Bikin Gaduh soal Paspor Pemain Timnas Indonesia, NAC Breda Diserang Klub-Klub Eredivisie

Polemik paspor dan izin kerja pemain Timnas Indonesia yang diadukan NAC Breda memunculkan babak baru.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 18 April 2026, 15:00 WIB
NAC Museum. Sama seperti pertandingannya yang tanpa penonton, Museum NAC Breda juga terpaksa tutup karena pandemi Covid-19. NAC kini berlaga di divisi kedua Liga Belanda atau Eerste Divisie dan bertengger di posisi 4 klasemen. (Bola.com/Tito Sianipar)

Bola.com, Jakarta - Polemik paspor dan izin kerja pemain Timnas Indonesia yang diadukan NAC Breda memunculkan babak baru. Klub-klub di Eredivisie ramai-ramai mengambil sikap yang ditujukan kepada NAC Breda dengan berupa kecaman dan kemarahan.

Penyebab seluruh situasi ini dimulai dari pertandingan di Deventer tanggal 15 Maret 2026, di mana NAC menderita kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Bek Go Ahead Eagles, Dean James, bermain dalam pertandingan itu, yang kemudian terungkap bahwa ia tidak memenuhi syarat untuk bermain pada saat itu.

Advertisement

Setelah dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, bek kiri tersebut dianggap tidak memiliki izin kerja dan tempat tinggal yang sah di Belanda. Situasi yang sama dialami oleh Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens.

NAC sebelumnya telah mengajukan banding ke KNVB meminta agar pertandingan tersebut diulang. Meskipun jaksa untuk sepak bola profesional memihak NAC berdasarkan alasan hukum, namun tidak melihat alasan untuk menjatuhkan hukuman atau mengubah hasil pertandingan.


Picu Kemarahan

Aksi bek Timnas Indonesia, Dean James saat memperkuat Go Ahead Eagles menjamu VfB Stuttgart dalam lanjutan Liga Europa 2025/2026, (28/11/2025). (AFP/Vincent Jannink)

Alhasil pemain-pemain Indonesia terseret polemik itu, seperti; Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Tim Geypens. Mereka terkena dampaknya, dengan diparkir sementara dari aktivitas latihan hingga pertandingan resmi.

Pekan lalu, KNVB akhirnya memutuskan bahwa klub maupun pemain yang bersangkutan tidak bersalah dan bisa kembali bermain. Keinginan NAC Breda yang meminta laga ulang melawan Go Ahead Eagles juga digugurkan, meski klub tersebut mengajukan banding dua hari lalu.

Atas polemik yang sudah meluas, membuat banyak klub sesama kontestan Eredivisie ikut bersikap dan ditujukan kepada NAC Breda. Direktur NAC Breda, Remco Oversier menjadi sasarannya.

Dalam sebuah pertemuan digital antarklub Liga Belanda yang dilakukan baru-baru ini, NAC Breda mendapat kecaman dan kemarahan tim lain yang ikut dirugikan dalam polemik paspor.

"NAC Breda telah menuai kemarahan klub-klub Belanda lainnya dengan mengajukan gugatan setelah pertandingan melawan Go Ahead Eagles. Direktur NAC, Remco Oversier, dikritik selama pertemuan digital antar klub," demikian pemberitaan dari Voetbal Primeur.


Tambah Meluas

Kengototan kubu NAC Breda yang ingin agar laga kontra Go Ahead Eagles diulang, adalah hal yang tidak bisa diwujudkan oleh otoritas sepak bola Belanda. Klub-klub Belanda juga jelas menentang keinginan dari NAC Breda tersebut.

Pertemuan digital dari klub-klub Eredivisie dikabarkan berlangsung panas. Penolakan dari banyak klub atas keinginan NAC Breda, bisa merembet ke pertandingan-pertandingan lainnya yang tidak hanya melibatkan Go Ahead Eagles, tapi juga tim-tim lain.

Voetbal Primeur melaporkan bahwa seorang sumber internal menggambarkan suasana pertemuan sebagai 'lapangan desa tempat Oversier dilempari tomat busuk'. Oversier sendiri menyatakan bahwa ia bertindak demi kepentingan terbaik klubnya.

"NAC tetap teguh dan mempertanyakan sikap klub-klub lain. Menurut kubu NAC, kesepakatan bersama juga dapat dicapai untuk tidak mengajukan klaim lebih lanjut, tetapi klub-klub lain gagal melakukannya," lanjut informasi dari Voetbal Primeur.


Menunggu Hasil Pengadilan

Pemain Go Ahead Eagles, Dean James, merayakan kemenangan atas Panathinaikos pada laga Liga Europa di Stadion Olimpiade Athena, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Masih dalam pemberitaan tersebut, klub-klub menuduh NAC hanya memprioritaskan kepentingan pribadi, sementara konsekuensi potensial dari gugatan dapat meluas jauh melampaui pertandingan khusus ini.

Kasus ini akan disidangkan di pengadilan di Utrecht pada 28 April mendatang. Sementara itu, beberapa klub, termasuk Ajax, Feyenoord, FC Twente, FC Volendam, dan Telstar, telah mengindikasikan bahwa mereka tetap membuka opsi hukum.

Sumber: Voetbal Primeur

Berita Terkait