Bola.com, Jakarta - Bintang muda Timnas Indonesia U-20, Welber Jardim, mulai merasakan perkembangan besar dalam kariernya bersama Sao Paulo. Pemain kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 25 April 2007 itu kini tak hanya tampil untuk tim U-20, tetapi juga mendapat kesempatan merasakan atmosfer skuad senior klub raksasa Brasil tersebut.
Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga bagi Welber. Sebab, tim senior Sao Paulo dihuni sejumlah nama besar yang pernah berkiprah di Eropa seperti Oscar, eks Chelsea, Lucas Moura yang pernah membela Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur, hingga bek Timnas Ekuador, Robert Arboleda.
Dalam perbincangan di kanal YouTube tvOnenewscom, Welber Jardim mengaku bersyukur bisa mendapat kepercayaan untuk berlatih dan bermain bersama tim profesional Sao Paulo. Menurutnya, pengalaman tersebut memberi banyak pelajaran penting untuk perkembangan kariernya.
"Tahun ini saya bermain bersama Sao Paulo U-20. Tapi saya juga berlatih bersama tim profesional Sao Paulo," ujar Welber Jardim.
Pemain keturunan Indonesia-Brasil itu menyebut dirinya sudah mengumpulkan sekitar 500 menit bermain bersama tim U-20 musim ini. Namun, yang paling berkesan baginya justru kesempatan beradaptasi dengan lingkungan tim senior.
"Saya sudah bermain selama 500 menit. Itu sekitar 10 pertandingan dengan tim U-20. Tapi tahun ini, lebih banyak pengalaman dengan tim profesional. Mereka itu bikin transisi dari tim U-20 ke tim profesional," lanjutnya.
Belajar Langsung dari Oscar dan Lucas Moura
Ayah Welber, Elisangelo Jardim, mengungkapkan putranya benar-benar menikmati proses belajar bersama para pemain senior Sao Paulo yang sarat pengalaman di level tertinggi sepak bola dunia.
"Jadi tahun ini lebih banyak ikut dengan tim profesional. Di tim profesional Sao Paulo ada pemain seperti Oscar, Lucas Moura yang pernah bermain di Tottenham Hotspur, Robert Arboleda, dan banyak pemain yang ikut Piala Dunia. Jadi Welber Jardim cukup banyak pengalamannya dengan pemain-pemain itu semua," kata Elisangelo Jardim.
Welber pun mengaku banyak mendapatkan dukungan langsung dari para pemain senior tersebut. Ia merasa para pemain berpengalaman di Sao Paulo sangat terbuka dalam membantu pemain muda berkembang.
"Banyak sekali. Bisa belajar sedikit-sedikit sama mereka. Di setiap latihan mereka memberikan masukan, berbicara sama saya. Mereka terus memberikan support kepada saya. Kasih motivasi juga," tutur Welber.
Futsal Jadi Fondasi Talenta Brasil
Dalam kesempatan yang sama, Elisangelo Jardim juga menjelaskan mengapa Brasil seolah tidak pernah kehabisan talenta sepak bola berbakat. Menurutnya, budaya sepak bola di Negeri Samba sudah tertanam sejak anak-anak masih sangat kecil.
Ia menyebut sebagian besar pemain Brasil memulai perjalanan dari futsal sebelum bertransisi ke sepak bola lapangan. Selain itu, kompetisi usia dini di Brasil juga sudah berjalan sangat serius sejak level bawah.
"Di Brasil ada banyak tempat orang miskin. Jadi itu, sepak bola, satu kebangsaan dari Brasil. Jadi satu hak untuk kamu mendapat makanan dan itu sejak semua anak baru lahir. Mereka bisa main bola di jalanan, di tempat futsal, di sekolah," ujar Elisangelo.
"Sepak bola olahraga pertama di Brasil. Mereka sudah bermain dari usia tiga tahun. Di sini sudah ada sekolah sepak bola dengan usia tiga tahun sudah mulai. Usai enam tahun sudah ada kompetisi resmi seperti klub besar Palmeiras, Sao Paulo, Flamengo."
Menurut Elisangelo, sistem pembinaan seperti itu membuat kemampuan teknik pemain Brasil berkembang sangat cepat sejak usia dini. Ia juga mencontohkan sejumlah pemain terkenal yang memiliki latar belakang futsal sebelum bersinar di sepak bola profesional.
"Usia 10 tahun sudah mulai transisi futsal dengan lapangan. Itu yang bisa bikin perkembangan pemain dengan skil. Mereka main di futsal dan setelah itu mereka bikin komposisinya untuk transisi."
"Terus seperti pemain yang main di Chelsea sekarang, Steven, Oscar, Welber, João Pedro, mereka datang dari futsal. Di usia 10 tahun mereka mulai transisi dan di usia 14 tahun mereka berhenti futsal dan mulai full ke lapangan sepak bola," tutupnya.