Iran Tetap ke Piala Dunia 2026, tetapi Minta FIFA dan Tuan Rumah Beri Jaminan

Iran Tegaskan tetap ke Piala Dunia 2026, tetapi lontarkan sejumlah kekhawatiran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 10 Mei 2026, 11:45 WIB
Para pemain dan tim teknis Iran merayakan kemenangan setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Bola.com, Jakarta - Federasi sepak bola Iran (FFIRI) memastikan timnas mereka tetap akan tampil di Piala Dunia 2026.

Namun, FFIRI juga meminta tuan rumah turnamen, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, memperhatikan sejumlah kekhawatiran terkait perjalanan tim serta perlakuan terhadap delegasi Iran selama kompetisi berlangsung.

Advertisement

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan seluruh pemain dan staf pelatih harus mendapat akses visa tanpa hambatan, terutama mereka yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Semua pemain dan staf teknis, terutama mereka yang menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam, harus mendapatkan visa tanpa masalah," ujar Taj seperti dikutip media Iran.


Sejumlah Syarat

Timnas sepak bola Iran berpose untuk foto bersama sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia Grup A antara Iran dan Uzbekistan, pada 25 Maret 2025 di Teheran. (AFP)

Timnas Iran datang ke Piala Dunia 2026 dalam situasi politik yang sensitif. Iran saat ini berada dalam gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat setelah perang pecah בעקבות serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

Warga Iran juga masih terkena kebijakan larangan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita pemerintah, IRNA, Taj mengatakan Iran telah menyampaikan sejumlah syarat terkait partisipasi di Piala Dunia 2026. Syarat itu mencakup jaminan visa, keamanan, hingga perlakuan terhadap pemain dan ofisial Iran selama turnamen.

Menurut Taj, Iran akan tetap tampil di Piala Dunia "tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan prinsip" yang mereka pegang.


Permintaan Iran

Iran menyusul Jepang untuk tampil di pesta akbar sepakbola tersebut. Iran mendapatkan tiket lolos itu setelah berimbang 2-2 kontra Uzbekistan di Azadi Stadium, Selasa (25/3/2025) malam WIB. Iran memang cuma butuh satu poin untuk lolos. (AFP)

Pernyataan tersebut muncul setelah otoritas Kanada bulan lalu menolak izin masuk Mehdi Taj menjelang Kongres FIFA.

Penolakan itu disebut berkaitan dengan hubungan Taj di masa lalu dengan Garda Revolusi Iran, organisasi yang oleh Amerika Serikat dan Kanada dimasukkan daftar teroris.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Taj juga meminta FIFA memastikan simbol-simbol nasional Iran dihormati selama Piala Dunia berlangsung, termasuk bendera negara dan lagu kebangsaan mereka.

Masalah visa bagi individu yang pernah menjalani wajib militer di Garda Revolusi Iran sebelumnya memang sudah menjadi perhatian berbagai pihak.


Mehdi Taremi dan IRGC

Pemain depan Inter Milan asal Iran bernomor punggung 99, Mehdi Taremi, merayakan gol bersama pemain depan Inter Milan asal Argentina bernomor punggung 10, Lautaro Martinez, setelah mencetak gol keempat bagi timnya dalam pertandingan Liga Champions antara Inter Milan dan Red Star Belgrade (Crvena zvezda) di stadion San Siro di Milan, Rabu dini hari WIB (2/10/2024). (Gabriel BOUYS/AFP)

Situasi itu berpotensi memengaruhi satu di antara pemain kunci Iran, Mehdi Taremi. Kapten Timnas  Iran tersebut diketahui pernah menjalani wajib militer di Garda Revolusi.

Di Iran, peserta wajib militer memang bisa ditempatkan di kepolisian, militer reguler, maupun Garda Revolusi secara acak.

Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Mereka akan memulai perjalanan di Piala Dunia dengan menghadapi Selandia Baru di Inglewood, wilayah dekat Los Angeles.

Iran lolos ke empat edisi Piala Dunia secara beruntun dan sudah tujuh kali tampil sepanjang sejarah. Meski begitu, mereka belum pernah melewati fase grup. Saat ini Iran menempati peringkat ke-21 dunia dan hanya sekali kalah sepanjang kualifikasi zona Asia.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait