BRI Super League: Sanksi Tambahan Komdis PSSI Bikin PSIM Rugi, Fahreza Sudin Menepi Lebih Lama

Gelandang andalan PSIM Yogyakarta, Fahreza Sudin, mendapatkan sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 28 Maret 2026, 16:30 WIB
Fahreza Sudin, gelandang PSIM Yogyakarta. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Yogyakarta - Gelandang andalan PSIM Yogyakarta, Fahreza Sudin, mendapatkan sanksi tambahan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah insiden kartu merah dalam laga kontra Semen Padang pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026, 4 Maret lalu.

Gelandang berusia 25 tahun itu harus menepi lebih lama. Fahreza dijatuhi larangan tampil dalam dua pertandingan tambahan, yakni saat menghadapi Dewa United Banten FC (3/4/2026) dan PSM Makassar (11/4/2026).

Advertisement

Sebelumnya, Fahreza sudah menjalani hukuman saat PSIM ditahan Persijap Jepara 2-2 (11/3/2026). Manajer PSIM, Razzi Taruna, memberikan konfirmasi mengenai rincian hukuman larangan bermain yang diterima sang pemain.

"Fahreza dipastikan absen dalam tiga pertandingan. Selain sanksi otomatis satu laga karena kartu merah melawan Padang, dia mendapatkan tambahan sanksi larangan bermain di dua laga dari Komite Disiplin," ujarnya.

 


Comeback Kontra Bhayangkara FC

Selebrasi gelandang Persita Tangerang, Fahreza Sudin usai membobol gawang Persib Bandung dalam laga lanjutan BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (15/4/2024). (Dok. PT Liga Indonesia Baru)

Dengan demikian, Fahreza Sudin baru bisa kembali memperkuat Laskar Mataram saat tandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan ke-28 BRI Super League di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, 17 April mendatang.

"Artinya, Fahreza baru bisa kembali bermain saat kita menghadapi Bhayangkara. Hal ini berlaku setelah tim melewati laga melawan PSM Makassar," ungkap Razzi Taruna.

Manajemen PSIM menyikapi hukuman tersebut secara terbuka. Razzi Taruna mengaku pihaknya menerima kartu merah yang didapat Fahreza, namun mempertanyakan tambahan sanksi dari Komdis PSSI.

"Secara pribadi dan klub, kami sepakat dengan keputusan kartu merah tersebut karena pelanggaran yang terjadi memang berisiko dan berbahaya. Terkait tambahan sanksi dua pertandingan dari Komdis, kami sebenarnya cukup mempertanyakannya," katanya.

"Tetapi kami tetap menghormati keputusan tersebut. Kehilangan Fahreza untuk tiga pertandingan tentu cukup terasa, mengingat dia adalah pemain reguler penting bagi tim," imbuh Razzi.

 


Melihat Sisi Positif

Kehilangan Fahreza Sudin selama tiga pertandingan tentu menjadi kerugian tersendiri bagi PSIM, mengingat perannya yang cukup vital di lini tengah.

Meski demikian, Razzi Taruna mencoba mengambil sisi positif dari situasi ini. Ia menyebut absennya Fahreza bisa menjadi peluang bagi pemain lain untuk unjuk kemampuan.

"Mengutip pernyataan coach Jean-Paul van Gastel, situasi ini memiliki dua sisi. Di satu sisi merugikan kedalaman skuad, tetapi di sisi lain, ini jadi kesempatan bagus bagi pemain-pemain lain yang berkesempatan menggantikan Fahreza untuk membuktikan diri," ungkapnya.

"Iklim kompetisi di dalam tim akan berjalan baik. Hal tersebut terjadi karena semua pemain bersaing secara sehat untuk bisa tampil dan mereka semua siap apabila ditunjuk oleh pelatih sewaktu-waktu," tutup Razzi.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait