Nemanja Matic: Tanpa Perubahan Radikal, Sepak Bola Italia Masih Stuck di 1990-an

Gelandang Sassuolo, Nemanja Matic, menilai sepak bola Italia membutuhkan perubahan besar.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 15 Maret 2026, 08:30 WIB
Pemain Juventus, Jonathan David, berebut bola dengan pemain Sassuolo, Nemanja Matic (kiri) dan Tarik Muharemovic, dalam pertandingan Serie A di Reggio Emilia, Italia, Rabu 7/1/2026). (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Sassuolo, Nemanja Matic, menilai sepak bola Italia membutuhkan perubahan besar jika tidak ingin terus tertinggal dari kompetisi top Eropa lainnya.

Matic yang sebelumnya pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Manchester United, Chelsea FC, dan Olympique Lyonnais, mengungkapkan bahwa masalah utama sepak bola Italia terletak pada sistem pembinaan pemain muda.

Advertisement

Dalam wawancaranya dengan media Italia, ia menilai akademi sepak bola di negara tersebut masih tertinggal dibandingkan negara lain seperti Inggris dan Prancis.

“Sepak bola di Italia terasa seperti masih berada di era 1990-an. Masalah pertama adalah akademi. Saya melihatnya langsung melalui anak saya, sektor pembinaan di Inggris dan Prancis jauh lebih maju,” ujar Matic.


Tak Hanya Fokus pada Hasil

Nemanja Matic berduel dengan Mateo Guendouzi dalam laga Serie A 2025/2026, Minggu (14/9/2025). (Instagram Nemanja Matic)

Menurut pemain asal Serbia tersebut, akademi di Inggris dan Prancis tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada pengembangan teknik dan kesenangan pemain dalam bermain sepak bola.

“Mereka mengajarkan pemain untuk berkembang secara teknik dan menikmati permainan sambil mencari solusi terbaik di lapangan,” tambahnya.

Selain masalah pembinaan pemain muda, Matic juga menyoroti pendekatan taktik yang menurutnya terlalu dominan dalam sepak bola Italia. Ia menilai banyak tim terlalu fokus pada pertahanan sehingga mengurangi intensitas dan kreativitas dalam menyerang.

“Di Italia, taktik memang sangat penting, tetapi porsinya terlalu besar. Banyak tim bermain dengan tiga bek dan terlalu sedikit menyerang,” jelasnya.


Intensitas Kurang

Nemanja Matic, rekrutan baru Sassuolo di musim panas 2025. (Dok. X @SassuoloUS)

Ia juga menanggapi kritik yang sering menyebut sepak bola Italia kurang memiliki intensitas permainan.

“Orang sering mengatakan intensitas permainan kurang. Tapi bagaimana bisa tinggi jika banyak tim lebih dulu bertahan di wilayah sendiri?” kata Matic.

Karena itu, Matic menilai sepak bola Italia membutuhkan proyek pembaruan yang lebih inovatif agar dapat kembali bersaing dengan liga-liga besar Eropa lainnya.

Menurutnya, tanpa perubahan yang signifikan, kondisi sepak bola Italia bisa semakin tertinggal dalam beberapa tahun ke depan.

“Diperlukan proyek yang inovatif. Jika tidak, dalam beberapa tahun situasinya akan semakin buruk. Itu membuat saya sedih karena sekarang saya adalah bagian dari sepak bola Italia dan saya ingin melihatnya berada di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Sumber: Tribalfootball

Berita Terkait