Bangkit dari Luka, Jorge Martin Kejar Kemenangan Perdana Bersama Aprilia

Perjalanan Jorge Martin pada awal MotoGP 2026 menghadirkan cerita menarik. Setelah musim lalu dihantam cedera dan persoalan kontrak, pembalap Aprilia itu kini perlahan kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai juara dunia.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 24 April 2026, 12:00 WIB
Balapan yang digelar di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB juga diwarnai beberapa kecelakaan. Tampak dalam foto, pembalap Red Bull KTM Tech3 asal Spanyol, Maverick Vinales terjatuh saat Sprint Race MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, Sabtu 21 Maret 2026 waktu setempat atau Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (EVARISTO SA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan Jorge Martin pada awal MotoGP 2026 menghadirkan cerita menarik. Setelah musim lalu dihantam cedera dan persoalan kontrak, pembalap Aprilia itu kini perlahan kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai juara dunia.

Dalam tiga seri awal, grafik performanya terus menanjak. Ia mengoleksi 18 poin, lalu meningkat menjadi 27, hingga akhirnya meraih 32 poin, termasuk podium perdananya bersama Aprilia di Brasil dan kemenangan sprint di Texas.

Advertisement

Kini, satu target besar masih tersisa: kemenangan grand prix pada balapan utama hari Minggu.

Martin mengakui start musim ini cukup positif, tetapi ia merasa belum berada di titik ideal untuk merebut kemenangan utama.

“Saya merasa ini awal musim yang bagus, tapi saya belum siap untuk menang di grand prix,” ujarnya.

“Kalau ada kesempatan, tentu saya akan mencoba. Tapi saya sudah senang bisa berada di sini dan bersaing lagi.”

Ia juga menyinggung kondisi setahun lalu saat hanya bisa menyaksikan balapan dari rumah sakit.

“Tahun lalu saya hanya menonton dari rumah sakit. Jadi sekarang bisa kembali balapan saja sudah membuat saya sangat bahagia.”

 


Luka Lama Jadi Pelajaran Berharga

Jorge Martin saat finis pertama pada Sprint Race MotoGP Amerika Serikat di Sirkuit Austin, Texas. (EVARISTO SA / AFP)

Musim 2025 menjadi periode sulit bagi Martin. Ia mengalami 11 tulang rusuk patah dan paru-paru kolaps di Qatar, ditambah cedera tangan dan pergelangan kaki pada pramusim.

Belum lagi konflik kontrak dengan Aprilia yang sempat membuat situasinya memanas.

Namun, Martin memilih melihat semua itu sebagai proses pembelajaran.

“Saya tidak menyesali apa pun dari masa lalu. Saya hanya mencoba belajar dan berkembang setiap saat,” katanya.

“Musim lalu memang sangat sulit, tapi itu membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat sekarang.”

 


Adaptasi dengan Aprilia Makin Matang

Duo Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi bakal bersaing jadi juara dunia MotoGP 2026. (Aprilia)

Salah satu kunci kebangkitan Martin musim ini adalah kenyamanannya dengan motor RS-GP. Ia merasa sudah mulai menyatu dengan karakter motor tersebut.

“Saya merasa Aprilia sekarang seperti motor saya sendiri,” ucapnya.

“Saya mengubah banyak hal kecil dari gaya balap saya untuk beradaptasi, karena motornya benar-benar berbeda.”

Martin juga menyebut pengembangan motor selama musim dingin sangat membantu proses adaptasinya.

“Saat pertama mencoba di Thailand, saya langsung merasa nyaman. Semuanya terasa lebih mudah.”

 


Tinggal Selangkah Lagi

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, asal Spanyol, menghadiri sesi media scrum selama Grand Prix MotoGP Jepang di Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, pada 25 September 2025. (TOSHIFUMI KITAMURA/AFP)

Dengan performa yang terus meningkat, Martin kini hanya selangkah lagi menuju target berikutnya. Ia sudah meraih podium dan kemenangan sprint, sehingga fokusnya kini tertuju pada kemenangan di balapan utama.

“Sekarang langkah berikutnya memang menang di hari Minggu. Itu tidak mudah,” katanya.

“Tapi saya sudah senang dengan apa yang terjadi sejauh ini. Yang penting sekarang adalah tetap fokus, hadir di setiap momen, dan menikmatinya.”

Berita Terkait