I.League Pastikan Kuota Legiun Asing Super League Musim Depan Tetap 11, tapi Hapus Aturan Pemain U-23 Main Starter 45 Menit

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan bahwa berdasarkan keputusan PSSI, regulasi pemain asing untuk Super League 2026/2027 masih tetap sama.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 18 Mei 2026, 09:30 WIB
Para pemain Persib Bandung merayakan gol yang dicetak oleh Thom Haye ke gawang Malut United dalam laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (6/3/2026) malam WIB. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bola.com, Bekasi - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan bahwa berdasarkan keputusan PSSI, regulasi pemain asing untuk Super League 2026/2027 masih tetap sama.

Setiap klub Super League musim depan diperbolehkan untuk mendaftarkan sebelas pemain asing, dengan sembilan yang masuk line-up dan tujuh berada di atas lapangan.

Advertisement

Aturan itu sama dengan musim ini. Rata-rata peserta BRI Super League 2025/2026 memanfaatkannya dengan memenuhi kuota pemain asingnya.

"Ya sudah disampaikan, saya pikir ini hal yang sudah kami share bersama PSSI bulan lalu," ujar Asep.

"Regulasi untuk musim yang akan datang, tidak ada perubahan," jelasnya.


Penjelasan Asep Saputra

Selebrasi Arlyansyah Abdulmanan (kiri) bersama Dony Tri Pamungkas (kanan) usai berhasil mencetak gol ke gawang Persijap Jepara pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026) sore WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Namun, Asep menjelaskan bahwa PSSI menghapus regulasi pemain muda untuk Super League musim depan.

Aturan minimal satu pemain muda harus bermain sebagai starter selama satu babak yang diterapkan pada musim ini, tidak akan digunakan lagi musim depan.

"Hanya ada perubahan dalam regulasi U-23, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up selama 45 menit," tutur Asep.


Menampung Aspirasi Kontestan

Asep mengungkapkan bahwa dalam kebijakan meniadakan aturan pemain U-23, PSSI dan pihaknya menampung aspirasi dari kontestan BRI Super League musim ini.

"Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi yang sesuai dengan apa namanya yang punya kompetensi, yang juga punya kepentingan di sana," ucap Asep.

"Jadi sebetulnya proses dan itu kemarin sudah kami presentasikan di depan. Tapi sekali lagi, itu adalah apa yang sudah kita bicarakan, seperti apa, detail."

"Resminya, itu RUU bahasanya. Kalau undang-undangnya, regulasinya, sudah keluar untuk teman-teman bisa melihat," ungkap Asep.


Persaingan Musim Ini

Berita Terkait