Bola.com, Jakarta - Ajax Amsterdam yang diperkuat pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes menjalani musim 2025/2026 dengan kurang memuaskan. Tim penuh tradisi ini dipastikan tanpa gelar, dan terancam gagal menembus zona Liga Champions.
Sampai pertandingan ke-32, Ajax masih bercokol di urutan kelima dengan 55 poin, tertinggal tiga angka dari FC Twente untuk posisi lolos Liga Champions. Dengan sisa satu pertandingan, membuat mereka cukup sulit mengejar target itu.
Kemungkinan besar, Ajax hanya akan finis di posisi keempat untuk bermain di Liga Europa, atau di peringkat kelima dan akan bersaing di jalur playoff memperebutkan tiket Liga Europa.
Situasi ini menambah puasa gelar bagi Ajax yang terakhir kali mengangkat trofi Eredivisie pada musim 2021/2022. Atau meraih trofi juara Piala Liga Belanda (KNVB) pada musim sebelumnya.
Tren Minor
Ajax menjalani musim ini dengan inkonsisten. Mereka lebih banyak meraih hasil imbang dengan jumlah 13 kali, dibandingkan jumlah kemenangan sebanyak 14 kali, dan enam kali merasakan kekalahan.
Dalam lima laga terkini, Ajax menelan dua kekalahan, satu kali draw, dan dua kali menang. Maarten Paes dan kawan-kawan dipecundangi Utrecht dengan skor 1-2 akhir pekan lalu.
Kini menatap laga terakhir musim ini dengan bertandang ke markas Heerenveen, Minggu (17/5/2026) malam.
Pelatih interim Ajax, Óscar García masih menaruh keyakinan timnya bakal lebih cerah di musim depan. Ia optimistis bahwa Ajax akan melakukan perubahan besar untuk bangkit di musim mendatang.
"Saya yakin Ajax akan kembali menjadi juara musim depan," kata García seperti dikutip dari ESPN Nederland.
Berkembang
Oscar Garcia memastikan skuadnya telah melupakan kekalahan memalukan dari Utrecht akhir pekan lalu. Tidak ada cara lagi selain mengalahkan Heerenveen.
Di sisi lain, Ajax perlu berharap berharap FC Twente kalah di PSV atau NEC tidak menang melawan Go Ahead Eagles. Hanya dengan begitu mereka bisa menghindari babak play-off untuk lolos ke Liga Europa secara langsung.
"Para pemain puas, karena penampilan mereka bagus, hanya hasilnya yang kurang. Umpan akhir dan tembakan yang tepat kurang tepat melawan Utrecht. Kami pantas mendapatkan lebih banyak dari pertandingan itu, dan para pemain juga mengetahuinya. Inilah cara kami akan mencapai hasil yang lebih baik," tutur pelatih asal Spanyol.
"Di bawah kepemimpinan saya, saya belum pernah melihat satu pun tim yang jauh lebih baik dari kami. Kami telah bermain melawan seluruh tiga tim teratas. Kami bermain sangat baik, tetapi beberapa minggu terakhir tidak berjalan baik bagi kami," kata García.
Bukan Kegagalan
Sang pelatih menambahkan Ajax yang dipastikan terlempar dari tiga besar klasemen akhir bukanlah sebagai suatu kegagalan. Ia menaruh respek terhadap Maarten Paes dan kolega, bahwa masih ada kegigihan untuk mengejar tiket di kompetisi Eropa.
"Musim ini hanya akan menjadi kegagalan jika kami finis di urutan kesembilan atau lebih rendah, karena itulah posisi Ajax sebelum saya datang ke sini. Beberapa data menunjukkan kami akan finis di urutan kesembilan. Jadi saya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal. Apakah saya gagal atau tidak, itu tidak penting bagi saya," ujarnya.
"Tanpa bermaksud mengkritik siapa pun. Di beberapa posisi kami memiliki empat pemain, dan di posisi lain kami tidak memiliki satu pun pemain yang dapat bermain di posisi tersebut. Begitulah adanya. Tetapi jelas bahwa mengubah hal itu tidak mudah."
"Musim depan, semua orang akan memulai lagi dari nol poin. Saya rasa bukan keajaiban jika kami menjadi juara. Saya hanya percaya pada kerja keras dan rencananya," tandas Oscar Garcia.
Sumber: ESPN Nederland