Belum Selesai! Ini 7 Alasan Arsenal Masih Bisa Juara Premier League Pertama dalam 22 Tahun

Arsenal memang di bawah tekanan besar setelah kekalahan dari Manchester City. Namun, peluang untuk meraih juara Premier League sebetulnya masih cukup besar.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 21 April 2026, 16:15 WIB
Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)
“Belum selesai.” Itulah kata-kata Declan Rice kepada rekan-rekannya di Arsenal usai kekalahan 2-1 dari Manchester City, Minggu lalu.

Bola.com, Jakarta - Arsenal memang di bawah tekanan besar setelah kekalahan tersebut. Namun, peluang untuk meraih juara Premier League sebetulnya masih cukup besar.

Sentimen Rice pun dibagikan oleh pelatih Mikel Arteta, yang menegaskan bahwa perburuan gelar baru dimulai sekarang. Suporter Arsenal yang bertandang ke Etihad juga menunjukkan dukungan penuh, bukan mengeluh atas kekalahan yang memberi kendali kepada City. Alih-alih menyerah, mereka tetap di belakang timnya.

Advertisement

Apa saja alasan optimisme Arsenal? Berikut tujuh poin kuat mengapa pasukan Arteta masih berpeluang raih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.

 


1. Jadwal Sisa yang Lebih Mudah

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Arsenal punya run-in lebih ringan dengan lima laga tersisa, semuanya di London. Tiga di antaranya home, dan lawan-lawan berada di papan bawah klasemen.

Selanjutnya Newcastle yang sedang terpuruk dengan empat kekalahan beruntun, lalu Fulham yang hanya menang sekali dari enam laga terakhir. Kunjungan ke London Stadium berpotensi sulit karena West Ham sedang perang kelasmen, tapi laga kandang lawan Burnley pada 17 Mei seharusnya lancar.

Laga penutup di Selhurst Park lawan Crystal Palace biasanya berat, tapi Palace kemungkinan besar capek usai final Conference League tiga hari sebelumnya. Oliver Glasner pasti prioritaskan Eropa daripada pekan ke-38.

Sementara City punya enam laga tersisa, empat di antaranya lawan tim papan atas. Kunjungan ke Everton dan Bournemouth kelihatan tricky, begitu juga home lawan Brentford yang haus tiket Eropa. Mereka juga jamu Burnley dan Palace sebelum tutup musim lawan Aston Villa.

 


2. Pemain Kunci Kembali

Pemain Arsenal Bukayo Saka merayakan gol bersama Declan Rice dalam pertandingan Liga Champions melawan Olympiacos di Stadion Emirates, London, Inggris, Kamis, 2 Oktober 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Arsenal ke Etihad tanpa dua bek kanan utama dan penyerang paling berbahaya. Jurrien Timber, Riccardo Calafiori, dan Bukayo Saka diperkirakan segera pulih, mengembalikan kreativitas dan fluiditas yang hilang.

Saka khususnya kembali dengan motivasi tinggi sebagai leader. Melewatkan lima laga terakhir pasti bikin dia geram. Dia jelas upgrade besar dari Noni Madueke, yang starter empat laga tapi kesulitan beri dampak.

 


3. Kai Havertz Mulai Ngelus

Pemain Arsenal, Kai Havertz, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Estadio Jose Alvalade, Rabu (8/4/2026). (AP Photo/Armando Franca)

Kai Havertz bukan penyelesai akhir mematikan—seperti terlihat lawan City—tapi kehadirannya bikin lini depan Arsenal lebih solid. Di Etihad, dia top: tahan bola, libatkan rekan, dan pressing efektif.

Strategi ini harus diteruskan karena Havertz fit total. Viktor Gyokeres memang top skorer dan pekerja keras, tapi kurang cerdas taktik dan teknis. Swedia itu bagus sebagai cadangan lawan tim lelah, tapi kunci serangan kini di tangan Havertz.

 


4. Cedera Rodri Jadi Momok City

Pemain Manchester City, Rodri, berebut bola dengan pemain Arsenal, Declan Rice, dalam pertandingan Liga Inggris di Etihad, Inggris, Minggu (19/4/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Momen penentu Minggu lalu mungkin bukan gol Erling Haaland, tapi cedera Rodri di menit akhir. Gelandang Spanyol itu krusial bagi City—lagi-lagi luar biasa lawan Arsenal.

Pep Guardiola bilang Rodri kena masalah groin dan butuh tes. Absennya akan jadi pukulan telak. Cadangannya, Nico González, belum selevel. Fans City mungkin bilang rekor tanpa Rodri lebih baik musim ini, tapi abaikan performa akhirnya: dominan di 10 dari 11 laga terakhir.

 


5. Eze dan Odegaard Bebas Berkreasi

Erling Haaland menjadi kunci kemenangan Manchester City saat menjamu Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Minggu (19/04/2026) waktu setempat. (AP Photo/Dave Thompson)

Minggu lalu cuma kali keempat Martin Odegaard dan Eberechi Eze starter bareng musim ini. Masalahnya: cedera (Odegaard terutama) dan Arteta enggan mainkan Eze di sayap kiri.

Lawan City, Eze pertama kali di kiri sejak Desember kalah dari Villa—dan dia main apik. Bareng Odegaard, mereka beri kestabilan teknis yang hilang akhir-akhir ini.

Keduanya playmaker paling kreatif Arsenal, paling jago bongkar pertahanan. Semakin banyak main, Arsenal makin ekspansif—penting kalau gelar ditentukan selisih gol. Fans berharap Eze dapat jatah tetap di kiri, apalagi Trossard dan Martinelli nol gol di EPL 2026.

 


6. Kini Pemburu, Bukan Buruan

Erling Haaland dan Gabriel Magalhaes bersitegang pada laga Manchester City vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026). (Darren Staples / AFP)

Asumsi City kalahkan Burnley Rabu ini, Arsenal bakal berganti mental sebelum jamu Newcastle Sabtu. Musim ini mereka buruan sebagai pemuncak, tapi akhir pekan bisa jadi pemburu.

Efeknya? Melepas beban. Di perburuan 2024, Arsenal lebih cocok kejar daripada dikejar. Setelah kalah dari Villa, mereka menang enam laga sisa sambil cetak 16 gol.


7. Super-Komputer Masih Jagokan Arsenal

Konsolasi buat fans: super-komputer Opta masih anggap Arsenal unggul. Dari 10.000 simulasi, peluang juara 73% meski kalah di City. Data bilang, mereka di atas angin.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait