Marco Bezzecchi Kebingungan: Aprilia Tak Beres di MotoGP Brasil, Gagal ke Q2

Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi ungkap penyebab terpuruk di sesi practice MotoGP Brasil 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Maret 2026, 11:45 WIB
Pembalap Italia dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli (kiri), dan pembalap Italia dari Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, berkompetisi selama sesi latihan MotoGP Grand Prix Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 20 Maret 2026. (EVARISTO SA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, mengakui ada yang tidak beres dengan motornya saat sesi practice MotoGP Brasil 2026. Situasi itu membuatnya gagal menembus zona Q2 dan harus puas berada di posisi ke-20.

Datang ke akhir pekan balapan di Brasil dengan status unggulan, terlebih setelah kemenangan di Thailand, Bezzecchi sebenarnya diharapkan tampil kompetitif. Karakter sirkuit serta pilihan ban dari Michelin disebut-sebut cocok dengan performa Aprilia.

Advertisement

Namun, harapan tersebut tak berjalan mulus. Meski membuka hari dengan cukup baik di FP1 yang berlangsung dalam kondisi lintasan basah, performa Bezzecchi justru anjlok drastis saat sesi practice.

Saat lintasan mulai cukup kering untuk penggunaan ban slick, hujan masih terus mengguyur sirkuit Ayrton Senna. Dalam kondisi yang sempat ideal untuk mencatat waktu terbaik, Bezzecchi gagal memaksimalkan peluang untuk mencetak lap yang cukup membawa dirinya ke Q2.


Cari Tahu Penyebabnya

Pembalap Aprilia Racing asal Italia, Marco Bezzecchi, selama sesi latihan MotoGP Grand Prix Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 20 Maret 2026.(EVARISTO SA / AFP)

Memasuki setengah jam terakhir, intensitas hujan kembali meningkat. Alhasil, Bezzecchi tak mampu memperbaiki catatan waktunya dan harus mengakhiri sesi di posisi ke-20, terpaut dua detik dari pembalap tercepat.

Ini juga menjadi kali pertama musim ini ia harus melalui Q1.

"Sore hari, terutama pada run pertama, yang sebenarnya paling ideal untuk mencetak waktu cepat karena kondisi cuaca, ada sesuatu yang tidak beres dengan Aprilia saya," ujar Bezzecchi.

"Namun, kami masih belum tahu apa penyebabnya."

Ia menambahkan bahwa tim masih berupaya mengidentifikasi masalah tersebut.

"Para engineers sedang menyelidikinya. Sulit untuk mengatakan apa yang salah dengan motor ini."


Ambil Risiko

Lantaran posisinya yang tertinggal, Bezzecchi mengaku sempat mengambil risiko demi memperbaiki posisi.

"Pada akhirnya, saya mencoba mengambil risiko karena berada di belakang."

"Masalahnya, saya melewatkan kesempatan saat kondisi lintasan sedang terbaik; saya tidak cukup cepat," lanjutnya.

Kini, fokusnya hanya satu: bangkit di sesi berikutnya, meski ia sadar tantangan di Q1 tidak akan mudah.

"Saat ini tujuan saya hanya memperbaiki performa, tetapi kami tahu Q1 selalu sangat kompetitif," ucapnya.


Tantangan Lintasan

Ia juga menyoroti kondisi lintasan yang menurutnya cukup menantang.

"Sirkuitnya menyenangkan. Satu-satunya masalah adalah aspalnya tidak cepat kering. Jika hujan turun, bagian basah akan bertahan sepanjang hari."

Bezzecchi bukan satu-satunya pembalap Aprilia yang kesulitan. Raul Fernandez dari tim Trackhouse Racing juga terpuruk di posisi ke-21 dan sama-sama gagal menembus Q2.

Sementara itu, Jorge Martin menjadi andalan Aprilia dengan menempati posisi keempat, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri bersama RS-GP. Rekan setim Fernandez, Ai Ogura, juga tampil cukup solid dengan mengamankan posisi ke-10.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait