Dengan Nada Bercanda, Ronaldo Beberkan Alasan Potong Rambut Kuncung di Piala Dunia 2002: Karena Saya Bodoh

Legenda hidup sepak bola Brasil, Ronaldo, membeberkan alasannya memilih potongan rambut kuncung di Piala Dunia 2002.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 18 April 2026, 05:00 WIB
Ronaldo Nazario De Lima. Eks striker Brasil yang kini berusia 45 tahun dan kini menjabat sebagai presiden klub Real Valladolid ini menjadi bintang dalam putaran final Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Dua golnya di laga final membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Jerman 2-0. Total ia mengemas 8 gol dan membawanya merebut Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen. (AFP/Roberto Schmidt)

Bola.com, Jakarta - Legenda hidup sepak bola Brasil, Ronaldo, membeberkan alasannya memilih potongan rambut kuncung di Piala Dunia 2002. Dengan nada bercanda, pria yang kini berusia 49 tahun itu pun mengaku saat itu sedang bodoh.

Ronaldo menjadi bintang paling bersinar di Piala Dunia 2002. Mantan pemain Real Madrid tersebut berhasil mendulang delapan gol dan meraih status top skorer di turnamen itu pada 2002.

Advertisement

Berkat kontribusi Ronaldo, Timnas Brasil berhasil merengkuh trofi juara Piala Dunia yang ke-5. Pada partai final yang berlangsung di International Stadium, Yokohama, 30 Juni 2002, Tim Samba sukses membungkam Timnas Jerman dengan skor 2-0.

Sepasang gol kemenangan Timnas Brasil diborong pria yang dijuluki Il Fenomeno tersebut pada menit ke-67 dan 79'. Tak hanya penampilan impresif Ronaldo yang mencuri perhatian, tetapi juga gaya rambutnya.

Dalam pertandingan tersebut, sang legenda secara mengejutkan muncul dengan potongan rambut yang unik. Dia bermain dengan potongan rambut hampir plontos dan menyisakan rambut di ujung depan kepalanya.

Kalau di Indonesia, potongan rambut itu pernah terkenal dengan sebutan 'kuncung'.

 


Saya Bodoh

Rambut unik Ronaldo menarik perhatian publik pada Piala Dunia 2002. (PESEDIT)

Setelah bertahun-tahun, gaya kuncung yang diperlihatkan Ronaldo masih viral hingga kini. Meski begitu, Ronaldo merasa menyesal pernah memilih potongan rambut tersebut, dan merasa pemilihan tersebut karena dirinya bodoh.

"Saya rasa karena saya bodoh memilih potongan rambut itu!" ucap Ronaldo dengan nada bercanda dalam konferensi pers di The Dharmawangsa Jakarta, Jakarta Selatan, pada Sabtu (17/4/2026).

"Saat masih muda, Anda sering melakukan hal-hal yang nantinya harus dijelaskan. Ya, memang itu sedikit untuk mengalihkan perhatian menjelang pertandingan."

"Tapi saya rasa itu tidak benar-benar mengalihkan perhatian siapa pun. Itu hanya hal bodoh yang saya lakukan sebagai pemain muda, jadi bukan sesuatu yang besar," lanjutnya.

 


Minta Maaf kepada Para Ibu

Ronaldo Nazario de Lima. Eks striker yang kini berusia 46 tahun dan telah pensiun pada Februari 2011 ini tercatat sebagai pengoleksi caps terbanyak kedua bersama Timnas Brasil dalam ajang Piala Dunia. Ia total bermain 19 laga dalam 4 edisi Piala Dunia mulai 1994 hingga 2006 dengan torehan 15 gol dan 5 assist. Ia sempat menjadi pencetak gol terbanyak di ajang Piala Dunia dengan 15 golnya, dan baru dipatahkan oleh Miroslav Klose dengan 16 gol sejak edisi 2014. Total 2 trofi juara berhasil diraihnya pada edisi 1994 dan 2002. Namun pada 1994 ia hanya duduk di bangku cadangan tanpa sekalipun dimainkan. (AFP/Antonio Scorza)

Gaya rambut unik Ronaldo tidak hanya menjadi perbincangan, tetapi juga memengaruhi banyak anak-anak di seluruh dunia yang meniru penampilan idolanya. Dia pun meminta maaf kepada para ibu karena anak-anak meniru potongan rambut kuncungnya.

"Selama bertahun-tahun, saya juga sering meminta maaf kepada para ibu, karena anak-anak mereka meniru potongan rambut itu," kata Ronaldo.

"Saya membuat gaya rambut itu bertahun-tahun lalu, dan sampai sekarang masih merasa perlu minta maaf. Tetapi akhirnya, gaya itu jadi sesuatu yang diasosiasikan dengan hal baik, sesuatu yang dilakukan seorang juara," tambahnya.

 


Jadi Pelatih DRX World Legends

Legenda Timnas Brasil, Ronaldo Nazario, saat menghadiri jumpa pers jelang laga DRX World Legends versus Barcelona Legends di The Dharmawangsa Jakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (17/4/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ronaldo merupakan satu dari sederet legenda sepak bola dunia yang menjadi bagian dari Clash of Legends yang mempertemukan DRX World Legends versus Barcelona Legends. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026) malam WIB.

Sayangnya Ronaldo tidak bakal bermain dalam pertandingan tersebut. Dia kemungkinan hanya akan menjadi pelatih untuk DRX World Legends yang diperkuat Alessandro Del Piero, Fabio Cannavaro, Franck Ribery, hingga David Silva.

"Anda tahu, sudah lama juga saya tidak bermain dalam pertandingan sepak bola," ujar Ronaldo.

"Saya banyak bermain tenis, tetapi saya sudah tidak berlari lagi. Dulu saya cepat, saya berlari sangat cepat dulu, saya rasa sekarang saya sudah tidak bisa melakukan itu lagi," jelas eks penyerang AC Milan tersebut.

Berita Terkait