Karier Lagi Tak Jelas, Jadon Sancho Malah Tembus Final Eropa Ketiga Beruntun

Jadon Sancho bikin catatan unik, tiga musim beruntun masuk final kejuaraan Eropa dengan klub berbeda.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Mei 2026, 20:00 WIB
Bek Brasil Lille #04, Alexsandro (kanan), memblokir tembakan dari bek Inggris Aston Villa #19 Jadon Sancho selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa UEFA antara Aston Villa dan Lille LOSC di Villa Park di Birmingham, Inggris tengah pada 19 Maret 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Aston Villa berhasil menembus final kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 44 tahun setelah menyingkirkan Nottingham Forest di semifinal Liga Europa.

Kemenangan telak 4-0 di Villa Park membuat tim asuhan Unai Emery melangkah ke partai puncak dengan cara meyakinkan.

Advertisement

Villa bangkit setelah sempat tertinggal agregat dan akhirnya menutup laga dengan dominasi penuh.

Ollie Watkins membuka jalan kebangkitan Villa sebelum John McGinn mencetak dua gol pada babak kedua. Emiliano Buendia kemudian melengkapi pesta kemenangan di depan pendukung sendiri.

Keberhasilan tersebut membawa Emery kembali ke habitat favoritnya. Pelatih asal Spanyol itu kini akan menjalani final Liga Europa kelima sepanjang karier kepelatihannya.

Emery memang memiliki reputasi khusus di kompetisi ini. Ia empat kali menjuarai Liga Europa, termasuk tiga gelar beruntun bersama Sevilla pada 2014 hingga 2016.

Satu-satunya kekalahan Emery di final Liga Europa terjadi ketika menangani Arsenal pada 2019 saat takluk dari Chelsea.


Sorotan ke Sancho

Gelandang Aston Villa asal Argentina #10, Emiliano Buendia (kanan), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Aston Villa asal Inggris #19, Jadon Sancho, dalam pertandingan Phase League Liga Europa antara Aston Villa dan Bologna di Villa Park, Birmingham, Inggris tengah, pada 25 September 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Bagi Aston Villa, pengalaman tampil di final Eropa merupakan momen langka. Sebelumnya, klub dari Birmingham tersebut terakhir kali mencapai partai final kompetisi antarklub Eropa saat menjuarai Piala Champions Eropa pada 1982.

Di tengah keberhasilan Villa, sorotan juga mengarah kepada Jadon Sancho.

Winger berusia 26 tahun itu berpeluang tampil di final Eropa untuk musim ketiga berturut-turut bersama tiga klub berbeda.

Ironisnya, situasi tersebut terjadi ketika masa depan Sancho justru masih tidak jelas.

Sancho saat ini masih terikat kontrak dengan Manchester United, tetapi sudah 2,5 tahun berada jauh dari Old Trafford. Masa peminjamannya bersama Aston Villa akan berakhir pada 30 Juni mendatang.

Jika tidak ada perubahan situasi, Sancho bisa memasuki musim panas nanti tanpa klub.

Padahal, final Liga Europa melawan Freiburg di Istanbul akan berlangsung kurang dari satu bulan sebelum kontraknya di Villa habis.


Trofi Eropa Kedua Beruntun

Pemain Chelsea, Jadon Sancho, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Real Betis pada laga final UEFA Conference League 2024/2025, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB. Chelsea menjadi juara UEFA Conference League setelah menang 4-1 atas Real Betis. (AP Photo/Czarek Sokolowski)

Kendati masa depannya belum pasti, Sancho berpeluang mengangkat trofi Eropa untuk musim kedua beruntun.

Pada musim 2024/2025, ia ikut membawa Chelsea menjuarai Conference League di bawah asuhan Enzo Maresca.

Sebelum itu, Sancho juga sempat mencapai final Liga Champions bersama Borussia Dortmund, hanya lima bulan setelah meninggalkan MU pada bursa transfer Januari 2024.

Saat menghadapi Real Madrid di Wembley, Sancho tampil sebagai starter dan bermain selama 87 menit meski Dortmund akhirnya kalah 0-2.

Penampilannya sepanjang fase gugur Liga Champions kala itu membantu membuka jalan kembali ke Inggris melalui Chelsea.


Keberuntungan Mengikuti Sancho?

Pemain Borussia Dortmund, Jadon Sancho, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSV Eindhoven pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Signal Iduna Park, Rabu (13/3/2024). (AP Photo/Martin Meissner)

Bersama The Blues musim lalu, Sancho tampil dalam 41 pertandingan dan mencetak lima gol, termasuk dua di Conference League.

Chelsea sejak awal memang diprediksi mampu menjadi juara, dan Sancho cukup sering dimainkan dalam tim pelapis yang tampil di Eropa.

Ia memang sempat diistirahatkan pada fase grup ketika Chelsea banyak memberi kesempatan kepada pemain akademi dan pemain yang tersisih dari skuad utama. Namun, memasuki fase gugur, peran Sancho kembali meningkat.

Aston Villa kini punya peluang besar menutup kiprah mereka di Liga Europa musim ini dengan gelar juara.

Catatan Sancho di kompetisi Eropa bisa menjadi modal penting untuk mencari klub baru musim panas nanti, terlebih jika ada tim yang percaya keberuntungan selalu mengikuti langkahnya di turnamen antarklub Eropa.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait