4 Warisan Eks Manajer MU yang Wajib Dilanjutkan Michael Carrick: Trofi, Menangkan Big Match, hingga Tradisi Klub

Michael Carrick harus mempelajari karakter empat eks manajer Manchester United ini, terutama dari sisi yang positif.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 16 Mei 2026, 09:45 WIB
Michael Carrick, manajer Manchester United. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - Manchester United dilaporkan semakin dekat menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih permanen baru mereka.

Menurut laporan Daily Mirror, manajemen MU telah menyiapkan kontrak awal berdurasi dua tahun untuk Carrick setelah performa impresifnya sejak datang sebagai pelatih interim pada Januari 2026. Di bawah arahannya, Setan Merah berhasil bangkit dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan dengan hanya menelan dua kekalahan dari 15 pertandingan.

Advertisement

Keputusan ini disebut telah mendapat lampu hijau dari pemilik klub, Jim Ratcliffe, setelah mendapat rekomendasi dari CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox.

Carrick juga diperkirakan akan mempertahankan staf kepelatihannya, termasuk Steve Holland, Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion. Kombinasi staf tersebut dinilai menghadirkan suasana positif di Carrington dan membantu perubahan besar performa tim.

Carrick harus mempelajari karakter empat eks manajer MU ini, terutama dari sisi yang positif.


Hubungan Baik dengan Media seperti Ruben Amorim

Manajer Manchester United, Ruben Amorim. (AFP)

Ruben Amorim dinilai berhasil menjaga hubungan positif dengan media meski menghadapi periode sulit bersama Setan Merah.

Secara statistik, pelatih asal Portugal tersebut bahkan disebut sebagai salah satu manajer dengan catatan terburuk yang pernah menghuni kursi pelatih Old Trafford di era modern. Beberapa hasil negatif yang diraih MU di bawah kepemimpinannya mencatat rekor yang tidak diinginkan.

Salah satunya adalah ketika Manchester United harus mengakhiri musim di posisi ke-15 klasemen liga, pencapaian yang dianggap sangat mengecewakan untuk klub sebesar MU. Selain itu, Amorim juga sempat mengalami lima kekalahan hanya dalam satu bulan pada Desember 2024.

Meski begitu, banyak pihak menilai Amorim mendapat perlakuan yang relatif lebih ringan dibanding beberapa pendahulunya. Cara komunikasinya dengan media dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat tekanan terhadap dirinya tidak sebesar yang dialami pelatih-pelatih sebelumnya.

Amorim dikenal cukup terbuka saat menghadapi konferensi pers dan mampu menjaga hubungan baik dengan jurnalis di tengah situasi sulit. Pendekatan tersebut membuat kritik terhadap dirinya tidak berkembang terlalu agresif meski performa tim kerap mengecewakan.


Pastikan Trofi seperti Ten Hag

Pelatih Manchester United atau MU Erik ten Hag dan anggota tim berpose dengan trofi juara Carabao Cup 2022/2023 usai kalahkan Newcastle United pada partai final di Stadion Wembley, Senin dini hari WIB (27/2/2023). Ini adalah gelar pertama buat sang manajer Setan Merah Erik ten Hag. (AP Photo/Alastair Grant)

Erik ten Hag mampu bertahan lebih lama di Manchester United berkat keberhasilannya mempersembahkan trofi.

Keberhasilan memenangkan Piala FA 2024 membuat MU mengubah rencana pemecatan menjadi pemberian kontrak baru untuk Ten Hag. Sebelumnya, ia juga sukses membawa Setan Merah menjuarai Carabao Cup dan mengakhiri puasa trofi selama enam tahun.

Terlepas dari hasil buruk dari pekan ke pekan, memenangkan trofi terbukti mampu membeli waktu dan menciptakan kesan bahwa tim sedang bergerak ke arah yang benar.

Jadi, buat Carrick, pastikan meraih trofi untuk menjaga kepercayaan klub dan suporter.


Pegang Teguh Tadisi klub dan Kesempatan untuk Pemain Akademi seperti Solskjaer

Karakter Ole Gunnar Solskjaer yang dikenal dekat dengan pemain menjadi pertimbangan utama dirinya masuk dalam radar pelatih pengganti Thomas Tuchel di Bayern Munchen. Ia diharapkan mampu menjalin hubungan baik dengan para pemain Bayern Munchen. Selain itu, ia juga memiliki hubungan yang dekat dengan Direktur Olahraga Bayern Munchen saat ini, Christoph Freund. (AFP/Ian Kington)

Ole Gunnar Solskjaer sukses mendapat dukungan besar dari fans karena memahami tradisi dan identitas Manchester United. Sebagai mantan pemain yang pernah membawa MU juara Liga Champions, Solskjaer tahu betul nilai besar klub tersebut.

Ia juga memberi banyak kesempatan kepada pemain akademi, sesuatu yang sangat dihargai suporter. Selain itu, Solskjaer kerap menegaskan pentingnya menjaga budaya dan kebesaran Manchester United, berbeda dengan beberapa pelatih lain yang justru meremehkannya.

 


Menangkan Laga Besar seperti Mourinho

Hubungan manajer Manchester United, Jose Mourinho, dan Paul Pogba dikabarkan mulai renggang. (AFP/Ian Kington)

Jose Mourinho dikenal mampu memenangkan laga-laga besar selama menangani Manchester United. Meski masa kepelatihannya dinilai naik turun, Mourinho kerap berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Chelsea, Manchester City, hingga Liverpool asuhan Jürgen Klopp.

Kemenangan di pertandingan besar memberi kesan bahwa sebuah tim mampu bersaing dengan yang terbaik dan menjadi hal yang selalu diingat suporter. Mourinho juga sukses membawa MU melewati beberapa laga semifinal penting.

Michael Carrick dinilai sudah menunjukkan tanda positif karena mampu mengalahkan rival-rival papan atas, namun konsistensi tetap menjadi kunci.

Jadi, Carrick harus memenangkan laga besar untuk membangun kepercayaan dan mental juara tim.

Sumber: Mirror

Berita Terkait