Tuchel Berutang Terima Kasih kepada Michael Carrick atas Kebangkitan MU Jelang Piala Dunia 2026

Kebangkitan MU jelang Piala Dunia 2026 bikin Thomas Tuchel "berutang" apresiasi kepada Michael Carrick.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 20 Maret 2026, 22:15 WIB
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memberikan uplaus setelah laga melawan West Ham United pada pekan ke-26 Premier League di London Stadium, Rabu (11/2/2026). (Adam Davy/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, disebut punya alasan kuat untuk berterima kasih kepada Michael Carrick, menyusul kebangkitan sejumlah pemain Manchester United yang kini kembali memberi dampak bagi skuad The Three Lions menjelang Piala Dunia 2026.

Satu di antara nama yang paling disorot adalah Harry Maguire. Bek tengah itu bukan sekadar dipanggil untuk dua laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang, melainkan sudah diproyeksikan untuk masuk rencana besar menuju Piala Dunia 2026.

Advertisement

Selama kondisinya fit, ia diyakini akan menjadi bagian dari skuad yang berangkat ke Amerika Serikat.

Bagi Maguire, kesempatan tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya akan menjadi ganjaran yang pantas bagi pemain yang selama ini kerap kurang mendapat apresiasi, meski kontribusinya nyata.

Tuchel tidak memanggil Maguire sekadar untuk memantau kondisi atau performanya dari dekat. Ia sudah memahami betul kualitas yang dimiliki bek berusia 33 tahun tersebut, dan hal itu sebenarnya juga diketahui banyak pihak.


Atribut Penting

Pemain Manchester United, Harry Maguire, berteriak semangat setelah timnya berhasil mengalahkan Liverpool di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/10/2025) malam WIB.

Maguire dinilai membawa sejumlah atribut penting: konsistensi, karakter kuat, keunggulan duel udara, ancaman dalam situasi bola mati, kemampuan kaki yang kerap diremehkan, serta mentalitas tangguh.

Penampilan terakhirnya bersama Inggris terjadi pada 7 September 2024 dalam laga UEFA Nations League di Dublin, saat tim masih ditangani Lee Carsley.

Ketika Tuchel mengambil alih, banyak yang menganggap itu sebagai awal era baru, dan secara tidak adil, Maguire sempat dicap sebagai pemain "gaya lama".

Padahal, jika menilik kiprahnya di tiga turnamen besar; Piala Dunia 2018, Euro 2020, dan Piala Dunia 2022, Maguire selalu tampil nyaman di level internasional. Hal itu tentu sudah dipahami Tuchel sejak awal.

Yang ingin dilihat sang pelatih hanyalah satu: Maguire dalam kondisi bebas cedera, stabil, dan bahagia di klubnya. Kini, kondisi itu telah terpenuhi.


Kepercayaan Diri dan Kenyamaan

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Di titik inilah peran Carrick menjadi penting. Tuchel disebut berutang terima kasih besar kepada Carrick karena telah membantu mengembalikan performa Maguire. Hal serupa juga berlaku untuk Kobbie Mainoo, yang kembali menunjukkan performa menjanjikan setelah sempat menghilang dari radar timnas.

Gelandang muda itu terakhir kali tampil untuk Inggris dalam laga, juga dalam laga UEFA Nations League, di Irlandia, sekitar 18 bulan lalu.

Kini, ia kembali menjadi opsi berharga di lini tengah, sesuatu yang mungkin sempat dianggap hilang oleh Tuchel ketika Ruben Amorim tidak memberinya peran signifikan di klub.

Ada pandangan yang menyebut performa di klub tidak selalu harus menjadi tolok ukur utama dalam pemilihan pemain timnas. Artinya, meski seorang pelatih klub memiliki masalah dengan pemain tertentu, hal itu tidak otomatis membuat sang pemain tak layak di level internasional.

Namun, bagi Tuchel, dan pelatih timnas mana pun, faktor kepercayaan diri dan kenyamanan di klub tetap penting.


Apresiasi Besar

Pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel memimpin laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Albania di Wembley Stadium, London, Jumat (21/03/2025) waktu setempat. (AFP/Glyn Kirk)

Kini, dalam diri Maguire dan Mainoo, Tuchel mendapatkan keduanya. Mereka bukan sedang dalam masa uji coba singkat di kamp latihan kali ini. Kapasitas keduanya untuk tampil baik di level internasional sudah terbukti.

Selain itu, Tuchel melihat keuntungan lain: kedua pemain ini relatif tidak terlalu terbebani menit bermain musim ini sehingga berpotensi tampil lebih segar saat Piala Dunia 2026 dimulai.

Dengan pengaruh positif Carrick yang terus terasa, keduanya juga diperkirakan akan menutup musim dengan tren performa yang baik.

Maguire dan Mainoo dinilai layak mendapatkan tempat di timnas Inggris, dan berpeluang memainkan peran penting dalam perjalanan tim di Piala Dunia 2026.

Atas kontribusi tersebut, Tuchel pun dianggap berutang apresiasi besar kepada Carrick.

 

Sumber: MEN

Berita Terkait