Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi Phil Foden yang kini kesulitan menembus tim utama Manchester City.
Foden masih berjuang mendapatkan kembali tempatnya setelah melalui musim 2024/2025 yang berat. Ia harus menghadapi masalah kebugaran sekaligus kondisi mental yang berdampak signifikan pada performanya.
Pada final Carabao Cup melawan Arsenal akhir pekan lalu, gelandang asal Inggris itu baru dimainkan pada menit ke-90.
Sebelumnya, ia juga tidak diturunkan sama sekali saat Man City menghadapi Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Kendati Man City berhasil mengangkat trofi di Stadion Wembley, Rooney mengaku merasa iba melihat situasi Foden. Ia bahkan menyebut keputusan Pep Guardiola sebagai "pergantian karena belas kasihan".
Situasi Foden Terasa Aneh
Berbicara dalam program milik BBC, Rooney menilai momen singkat Foden di final terasa janggal untuk pemain sekelas dirinya.
"Saya merasa sedih untuknya, tetapi bukan karena dia masuk di final. Beberapa hari sebelumnya, dia bahkan tidak dimainkan sama sekali," kata Rooney.
"Kalau itu pemain muda seperti Max Dowman yang masuk di akhir laga, Anda akan menganggap itu pengalaman bagus. Tapi, melihat Phil Foden masuk di final, rasanya seperti pergantian karena belas kasihan agar dia merasakan lapangan," ujarnya.
Performa Foden memang menurun drastis. Setelah menjadi satu di antara pemain yang menonjol di Liga Inggris musim 2023/2024, perannya kini makin terpinggirkan, terlebih sejak kedatangan Antoine Semenyo pada Januari lalu.
Dalam 13 pertandingan terakhir di semua ajang, Foden hanya menjadi starter empat kali. Ia juga belum mencetak gol sejak 14 Desember, saat menghadapi Crystal Palace.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, dia pemain top. Rasanya aneh dia tidak bisa mendekati tim utama. Seperti ada sesuatu yang terjadi," kata Rooney.
"Saya pikir Foden sempat dalam performa bagus, tapi tiba-tiba kita tidak melihat dia mendapatkan menit bermain. Tentu dia senang timnya juara, tapi secara pribadi dia pasti ingin berada di lapangan dan memberi pengaruh," lanjutnya.
Foden Akui Sedang Naik-Turun
Foden tidak menutup-nutupi situasi yang sedang ia alami. Dalam konferensi pers terbaru, ia mengakui bahwa performanya memang sedang tidak stabil.
"Sepak bola kadang tidak berjalan lurus. Ada naik dan turun, dan kadang Anda tidak bisa menjadi versi terbaik dari diri Anda," kata Foden.
"Yang penting adalah bagaimana Anda bangkit kembali. Saya tetap fokus dan berusaha berlatih sebaik mungkin setiap hari," ujarnya.
Penjelasan Guardiola
Sementara itu, Guardiola memberikan pandangannya setelah pertandingan melawan Nottingham Forest. Ia menilai Foden menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, meski belum sepenuhnya kembali ke performa terbaik.
"Saya merasa dia bermain sangat baik. Tapi, kita terbiasa melihat dia sangat menentukan di sepertiga akhir lapangan. Itu akan kembali ketika dia bisa bermain lebih bebas tanpa banyak konsekuensi," kata Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa pemain berbakat seperti Foden membutuhkan keseimbangan antara struktur permainan dan kebebasan berekspresi.
'Pemain seperti ini, talenta besar, harus berada dalam sistem yang terorganisasi. Tanpa itu tidak mungkin. Tapi, mereka juga harus diberi ruang untuk mengekspresikan diri. Ketika dia mulai membuka satu momen saja, dia akan kembali karena dia selalu bisa membantu tim," tutur Guardiola.
Sumber: Sportsmole