Sengketa Panas Final Piala Afrika 2025, CAS Pastikan Proses Arbitrase Cepat dan Adil

CAS tegaskan siap menangani kasus kontroversial final Piala Afrika 2025.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 26 Maret 2026, 20:30 WIB
Penyerang Senegal bernomor punggung 10, Sadio Mane, mengangkat trofi saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekan setimnya setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika (CAN) 2025 melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat, Senin (19-1-2026) dini hari WIB. (SEBASTIEN BOZON/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kontroversi besar mewarnai penentuan juara Piala Afrika 2025. Senegal kini resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) atas keputusan yang memberikan gelar juara kepada Maroko.

Keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada 17 Maret lalu yang menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko di final 18 Januari 2026 memicu polemik luas. Padahal, laga tersebut awalnya berakhir tanpa gol sebelum terjadi insiden krusial di masa tambahan waktu.

Advertisement

Banding diajukan oleh Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) setelah para pemain mereka menolak melanjutkan pertandingan usai wasit memberikan penalti kepada tuan rumah.

Dalam pernyataannya, CAS memastikan bahwa panel arbitrase akan dibentuk untuk menangani sengketa tersebut.

Sekretaris Jenderal CAS, Matthieu Reeb, menegaskan kesiapan pihaknya.

"Pengadilan Arbitrase Olahraga sepenuhnya siap menyelesaikan sengketa seperti ini dengan bantuan arbiter yang ahli dan independen. Kami memahami bahwa tim dan suporter menantikan keputusan akhir, dan kami akan memastikan proses berjalan secepat mungkin, dengan tetap menghormati hak semua pihak untuk mendapatkan sidang yang adil," ujarnya.

Senegal memiliki waktu 20 hari untuk menyampaikan argumen hukum, sementara CAF akan diberi waktu tambahan 20 hari untuk memberikan pembelaan.

 


Dari Juara ke Dicabut

Pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw (C), dan tim merayakan kemenangan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan final Piala Afrika (CAN) 2025 melawan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat, Senin (19-1-2026) dini hari WIB. (Abdel Majid BZIOUAT/AFP)

Senegal sejatinya sempat dinyatakan sebagai juara setelah menang 1-0 atas Maroko lewat gol Pape Alassane Gueye di babak perpanjangan waktu.

Sebelumnya, penalti di menit akhir yang dieksekusi Brahim Diaz gagal berbuah gol. Namun, keputusan pemberian penalti itu memicu protes keras hingga para pemain Senegal meninggalkan lapangan, menyebabkan pertandingan tertunda sekitar 17 menit.

Situasi itu kemudian berujung pada perubahan hasil. Setelah banding dari Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) dikabulkan, CAF menyatakan Senegal melanggar Pasal 82 regulasi Piala Afrika.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa tim yang menolak melanjutkan pertandingan atau meninggalkan lapangan tanpa izin wasit sebelum waktu normal berakhir akan dinyatakan kalah dan tersingkir dari kompetisi.

Meski demikian, Senegal kini berupaya mengembalikan kemenangan mereka. FSF menyebut keputusan tersebut tidak adil dan memastikan akan membawa kasus ini ke CAS.

 


Reaksi Keras Pemain Senegal

Gelandang Senegal #26, Pape Gueye (kiri), dan rekan-rekan setimnya merayakan kemenangan mereka di akhir pertandingan final Piala Afrika (CAN) 2025 antara Senegal dan Maroko di Stadion Pangeran Moulay Abdellah di Rabat, Senin (19-1-2026) dini hari WIB. (FRANCK FIFE/AFP)

Tak lama setelah gelar mereka dicabut, FSF mengunggah video perayaan juara di media sosial, termasuk parade bus terbuka di dalam negeri.

Sejumlah pemain juga meluapkan reaksi mereka secara terbuka.

Winger Crystal Palace, Ismaila Sarr, mengunggah emoji tertawa di Instagram. Sementara pemain West Ham United, El Hadji Malick Diouf, menulis: "Juara, bersuaralah!"

Bek Lyon, Moussa Niakhate, bahkan menyindir: "Ambil saja (medali itu). Mereka gila."

Kiper Yehvann Diouf turut membagikan ulang momen perayaan dengan keterangan: "Di mata seluruh dunia."

Gelandang Rayo Vallecano, Pathe Ciss, juga melontarkan komentar pedas: "Tambahkan saja tiga gol lagi untuk para pengeluh," tulisnya, disertai emoji tertawa. "Juara Afrika!"

Kasus ini kini memasuki babak baru, dengan keputusan akhir dari CAS yang akan menentukan siapa sebenarnya yang berhak atas gelar juara Piala Afrika 2025.

 

Sumber: Express

Berita Terkait