Mantan Ketua The Jak Soroti 3 Masalah yang Harus Diatasi Persija Jakarta dalam Perburuan Gelar BRI Super League

Persija Jakarta masih terpatri di posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 28 April 2026, 20:00 WIB
Pemain Persija, Gustavo Almeida dos Santos (tengah) dan Jean Mota Oliveira de Sousa (kanan) merayakan gol kemenangan atas Persis Solo pada pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 27 April 2026 malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - Hingga pekan ke-30, Persija Jakarta masih terpatri di posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan torehan 62 poin.

Macan Kemayoran terpaut empat angka dari Borneo di posisi kedua yang bermodalkan 66 poin dan Persib Bandung di posisi teratas dengan poin yang sama.

Advertisement

Meski berat, kans tim asuhan Mauricio Souza untuk memenangkan perburuan gelar masih terbuka. Dengan catatan, Rizky Ridho dkk. jangan sampai kalah dalam empat laga tersisa. Seraya berharap Borneo dan Persib tergelincir alias kalah dari lawannya masing-masing.

Dari segi materi pemain, Persija sebenarnya tak kalah kinclong. Dukungan juga terus mengalir dari semua pihak, termasuk suntikan semangat dari pendukung setianya Thejak.


Harus Fokus

Gelandang tengah Persija, Van Basty Sousa e Silva (kedua kanan) mengontrol bola saat melawan Persis Solo pada pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 27 April 2026 malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Hal tersebut dilontarkan mantan Ketua Thejak, Richard Achmad, via kanal YouTube Bicara Bola belum lama ini.

"Kalau gua lihat gini. Secara materi, orang enggak meragukan. Gubernur sudah beri dukungan, sponsor melalui perusahaan daerah sudah ada. Tinggal memang harusnya pemain fokus," kata Richard.

"Fokus dalam pengertian, kalau lihat dalam beberapa pertandingan harusnya partai home tuh disikat habis jadi poin. Tapi kan ada yang draw ada yang kalah. Nah, ini kan kelalaian sebuah tim," imbuhnya.

 


Soroti Pemain Asing

Penyerang Persija, Allano Brendon de Souza Lima (kedua kanan) terjatuh saat berebut bola dengan pemain Persis Solo pada pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 27 April 2026 malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Richard juga menyoroti soal pemain asing Persija yang didominasi dari Brasil, termasuk pelatih Mauricio Souza.

"Apakah ada faktor lain yang misalkan memang ini mayoritas ya, hampir semua pemain asing dari Brasil. Itu mungkin juga. Karena kan pelatihnya Brasil. Mungkin dari sisi yang lain, bisa ketemu memang. Misalnya soal komunikasi jadi lebih mudah," tukas Richard.

"Tapi juga harus melihat soal egosentrisnya. Ini Brasil semua. Kira-kira gitu. Ini juga harus, dalam pengertian manajemen harus mawas diri. Harus dikaji ulang. Aman tidak ini kalau modelnya begini."

"Apalagi ada target, Pak Gubernur tahun depan harus juara. Jadi memang harus lebih mendalam kan gitu. Itu yang pertama."


Usulan ke Manajemen

Bek kanan Persija, Bruno Nunes de Barros (kanan) mencoba melewati adangan pemain Persis Solo pada pertandingan pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 27 April 2026 malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Menurut Richard, seharusnya antara manajemen, suporter, dan pemerindah daerah sering bertemu untuk membahas kelebihan dan kekurangan tim.

"Yang kedua, menurut gua ya, komunikasi antar semua lini harus ketemu. Suporter dan juga manajemen dan juga pemerintah daerah harus ketemu. Sering-sering ketemu," tandas Richard.

"Tidak hanya cuma sebatas simbol, tapi ya harus memang ketemu. Karena kekurangan dan kelebihan bisa diobrolin di pertemuan itu."

Richard juga memberikan masukan agar kepengrusan Thejak saat ini memberikan tekanan kepada manajemen, juga tim pelatih. Tujuannya jelas, yakni agar tim lebih fokus meraih kemenangan.

"Pengurus The Jak sekarang harus kasih pressure ke manajemen, ke tim pelatih," ujar Richard.

"mereka bekerja untuk sebuah kemenangan. Kan gitu. Itu aja sebenarnya. Kan banyak hal yang lalai, tiba-tiba hilang poin. Artinya, tim ini kurang fokus dalam proses perebutan kemenangan," tutup Richard.

Berita Terkait