman, memanggil sejumlah pemain yang menjalani karier di berbagai kompetisi Eropa, seperti Italia, Jerman, Belgia, Inggris, hingga Belanda.

Beberapa nama yang selama ini menjadi andalan di Timnas Indonesia antara lain Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Emil Audero, hingga Maarten Paes, masuk daftar skuad sementara Tim Garuda.

Namun, para pemain tersebut berpotensi mengalami kendala perjalanan menuju Jakarta. Sebagian besar penerbangan dari Eropa menuju Indonesia biasanya harus transit di wilayah Timur Tengah, seperti Dubai atau Doha.

 


Masih Bisa Andalkan Pemain di BRI Super League

Penyerang Persik Kediri, Ezra Walian. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Situasi ini menjadi rawan setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Pekan lalu, serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu balasan dari Teheran.

Iran meluncurkan serangan rudal tidak hanya ke Israel, tetapi juga ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai situasi ini bisa saja berdampak langsung pada kehadiran pemain-pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Bung Ropan itu menilai skuad Garuda masih memiliki alternatif pemain lain, khususnya dari kompetisi domestik.

“Sebenarnya masih bisa mengandalkan pemain-pemain yang bermain di Liga 1. Banyak juga pemain naturalisasi yang sudah menjadi warga negara Indonesia,” ujar Ropan melalui kanal YouTube pribadinya.

 


Opsi Lainnya

Sandy Walsh dan Rizky Ridho dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Chinese Taipei di FIFA Matchday di Stadion GBT, Surabaya, Jumat (5-9-2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Ia menyebut beberapa nama seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders sebagai opsi. Namun, keduanya juga tidak bisa tampil karena sedang menjalani sanksi dari FIFA.

Larangan tersebut diberikan setelah mereka melayangkan protes kepada wasit asal China dalam laga melawan Irak, pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup B di Arab Saudi.

Di luar itu, Indonesia masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman lainnya.

“Ada Sandy Walsh yang bermain di Buriram United, lalu pemain-pemain lokal seperti Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, dan juga Sayuri bersaudara,” kata Ropan.

Selain itu, masih ada beberapa pemain lain yang bisa menjadi opsi bagi pelatih Timnas Indonesia, termasuk Beckham Putra dan Marc Klok.

 


Bulgaria Terancam Absen

Meski begitu, Ropan memahami harapan besar publik Tanah Air yang ingin melihat para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa tampil di hadapan langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

“Memang sangat disayangkan, karena masyarakat tentu ingin melihat Jay Idzes dan kawan-kawan yang bermain di Eropa tampil di GBK,” ujarnya.

Tak hanya berpotensi memengaruhi Timnas Indonesia, situasi ini juga bisa berdampak pada tim peserta lainnya di FIFA Series 2026.

Satu di antaranya adalah Bulgaria, yang dijadwalkan menjadi tamu bersama Saint Kitts and Nevis serta Kepulauan Solomon. Menurut Ropan, Bulgaria kemungkinan menghadapi risiko serupa karena perjalanan dari Eropa menuju Indonesia juga melewati wilayah Timur Tengah.

“Kalau sampai pemain dari Eropa tidak bisa datang, tentu berbahaya juga. Termasuk tim lain, karena Bulgaria juga harus melintas dari jalur tersebut,” kata Ropan.

 


Tim Lain Relatif Aman

FIFA resmi mengonfirmasi daftar lengkap tuan rumah serta komposisi grup untuk FIFA Series 2026. (PSSI)

Sebaliknya, tim dari kawasan lain relatif lebih aman. Saint Kitts and Nevis, misalnya, kemungkinan dapat menempuh rute penerbangan yang tidak melewati wilayah konflik.

Sementara itu, Kepulauan Solomon yang berasal dari kawasan Oseania juga dinilai memiliki jalur perjalanan yang lebih aman menuju Indonesia.

“Kalau dari Oseania seperti Kepulauan Solomon, mereka bisa langsung ke Bali atau Jakarta tanpa harus melewati wilayah konflik,” jelasnya.

Ropan pun berharap situasi di Timur Tengah segera mereda agar agenda FIFA Series 2026 dapat berjalan lancar.

“Kita berharap saja kondisi di Timur Tengah segera mereda dan ada kesepakatan untuk mengakhiri konflik ini dengan baik,” tutupnya.

Berita Terkait