Legenda Belanda Bela NAC Breda soal Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia, Sebut Banyak Klub Lakukan Kesalahan Sama

Mantan pemain Feyenoord dan Timnas Belanda, Pierre van Hooijdonk, ikut berkomentar mengenai polemik paspor dan kelayakan administrasi pemain non Uni Eropa yang sedang hangat di kompetisi Liga Belanda.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 21 April 2026, 12:15 WIB
Pemain Go Ahead Eagles, Dean James, merayakan kemenangan atas Panathinaikos pada laga Liga Europa di Stadion Olimpiade Athena, Jumat (3/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Thanassis Stavrakis)

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Feyenoord dan Timnas Belanda, Pierre van Hooijdonk, ikut berkomentar mengenai polemik paspor dan kelayakan administrasi pemain non Uni Eropa yang sedang hangat di kompetisi Liga Belanda.

Klub NAC Breda yang pertama kali mengadukan keabsahan pemain Go Ahead Eagles dalam pertandingan Eredivisie satu bulan silam. Kala itu NAC dibantai setengah lusin gol alias 0-6 oleh tuan rumah Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.

Advertisement

Bek Go Ahead Eagles, Dean James, bermain dalam pertandingan itu, yang kemudian terungkap ia tidak memenuhi syarat untuk bermain pada saat itu. Dari sini kemudian polemik paspor dan izin kerja pemain yang sudah bukan lagi warga negara Belanda dipersoalkan, lalu meluas ke sejumlah klub lain.

Setelah dinaturalisasi sebagai warga negara Indonesia, bek kiri tersebut dianggap tidak memiliki izin kerja dan tempat tinggal yang sah di Belanda. Situasi yang sama dialami oleh Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens.

NAC sebelumnya telah mengajukan banding ke KNVB meminta agar pertandingan tersebut diulang. Meskipun jaksa untuk sepak bola profesional memihak NAC berdasarkan alasan hukum, namun tidak melihat alasan untuk menjatuhkan hukuman atau mengubah hasil pertandingan.

 


NAC Breda Banyak Dimusuhi

Gara-gara polemik yang sudah meluas, banyak klub sesama kontestan Eredivisie ikut bersikap dan ditujukan kepada NAC Breda. Direktur NAC Breda, Remco Oversier, menjadi sasarannya.

Dalam sebuah pertemuan digital antarklub Liga Belanda yang dilakukan baru-baru ini, NAC Breda mendapat kecaman dan kemarahan tim lain yang ikut dirugikan dalam polemik paspor.

Kengototan kubu NAC Breda yang ingin agar laga kontra Go Ahead Eagles diulang tidak bisa diwujudkan oleh otoritas sepak bola Belanda. Klub-klub Belanda juga jelas menentang keinginan dari NAC Breda tersebut.

Pertemuan digital dari klub-klub Eredivisie belum lama ini dikabarkan berlangsung panas. Penolakan dari banyak klub atas keinginan NAC Breda, bisa merembet ke pertandingan-pertandingan lainnya yang tidak hanya melibatkan Go Ahead Eagles, tapi juga tim-tim lain.

Sebuah laporan seorang sumber internal menggambarkan suasana pertemuan sebagai 'lapangan desa tempat Oversier dilempari tomat busuk'. Oversier menyatakan bertindak demi kepentingan terbaik klubnya.

 


Tidak Adil

Ilustrasi - Logo Eredivisie (Bola.com/Adreanus Titus)

Pierre van Hooijdonk menyatakan tidak adil jika semua orang dan segala sesuatu berbalik melawan NAC Breda terkait masalah paspor di sepak bola Belanda. Ia menekankan yang dilakukan NAC Breda sudah benar dan menganggap KNVB atau asosiasi sepak bola Belanda yang tidak tegas.

"Itu reaksi yang sangat mudah. Saya hanya berpikir bahwa semua klub dalam situasi yang sama akan membuat pilihan yang sama persis seperti NAC. Jika Anda berada di peringkat ketujuh belas, dengan selisih poin ini, saya pikir semua orang akan melakukan itu. Fokusnya sangat tertuju pada NAC, tetapi mereka (beberapa klub) melanggar aturan,"

"Saya punya contoh dari pertandingan piala Belanda antara PSV dan Heerenveen. Ternyata mereka menurunkan pemain yang sedang diskors. PSV kalah dalam pertandingan itu," lanjut pria berusia 56 tahun.

Van Hooijdonk tampaknya merujuk pada situasi pada 2007. Meskipun menang 0-3 di Jong Heerenveen, PSV Eindhoven lalu tersingkir dari Piala Belanda karena memainkan Manuel da Costa yang sebenarnya sedang diskors.

 


Respek untuk Ajax

Aksi penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes sat memperkuat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026, Minggu (22/3/2026) malam WIB. (Instagram Maarten Paes)

Polemik paspor yang dialami Dean James dan beberapa pemain lain dari Indonesia, tak dialami Maarten Paes. Di tengah kondisi tersebut, Maarten Paes justru melenggang tanpa kendala. Kiper yang sebelumnya membela FC Dallas itu resmi kembali ke Belanda usai direkrut Ajax Amsterdam pada bursa transfer Januari 2026.

Kunci utama di balik mulusnya proses Paes disebut terletak pada langkah antisipatif Ajax. Klub raksasa Belanda itu bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait status administratif sang pemain sebelum proses transfer benar-benar diselesaikan.

"Bukankah masalahnya terletak pada KNVB? Ini sudah diketahui setahun yang lalu. Faktanya adalah masalah ini baru diangkat sekarang, tetapi semua orang telah lalai. Ajax adalah satu-satunya yang tidak lalai," tandas Van Hooijdonk.

Sumber: Voetbal Primeur

Berita Terkait