Alvaro Arbeloa Geram, Pengkhianat di Ruang Ganti Real Madrid Harus Ditemukan

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, geram setelah rahasia ruang ganti jadi konsumsi publik.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Mei 2026, 11:30 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak terlihat menyimpan kemarahan kepada Federico Valverde maupun Aurelien Tchouameni setelah keduanya terlibat perkelahian seusai latihan pada Kamis lalu.

Arbeloa justru memuji sikap kedua pemain yang dinilai tetap profesional setelah insiden tersebut.

Advertisement

Namun, mantan bek Madrid itu melontarkan kritik keras kepada sosok yang membocorkan kejadian di ruang ganti hingga akhirnya tersebar ke media hanya beberapa jam setelah insiden terjadi.

Pekan lalu, Arbeloa sebenarnya sudah menyinggung pentingnya menjaga kerahasiaan ruang ganti saat menanggapi rumor hubungannya dengan Dani Ceballos yang disebut memburuk. Menurutnya, apa pun yang terjadi di internal tim, seharusnya tidak keluar ke publik.

"Saya pernah punya rekan setim yang mengambil tongkat golf lalu memukul pemain lain memakai benda itu," kata Arbeloa.

"Apa yang terjadi di ruang ganti Real Madrid seharusnya tetap berada di ruang ganti Real Madrid. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya. Situasi seperti ini selalu ada, tetapi saya juga tidak sedang membenarkannya," imbuhnya.

 


Pengkhianatan Klub

Pemain Real Madrid, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni menyaksikan pemain Mallorca, Vedat Muriqi mencetak gol dalam pertandingan La Liga 2024/2025, Senin (19/8/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Francisco Ubilla)

Arbeloa menegaskan insiden Valverde dan Tchouameni hanyalah kejadian sesaat yang membesar karena cedera yang dialami gelandang asal Uruguay tersebut.

"Itu cuma sebuah insiden, dan kami sedang kurang beruntung karena Fede mengalami luka sobek. Itu lebih karena nasib buruk dibanding apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sudah saling meminta maaf, dan sekarang kami harus fokus ke pertandingan," ungkapnya.

Arbeloa kemudian menyebut kebocoran informasi dari ruang ganti sebagai bentuk pengkhianatan terhadap klub.

"Saya ulangi lagi, membocorkan hal-hal yang terjadi di ruang ganti menurut saya adalah bentuk pengkhianatan dan ketidaksetiaan terhadap lambang klub ini," ujarnya.

 


Penyebar Informasi

7. Antonio Rudiger yang merupakan pemain anyar Real Madrid diharapkan mampu menguatkan barisan pertahanan usai ditinggal Raphael Varane ke MU. Penampilan fantastisnya bersama Chelsea musim lalu membuat Real Madrid rela memberikan gaji per pekan kepada Rudiger sebesar 360 ribu Euro atau setara 5,5 miliar rupiah. (AFP/Getty Images/Thearon W. Henderson)

Meski begitu, Arbeloa mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang menyebarkan informasi tersebut ke media.

"Tidak, saya tidak bekerja untuk CIA dan saya tidak menuduh pemain. Ada banyak orang yang terlibat di Real Madrid. Apa yang terjadi dengan para pemain saya, akan tetap menjadi urusan mereka dan saya. Kami harus memberi contoh," ucapnya.

Media-media Madrid sebelumnya melaporkan bahwa pihak klub mulai memburu sosok yang diduga menjadi "mata-mata" di balik bocornya berbagai persoalan internal tim.

Selain keributan Valverde dan Tchouameni, perselisihan antara Alvaro Carreras dan Antonio Rudiger juga ikut mencuat ke publik dalam beberapa hari terakhir. Di saat yang sama, ketidakpuasan terhadap Kylian Mbappe juga ramai diberitakan media Spanyol.

Kini, ruang ganti Madrid disebut memiliki satu tujuan bersama: menemukan siapa pembocor rahasia internal klub.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait