Bola.com, Milan - Harapan AC Milan meraih gelar juara Serie A musim ini semakin menjauh. Oleh karena itu, Milan harus segera mengalihkan fokus untuk mengamankan posisi runner-up dengan terus meraih kemenangan di laga tersisa, termasuk ketika bersua Torino.
Kekalahan tipis 0-1 dari Lazio pekan lalu menjadi pukulan besar bagi ambisi juara Rossoneri. Padahal, kemenangan di laga derby sebelumnya sempat membuka kembali peluang mereka mengejar Inter Milan yang kini semakin kokoh di puncak klasemen.
Setelah sang rival sekota, Inter Milan, bermain imbang 1-1 kontra Atalanta pada laga pekan ke-29 Serie A, akhir pekan kemarin, I Rossoneri memiliki kans untuk semakin mendekat. Sayangnya, AC Milan justru memetik hasil minor ketika bertandang ke markas Lazio, Stadio Olimpico.
Mencatatkan 59 persen penguasaan bola dan melepaskan 17 tembakan yang tiga di antaranya mengarah ke gawang, Milan takluk dengan skor 0-1. Gol tunggal kemenangan Lazio dicetak Gustav Isaksen pada menit ke-26.
Bagi I Rossoneri, itu adalah kekalahan tandang pertama di Serie A musim ini, sekaligus mengingatkan kembali luka lama setelah tersingkir dari Coppa Italia oleh Lazio di stadion yang sama beberapa bulan sebelumnya.
Kini, setelah mencatat 24 laga tak terkalahkan di liga, performa Milan mulai goyah dengan dua kekalahan dalam empat pertandingan terakhir. Situasi tersebut membuat persaingan posisi kedua semakin panas karena Napoli kembali merapat.
AC Milan kini mendulang 60 poin, hanya unggul satu angka atas Napoli di peringkat ketiga. Adapun dengan Inter Milan yang menghuni posisi teratas, mereka tertinggal delapan poin.
Oleh karena itu, I Rossoneri wajib menghindari kekalahan beruntun di liga untuk pertama kalinya dalam 12 bulan terakhir, sekaligus menjaga asa finis di urutan kedua.
Rekor Buruk Torino di Markas Milan
Secara historis, Milan punya keunggulan saat menghadapi Torino di San Siro. Kekalahan terakhir AC Milan dari klub yang dijuluki Il Toro itu di kasta tertinggi terjadi pada 1985.
Sejak saat itu, Torino sudah 29 kali mencoba mencuri kemenangan di kota mode, tetapi gagal total dengan menelan hingga 20 kekalahan.
Pada pertemuan terakhir di Turin, Desember lalu, Torino bahkan sempat unggul dua gol lebih dulu. Namun, mereka akhirnya harus mengakui keunggulan I Rossoneri dengan skor dramatis 2-3.
Performa Tandang Jadi Masalah Besar
Musim ini, hampir setengah pertandingan liga Torino berakhir dengan kekalahan. Il Toro juga memiliki catatan pertahanan terburuk kedua di Serie A serta hanya meraih satu poin dari lima laga tandang terakhir.
Meski demikian, kedatangan pelatih interim Roberto D'Aversa mulai membawa dampak positif. Torino menang meyakinkan 4-1 atas Parma pada pekan lalu berkat tiga gol di babak kedua, yang membantu mereka menjauh dari zona degradasi.
D’Aversa ditugaskan menjaga Torino tetap bertahan di kasta tertinggi. Mereka menghuni peringkat ke-14 dengan mendulang 33 poin, hanya memimpin angka sembilan atas Cremonese di tempat ke-18 atau batas akhir zona merah.
Sejauh ini, Roberto D'Aversa mampu membawa Torino mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan. Namun, memperbaiki performa tandang yang buruk masih menjadi tantangan berat.
Dalam lima laga tandang terakhir di semua kompetisi, Torino kebobolan hingga 15 gol, statistik yang tentu membuat kunjungan ke markas Milan terasa menegangkan.
Prediksi Pertandingan
Milan memang mulai kehilangan konsistensi, tetapi mereka tetap difavoritkan kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi lawan yang kesulitan tampil baik pada laga tandang.
Torino hanya mampu menang tiga kali di luar kandang sepanjang musim dan terus menunjukkan rapuhnya lini belakang saat bermain jauh dari publik sendiri.
Prediksi skor:
- AC Milan 1-0 Torino
Perkiraan Susunan Pemain
AC Milan (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Samuele Ricci, Luka Modric, Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi; Christian Pulisic, Rafael Leao.
Pelatih: Massimiliano Allegri
Torino (3-4-1-2): Alberto Paleari; Saul Coco, Ardian Ismajli, Enzo Ebosse; Marcus Holmgren Pedersen, Matteo Prati, Gvidas Gineitis, Rafael Obrador; Nikola Vlasic; Giovanni Simeone, Che Adams.
Pelatih: Roberto D'Aversa