Manchester United Lolos ke Liga Champions, Michael Carrick Malah Dihadapkan Banyak PR

Manchester United memang sudah memastikan tiket Liga Champions musim depan, tetapi hasil imbang tanpa gol melawan Sunderland justru memperlihatkan banyak kelemahan dalam kedalaman skuad Michael Carrick.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 11 Mei 2026, 14:30 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberi selamat kepada gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, setelah pertandingan Liga Inggris antara Sunderland dan Manchester United di Stadion of Light di Sunderland, timur laut Inggris, pada 9 Mei 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester United memang sudah memastikan tiket Liga Champions musim depan setelah menang dramatis 3-2 atas Liverpool. Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Sunderland justru membuka banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

Bermain di Stadium of Light, skuad rotasi Manchester United tampil jauh dari kata meyakinkan. Tim asuhan Michael Carrick kesulitan menunjukkan agresivitas maupun akurasi permainan yang selama ini menjadi ciri khas mereka dalam beberapa laga terakhir.

Advertisement

Sebelum pertandingan, suasana di sekitar klub sebenarnya sedang dipenuhi optimisme. Mulai dari peluang Carrick dipermanenkan sebagai pelatih utama, potensi Bruno Fernandes mengejar rekor assist Premier League, hingga kemungkinan pemain muda akademi mendapat menit bermain.

Namun, hasil melawan Sunderland justru memunculkan pertanyaan baru. Apakah skuad Manchester United saat ini cukup kuat untuk bersaing di Liga Champions musim depan? Area mana saja yang masih harus diperkuat? Dan bagaimana Carrick menjaga fokus pemain setelah target utama musim ini tercapai lebih cepat?

 


Manchester United Tumpul dan Sulit Keluar dari Tekanan

Hasil imbang 0-0 membuat Manchester United kukuh di peringkat ketiga dengan raihan 65 poin. (AFP/Andy Buchanan)

Manchester United hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Di sisi lain, kiper Senne Lammens harus bekerja keras untuk menggagalkan peluang dari Brian Brobbey dan Noah Sadiki.

Carrick mengakui timnya memang mengalami laga yang sulit menghadapi tekanan Sunderland.

“Ini pertandingan yang sulit. Kredit untuk Sunderland, kami tahu laga ini akan berat sejak awal,” ujar Carrick.

“Kami harus berjuang keras dalam beberapa momen. Ini memang bukan performa terbaik kami, tetapi bisa membawa pulang hasil ketika tidak bermain maksimal juga merupakan karakter yang sedang kami bangun,” lanjutnya.

Rotasi besar yang dilakukan Carrick menjadi salah satu faktor menurunnya performa tim. Absennya Benjamin Sesko dan Casemiro karena cedera membuat Carrick melakukan lima perubahan dari tim yang sebelumnya mengalahkan Liverpool.

Mason Mount dan Joshua Zirkzee mendapat kesempatan langka sebagai starter di Premier League. Namun, keduanya gagal memanfaatkan peluang tersebut dengan maksimal.

Mount memang cukup rapi dalam distribusi bola bersama Kobbie Mainoo di lini tengah, tetapi mereka tidak memiliki agresivitas dan dominasi seperti yang biasa diberikan Casemiro.

Sementara itu, tekanan tinggi Sunderland membuat Manchester United kesulitan keluar dari area pertahanan sendiri hampir sepanjang satu jam pertama pertandingan.

 


Carrick Tegaskan Pemain Tidak Kehilangan Motivasi

Bek Manchester United, Noussair Mazraoui, menghalau bola tembakan dari gelandang Sunderland, Chemsdine Talbi, dalam laga pekan 36 Premier League 2025/2026 di Stadium of Light, Sabtu (9/5/2026). (ANDY BUCHANAN / AFP)

Permainan Manchester United juga dinilai kurang cocok saat mencoba memainkan bola-bola panjang. Pergerakan pemain seperti Matheus Cunha kerap tidak mendapatkan suplai umpan yang tepat karena lini tengah gagal mengalirkan bola dengan cepat dan akurat.

Situasi tersebut semakin memperlihatkan bahwa kedalaman skuad Manchester United masih belum cukup ideal untuk bersaing di empat kompetisi musim depan.

Kebutuhan mencari pengganti Casemiro pun kembali menjadi sorotan. Manchester United disebut membutuhkan gelandang bertahan yang cerdas secara posisi, kuat dalam duel, atletis, memiliki distribusi bola bagus, serta dominan di udara.

Di lini depan, penampilan Zirkzee juga kembali menuai kritik. Penyerang asal Belanda itu dinilai terlalu lambat dan gagal menyatu dengan ritme permainan tim.

Carrick sendiri menolak anggapan bahwa para pemain mulai kehilangan fokus setelah tiket Liga Champions berhasil diamankan.

“Kalau kami tidak punya mentalitas dan motivasi yang bagus, kami pasti kalah hari ini,” kata Carrick.

“Sunderland bermain sangat baik dalam beberapa momen dan membuat kami bekerja keras.”

“Kami punya kebanggaan terhadap diri sendiri, terhadap rekan satu tim, dan terhadap tanggung jawab bermain untuk klub sebesar ini.”

“Motivasi dan fokus bukan masalahnya. Entah kami bermain luar biasa atau menghadapi pertandingan yang lebih sulit seperti hari ini, rasa puas diri itu tidak akan memengaruhi kami sama sekali,” tegas Carrick.

Manchester United memang belum “liburan lebih cepat”, tetapi performa melawan Sunderland menjadi pengingat bahwa masih banyak kekurangan yang harus dibenahi jika ingin benar-benar bersaing memperebutkan trofi musim depan.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait