Sukses


Kapten Manchester United Jadi Korban Rasial di Dunia Maya

Bola.com, Barcelona - Kapten Manchester United, Ashley Young, dikabarkan menjadi korban rasial di dunia maya. Pelecehan rasial itu diterima Young setelah MU disingkirkan Barcelona dari Liga Champions.

Dalam laga leg kedua perempat final di Camp Nou, Selasa (16/4/2019) malam waktu setempat, Manchester United takluk 0-3 dari Barcelona. Ketiga gol The Red Devils disarangkan Lionel Messi pada menit ke-16 dan 20', serta Philippe Coutinho menit ke-61.

Dengan hasil tersebut, MU gagal lolos ke semifinal Liga Champions karena kalah agregat 0-4 dari Los Cules. Pada pertemuan pertama di Old Trafford, 10 April 2019, Manchester United menyerah 0-1 dari Blaugrana.

Selepas pertandingan di markas Barcelona tersebut, Ashley Young mendapat cemoohan dari warganet. Bek asal Inggris tersebut dianggap melakukan blunder, sehingga Messi berhasil mencetak gol pertama El Barca.

Akan tetapi, ejakan yang diterima Young lewat Twitter tersebut mengarah kepada pelecehan rasial. Hal itu diutarakan oleh organisasi kesetaraan di sepak bola, Kick it Out.

"Namun, pemain berkulit hitam lain, kali ini Ashley Young, menjadi sasaran pelecehan rasial di media sosial setelah pertandingan Liga Champions malam ini," tulis Kick it Out di akun Twitter @kickitout.

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

 

2 dari 2 halaman

Manchester United Bersikap Tegas

Sementara itu, Manchester United bakal melakukan penyelidikan terkait pelecehan rasial yang diterima oleh Ashley Young. MU akan mengambil sikap tegas kepada oknum suporter yang bersikap tidak layak tersebut.

"Manchester United benar-benar mengutuk komentar rasial di media sosial yang diposting saat pertandingan Liga Champions," bunyi pernyataan resmi Manchester United.

"Kami berupaya mengidentifikasi individu yang terlibat, dan kami akan mengambil tindakan sekuat mungkin yang kami bisa lakukan terhadap mereka."

"Tidak ada tempat untuk rasial dalam permainan kami, atau dalam masyarakat secara keseluruhan, dan kami berkomitmen untuk bekerja untuk membuat sepak bola bebas dari semua bentuk diskriminasi," lanjut pernyataan dari The Red Devils.

Sumber: Sky Sports

Video Populer

Foto Populer