Bola.com, Jakarta - Marc Marquez memberikan penilaiannya terhadap sirkuit MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional de Goiania. Ia mengakui lintasan tersebut tergolong bagus, tetapi tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter balapnya.
Dari total 14 tikungan di sirkuit tersebut, sembilan di antaranya merupakan tikungan ke kanan. Karakter ini tidak menguntungkan Marquez, yang sepanjang kariernya dikenal lebih kuat di tikungan kiri dan sirkuit berlawanan arah jarum jam.
Kelemahannya di tikungan kanan panjang juga makin terasa sejak mengalami cedera patah humerus kanan pada 2020.
Usai sesi practice pada Jumat waktu setempat, Marquez menegaskan pentingnya membedakan antara kualitas sirkuit dan kesesuaian dengan gaya balapnya.
"Saya perlu memisahkan apakah ini layout yang bagus untuk saya atau sekadar sirkuit yang bagus," ujarnya.
"Jadi, ini adalah sirkuit yang bagus. Bukan layout terbaik untuk gaya balap saya, terutama karena tikungan kanan yang panjang, tetapi tetap sirkuit yang bagus dan saya menikmatinya," lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya lebih menyukai sirkuit pendek dibandingkan yang panjang, terutama pada bagian lintasan tertentu.
"Saya suka sirkuit pendek, saya lebih memilih sirkuit pendek daripada yang panjang, dan khususnya sektor dua dan tiga yang berisi tikungan kiri, saya sangat menyukainya," imbuh sang juara bertahan.
Pengaruh Cuaca
Kondisi cuaca turut memengaruhi jalannya sesi pada hari pertama. Hujan deras sejak malam sebelumnya membuat jadwal sempat tertunda satu jam karena genangan air di lintasan.
Trek mulai mengering menjelang akhir FP1, tetapi Marquez tetap menjadi satu di antara dari mayoritas pembalap yang menyelesaikan sesi dengan ban basah.
Saat sesi practice, lintasan sempat mengering sebagian, tetapi hujan kembali turun di 20 menit terakhir sehingga sesi menjadi lebih singkat dari yang diharapkan. Meski begitu, Marquez tetap menikmati tantangan yang ada.
"Hari ini menyenangkan, tetapi di saat yang sama juga rumit," ungkapnya.
“Kami menikmatinya karena ini layout baru, tetapi pada saat yang sama kami sangat menderita karena sangat berisiko dengan adanya bagian lintasan yang masih basah, terutama karena tikungan satu, dua, dan tiga cukup cepat. Jika Anda melakukan kesalahan di kondisi seperti itu, konsekuensinya bisa sangat mahal," tuturnya.
"Namun, selain itu, layout-nya bagus, dan kita lihat besok apakah bisa mendapatkan kondisi normal."
Tantangan Kondisi Lintasan
Marquez juga mengakui bahwa kondisi lintasan membuatnya sulit memaksimalkan pembelajaran pada hari pertama.
"Anda mempelajari titik pengereman, sedikit memahami racing line, tetapi pada akhirnya Anda lebih fokus pada bagian lintasan yang basah daripada layout itu sendiri," katanya.
"Jadi, saat ini sulit untuk menilai. Memang benar bahwa dalam kondisi basah (di FP1) Anda bisa berkendara sesuai keinginan, tetapi sore ini jauh lebih sulit," katanya lagi.
Pembalap tim Ducati Lenovo Team itu menutup sesi practice dengan catatan waktu tercepat kedua, hanya kalah dari Johann Zarco.
Ia juga menjadi pembalap Ducati tercepat, dengan Alex Marquez sebagai rekan sesama Desmosedici terbaik berikutnya di posisi keenam.
Sumber: Crash