Bola.com, Jakarta - Spekulasi mengenai pelatih baru Timnas Italia semakin liar setelah kegagalan kembali lolos ke Piala Dunia. Situasi ini memicu perubahan besar di tubuh sepak bola Italia, termasuk kemungkinan pergantian pelatih dalam waktu dekat.
Gennaro Gattuso diperkirakan akan meninggalkan jabatannya setelah gagal memenuhi target utama. Sebelumnya, Presiden FIGC, Gabriele Gravina, serta kepala delegasi Gianluigi Buffon juga telah lebih dulu mengundurkan diri.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah nama mulai bermunculan sebagai calon pengganti. Namun, satu nama yang mencuat justru di luar dugaan dan langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia.
Adalah Pep Guardiola, pelatih Manchester City, yang disebut-sebut berpotensi menjadi opsi mengejutkan bagi Italia.
Kandidat Klasik vs Opsi Revolusioner
Sejauh ini, kandidat yang paling sering disebut berasal dari kalangan pelatih Italia sendiri. Nama seperti Massimiliano Allegri, yang kini menangani AC Milan, masuk dalam radar.
Selain itu, dua mantan pelatih timnas, Roberto Mancini dan Antonio Conte, juga menjadi opsi realistis. Keduanya memiliki pengalaman dan rekam jejak kuat bersama Azzurri.
Namun, wacana kehadiran Guardiola menghadirkan dimensi berbeda. Ia dikenal dengan filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola yang sangat kuat, sesuatu yang kerap dianggap berseberangan dengan tradisi taktik khas Italia.
Guardiola dan Kedekatannya dengan Italia
Meski dikenal sebagai simbol sepak bola modern, Guardiola bukan sosok asing bagi Italia. Ia pernah bermain di Brescia dan AS Roma saat masih aktif sebagai pemain.
Pengalamannya tersebut membuat Guardiola cukup memahami kultur sepak bola Italia. Ia juga masih fasih berbahasa Italia dan kerap kembali ke negara tersebut.
Tak hanya itu, Guardiola juga dikenal memiliki respek tinggi terhadap pelatih-pelatih Italia. Ia beberapa kali memuji sosok seperti Gian Piero Gasperini dan Maurizio Sarri atas pendekatan taktik mereka.
Faktor-faktor ini membuat ide membawa Guardiola ke kursi pelatih Italia tidak sepenuhnya mustahil, meski tetap tergolong ambisius.
Tantangan Besar dan Peluang Sejarah
Jika benar terjadi, penunjukan Guardiola akan menjadi langkah revolusioner bagi Italia. Gaya bermainnya yang ofensif dan berbasis penguasaan bola bisa mengubah wajah tim nasional secara signifikan.
Namun, tantangan besar juga menanti. Filosofi Guardiola harus beradaptasi dengan karakter pemain Italia yang selama ini identik dengan pendekatan taktik disiplin dan pragmatis.
Dalam sejarahnya, Italia sangat jarang menggunakan pelatih asing. Terakhir kali hal itu terjadi saat Helenio Herrera berbagi peran pada era 1960-an.
Meski demikian, sepak bola modern mulai menunjukkan fleksibilitas yang lebih besar. Jika Carlo Ancelotti bisa meninggalkan Real Madrid untuk menangani tim nasional Brasil, maka bukan tidak mungkin Guardiola juga mengambil langkah serupa bersama Italia.
Kini, semua masih sebatas spekulasi. Namun, satu hal yang pasti, jika benar terwujud, kehadiran Guardiola akan menjadi salah satu keputusan paling berani dalam sejarah sepak bola Italia.