Lupakan Kegagalan di AFC Challenge League, Dewa United Ingin Beri Kejutan Persija di BRI Super League

Dewa United akan melawat ke markas Persija Jakarta pada lanjutan pekan ke-25 BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) malam mulai pukul 20.30 WIB.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 15 Maret 2026, 11:45 WIB
Egy Maulana Vikri, Nick Kuipers, dan Privat Mbarga memberikan selamat kepada Rafael Struick yang mencetak gol pertamanya bagi Dewa United dalam laga melawan Shan United di Indomilk Arena, Tangerang, Sabtu (1/11/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Dewa United wajib melupakan kegagalan di AFC Challenge League 2025/2026 dan mulai mengalihkan fokus ke kompetisi domestik.

Dewa United akan melawat ke markas Persija Jakarta pada lanjutan pekan ke-25 BRI Super League di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) malam mulai pukul 20.30 WIB.

Advertisement

Dewa United baru saja disingkirkan klub wakil Filipina, Manila Digger pada babak perempat final AFC Challenge League tengah pekan ini.

Setelah kalah 0-1 di leg pertama saat menjalani laga tandang, Dewa United hanya mampu bermain imbang 2-2 saat bertindak sebagai tuan rumah.

Alhasil Dewa United kalah agregat 2-3 dari Manila Digger dan melupakan ambisi melaju jauh di ajang antarklub Asia musim ini. Kini, Egy Maulana Vikri dkk. harus bangkit di kompetisi dalam negeri, dan mengejar posisi terbaik di sisa musim.

Persija akan menjadi lawan yang tidak mudah bagi Dewa United. Persija tak terkalahkan dalam empat laga terakhirnya, dengan perincian tiga kemenangan dan sekali imbang.

Tim berjulukan Macan Kemayoran itu ada di urutan ketiga dengan jarak enam angka di belakang Persib dalam persaingan jalur juara.

 

Melawan Kekecewaan

Striker Dewa United, Alex Martins, ketika melawan Borneo FC. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan).

 

Adapun Dewa United membutuhkan kemenangan setelah digasak Bhayangkara FC dengan skor 0-2 pada laga terkini, padahal Banten Warriors sempat meraih tiga kemenangan beruntun. Dewa United tentu tak mau keterpurukan berlanjut.

Menghadapi tim tuan rumah, Dewa United datang dengan tekad kuat untuk bangkit setelah hasil kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya.

Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menegaskan timnya kini berusaha mengalihkan fokus sepenuhnya kepada pertandingan melawan Persija Jakarta.

"Saat ini kami harus menghadapi kekecewaan setelah tersingkir dari kompetisi Asia pada pekan lalu. Namun, menghadapi Persija selalu menarik untuk dimainkan, sehingga itulah yang kini menjadi fokus persiapan kami," tutur Jan Olde Riekerink.


Butuh Proses

Gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya. (Bola.com/Dok.Instagram Dewa United).

 

Lebih lanjut, pelatih asal Belanda tersebut menekankan membangun mentalitas tim bukanlah proses instan. Ia menyebut bahwa kekuatan mental tim telah dibentuk melalui perjalanan panjang yang dilalui bersama.

"Membangun mentalitas pemain bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan hanya dalam dua atau tiga hari. Proses itu telah berlangsung selama tiga setengah tahun," lanjut sang pelatih.

"Dalam olahraga, Anda akan selalu dihadapkan pada kekecewaan, tetapi yang terpenting adalah fondasi yang dibangun sebagai sebuah tim."

"Fondasi tersebut tidak terbentuk dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, melainkan melalui proses panjang yaitu dengan membangun aturan bersama, saling memahami, dan berjalan bersama sebagai satu kesatuan," lanjutnya.


Kesempatan untuk Bangkit

Para pemain Dewa United menjalani latihan resmi di Stadion Rizal Memorial, Manila, Rabu (4/3/2026) malam WIB. Banten Warriors akan menjajal kekuatan sang tuan rumah, Manila Digger dalam laga leg pertama perempat final AFC Challenge League 2025/2026, Kamis (5/3/2026) malam. (Dok. Dewa United)

 

Dewa United masih terpaku di papan tengah, tepatnya di posisi kesembilan klasemen sementara dengan 33 poin. Jan Olde Riekerink menilai fondasi yang telah dibangun selama ini menjadi modal penting untuk bangkit dan kembali bersaing.

Ia menegaskan pertandingan melawan Persija akan menjadi momentum bagi para pemain Dewa United untuk menunjukkan karakter serta kekuatan mental mereka di lapangan.

"Sekali lagi, pemulihan mental bukanlah sesuatu yang bisa terjadi hanya dalam dua hari. Sebagian besar proses itu merupakan kerja jangka panjang antara staf pelatih, para pemain, dan klub," ucap pelatih 63 tahun itu.

"Sekarang para pemain harus menunjukkan seberapa kuat mereka bangkit dari kekalahan ini. Dan saya yakin kami mampu melakukannya, karena saya percaya kepada para pemain saya," tutup Jan Olde Riekerink.

Sumber: Dewa United


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait