Liga Inggris: MU Krisis Bek Tengah Jelang Hadapi Chelsea di Premier League

Pelatih MU, Michael Carrick, harus memutar otak keras-keras untuk menyusun strategi terbaik di tengah minimnya pilihan bek tengah yang tersedia.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 15 April 2026, 21:00 WIB
Wasit asal Inggris, Paul Tierney, berbicara dengan bek Manchester United, Lisandro Martínez, setelah ia menarik rambut striker Inggris milik Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, yang berujung pada kartu merah untuk Martínez dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Leeds United di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 April 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) dilanda masalah besar di lini pertahanan menjelang laga penting di Premier League melawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (19/4/2026) dini hari WIB.

Pelatih MU, Michael Carrick, harus memutar otak keras-keras untuk menyusun strategi terbaik di tengah minimnya pilihan bek tengah yang tersedia.

Advertisement

Kekalahan 1-2 dari Leeds United di Old Trafford menjadi catatan kelam tersendiri bagi MU. Ini adalah kali pertama Leeds menang di Old Trafford dalam kompetisi liga sejak 1981.

Namun, yang lebih mengkhawatirkan bukan sekadar kekalahannya, melainkan kondisi lini belakang yang memprihatinkan.

Lisandro Martinez diusir dari lapangan akibat menarik rambut Dominic Calvert-Lewin, sehingga kini MU hanya menyisakan satu bek tengah senior.

Martinez bergabung dengan Matthijs de Ligt dan Harry Maguire yang lebih dulu absen karena cedera. De Ligt, yang memang kerap dirundung cedera, terakhir kali bermain untuk MU pada November lalu.

Sementara itu, Maguire menghadapi ancaman larangan bermain lebih panjang setelah sebelumnya mendapat kartu merah langsung saat melawan Bournemouth.

Maguire sudah menjalani satu pertandingan hukuman saat melawan Leeds, tetapi akibat tuduhan perilaku tidak pantas dari FA karena memprotes keputusan wasit kepada ofisial keempat, Maguire berpotensi absen pula saat menghadapi Chelsea.

Jika itu terjadi, Michael Carrick praktis hanya memiliki Ayden Heaven, bek tengah remaja, sebagai pilihan alami di posisi tersebut.

 
 

Kabar Positif dan Dilema di Lini Tengah

Dua gelandang Manchester United, Casemiro (kanan), dan Kobbie Mainoo. (AFP/Darren Staples)

 

Di tengah berbagai masalah yang menghimpit, ada secercah kabar baik bagi MU. Bryan Mbeumo dan Diogo Dalot siap tampil sejak awal melawan Chelsea.

Selain itu, cedera yang dialami Kobbie Mainoo disebut hanya bersifat ringan, sehingga ia diharapkan bisa kembali ke starting XI pada laga tersebut.

Absennya Kobbie Mainoo saat melawan Leeds terasa sangat menyakitkan, terutama mengingat rekam jejak buruk Manuel Ugarte ketika dipercaya menjadi starter musim ini.

MU hanya mampu memenangkan satu dari 10 laga saat gelandang asal Uruguay itu bermain sejak menit pertama.

Namun, jika Mainoo yang akan merayakan ulang tahun ke-21 pada akhir pekan ini ternyata belum fit untuk memulai pertandingan, Carrick memiliki dua opsi yang bisa dipertimbangkan.

Koresponden Manchester United dari SunSport, Samuel Luckhurst, menyarankan agar Mason Mount, yang dibeli seharga 55 juta pound pada 2023, dipasangkan bersama Casemiro untuk menghadirkan kemampuan playmaking dan energi yang sangat dibutuhkan di lini tengah.

Mason Mount terakhir kali menjadi starter saat melawan Brighton di Piala FA, sehingga memainkannya tentu mengandung risiko tersendiri, terutama mengingat sikap permusuhan yang kerap ia terima ketika bermain melawan mantan klubnya.


Posisi di Klasemen dan Target Champions League

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

 

MU saat ini unggul tujuh poin atas Chelsea yang berada di posisi keenam dalam persaingan memperebutkan tiket Liga Champions, di mana musim depan hanya lima tim teratas yang akan lolos.

Chelsea tengah dalam performa buruk dengan empat kekalahan dari lima laga terakhir, termasuk kalah 0-3 dari Manchester City pada akhir pekan lalu. Meski begitu, MU tidak boleh lengah dan membiarkan posisi mereka tergerus.

Michael Carrick enggan menyebut kegagalan lolos ke Liga Champions sebagai sebuah kegagalan saat berbicara jelang laga Leeds, tapi ia tetap menegaskan ambisi klub untuk bersaing di papan atas.

"Kata yang berat itu. Kami menerima posisi kami saat ini. Kami tahu sebagai klub kami ingin bersaing di puncak. Tidak ada yang bisa menyembunyikan itu," ujar Carrick.

"Namun, saya pikir ada langkah-langkah untuk bersikap realistis juga, dan berbicara tentang dari mana kami masuk dan di mana kami berada sekarang, terus membangun dari situ."

"Saya tidak akan menerima finis di posisi keenam, tidak. Bukan soal menerimanya, melainkan tentang berusaha finis setinggi mungkin," lanjutnya.


Laga Penentu Nasib di Stamford Bridge

 

Pilihan susunan pemain yang akan diturunkan Carrick melawan tim asuhan Liam Rosenior tersebut bisa menjadi penentu apakah Manchester United berhasil mengamankan tiket Liga Champions musim depan atau tidak.

Dengan segala keterbatasan yang ada, Carrick dituntut untuk mengambil keputusan terbaik dalam situasi yang jauh dari ideal demi menjaga posisi The Red Devils di papan atas klasemen Premier League.

Sumber: The Sun


Persaingan di Premier League

Berita Terkait