Bola.com, Jakarta - Marc Marquez memperkirakan masih akan menghadapi kendala fisik saat tampil pada rangkaian MotoGP Jerman di Sachsenring, 10–12 Juli.
Meski begitu, juara bertahan MotoGP itu menilai situasi yang akan dihadapinya berbeda dibanding MotoGP Belanda di Assen.
Dua pekan lalu di Assen, Marquez tampil di bawah performa terbaiknya. Ia finis keenam pada Sprint Race, kemudian menyentuh garis finis di posisi keenam pada balapan utama sebelum dijatuhi penalti karena melanggar batas lintasan di lap terakhir sehingga turun ke peringkat ketujuh.
Selama akhir pekan di Assen, Marquez menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengambil pendekatan yang lebih hati-hati demi mengurangi risiko. Langkah itu dilakukan sambil terus memulihkan kondisi fisiknya setelah menjalani operasi pada Mei usai MotoGP Prancis.
Crash melaporkan, Marquez mengakui kondisinya belum sepenuhnya pulih untuk menghadapi balapan di Sachsenring. Namun, ia meyakini keterbatasan fisiknya tidak akan terlalu berpengaruh di sirkuit tersebut.
Catatan Impresif
Pembalap asal Spanyol itu memiliki catatan impresif di Sachsenring dengan total 12 kemenangan sepanjang kariernya, termasuk sembilan kemenangan di kelas utama.
"Di Assen, kami sudah tahu sejak awal bahwa kami harus bertahan dan berjuang. Namun, kami tetap mampu mengatasi situasi itu dan membawa pulang poin-poin penting untuk kejuaraan," ujar Marquez menjelang MotoGP Jerman.
"Di Sachsenring situasinya berbeda. Dari sisi fisik, saya tentu akan kesulitan, tetapi karakter lintasan ini tidak terlalu menguras tenaga."
"Kami bisa berada dalam persaingan dengan para pe balap tercepat," kata Marquez.
Sachsenring Bukan Sirkuit Favorit
Rekan setim Marquez di Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, mengakui Sachsenring bukan salah satu lintasan favoritnya.
Rider asal Italia itu memang memenangi MotoGP Jerman 2024 setelah Jorge Martin terjatuh saat memimpin balapan pada lap kedua terakhir. Namun, Bagnaia mengatakan hal itu tidak mengubah pandangannya terhadap Sachsenring.
Bagnaia datang ke putaran ke-11 musim ini setelah gagal finis di MotoGP Belanda akibat masalah pada sistem pengereman.
"Akhir pekan di Assen berlangsung sulit dan gagal finis pada balapan hari Minggu benar-benar membuat saya kecewa, terutama mengingat kerja keras yang telah dilakukan bersama tim," kata Bagnaia.
"Sachsenring memang bukan salah satu lintasan favorit saya, tetapi kami menghadapi akhir pekan ini dengan tekad yang besar."
"Meraih hasil bagus akan sangat penting agar kami bisa menutup paruh pertama musim ini dengan cara terbaik sebelum jeda musim panas," tegas juara dunia 2022 dan 2023 itu.
(Arif Anggara Mulya)
Sumber: Crash