Prediksi Juventus Vs Galatasaray di Liga Champions: Misi Nyaris Mustahil Nyonya Tua

Juventus berbeban berat. Harus menang dengan keunggulan agregat tiga gol untuk bisa lolos ke 16 besar Liga Champions.

Bola.com, Jakarta - Raksasa Italia, Juventus, menghadapi misi yang nyaris mustahil saat menjamu Galatasaray di Turin, Kamis (26-2-2026) dini hari WIB.

Kekalahan telak 2-5 pada leg pertama di Istanbul pekan lalu membuat wakil Serie A itu membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Dengan keunggulan agregat tiga gol, tim tamu lebih difavoritkan melangkah mulus ke fase gugur berikutnya.

Sempat muncul harapan bagi pendukung Juventus ketika Teun Koopmeiners mencetak dua gol untuk membalikkan ketertinggalan awal pada leg pertama lalu di Turki. Namun, optimisme itu tak bertahan lama. Pada babak kedua yang berjalan timpang, Nyonya Tua runtuh di bawah tekanan tuan rumah.

Penampilan buruk Juan Cabal yang masuk sebagai pemain pengganti berujung kartu merah, sementara pemain pinjaman dari Napoli, Noa Lang, mencetak dua gol untuk membawa Galatasaray unggul jauh.

Itu menjadi kali kedua Juventus kebobolan lima gol atau lebih dalam kompetisi UEFA, dan yang pertama sejak mereka dihajar tujuh gol oleh Wiener Sport-Club pada Piala Eropa 1958-59.

Secara statistik, peluang Juventus pun amat tipis. Dari 49 kasus di mana sebuah tim kalah dengan selisih minimal tiga gol pada leg pertama Liga Champions, hanya empat yang mampu membalikkan keadaan dan lolos ke babak berikutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Klub Besar dalam Krisis

Sebagai dua kali juara Eropa, Juventus kini justru sedang dilanda krisis. Sebelum kekalahan di Istanbul, mereka lebih dulu tumbang dalam Derby d'Italia melawan Inter Milan, lalu sekarang, kembali tersandung saat menghadapi Como.

Rekor kandang tak terkalahkan mereka di Serie A, yang bertahan sejak musim lalu, akhirnya terhenti akhir pekan lalu setelah kalah 0-2 di Turin. Raihan 46 poin sejauh ini, terpaut empat angka dari zona Liga Champions, menjadi yang terburuk pada tahap musim ini sejak 2011.

Hal ini berarti, laga Serie A kontra Roma yang berada di posisi keempat akhir pekan nanti juga sarat kepentingan.

Namun, sebelum itu, pasukan Luciano Spalletti harus berusaha menyelamatkan harga diri dengan mengalahkan Galatasaray, sesuatu yang belum pernah mereka lakukan dalam 22 tahun terakhir.

Sejauh ini, Galatasaray hanya kalah sekali dari tujuh pertemuan melawan Juventus. Kemenangan pekan lalu bahkan menyamai margin kemenangan terbesar mereka di Liga Champions.

Percaya Diri, tapi Tak Tanpa Celah

Kemenangan telak tersebut juga menjadi laga ke-200 Galatasaray di Piala Eropa, sekaligus membuka jalan menuju fase gugur pertama mereka sejak 2014.

Secara historis, klub Turki itu selalu lolos dalam 11 duel dua leg UEFA ketika memenangi leg pertama dengan selisih tiga gol atau lebih.

Anak asuh Okan Buruk bahkan mulai membayangkan potensi duel babak 16 besar melawan Liverpool atau Tottenham Hotspur.

Di kompetisi domestik, Galatasaray juga berada di jalur mempertahankan gelar Super Lig untuk keempat kalinya secara beruntun. Namun, mereka sempat lengah akhir pekan lalu.

Empat hari setelah menundukkan Juventus, mereka justru kalah mengejutkan 0-2 dari Konyaspor, tim yang sebelumnya tak menang dalam 12 laga liga.

Kendati memiliki lini depan tajam yang dihuni Victor Osimhen, Mauro Icardi, dan sejumlah nama lain, kekalahan tandang tersebut menunjukkan adanya celah yang bisa dimanfaatkan Juventus.

Catatan historis pun memberi sedikit harapan bagi tuan rumah. Dalam beberapa dekade terakhir, Galatasaray kalah dalam 71 persen laga tandang mereka di Liga Champions. Dari 13 partai tandang terakhir, mereka menelan sembilan kekalahan dan hanya sekali menang.

Harus Menyerang Total

Juventus tak punya pilihan selain tampil agresif sejak menit pertama. Namun pendekatan itu berisiko, terlebih mereka sudah kebobolan 15 gol dalam lima pertandingan terakhir.

Galatasaray memang lebih rapuh saat bermain di luar kandang, tetapi kedalaman dan ketajaman lini serang mereka diperkirakan cukup untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya.

Prakiraan Susunan Pemain

Juventus (3-4-2-1): Perin; Gatti, Bremer, Kelly; McKennie, Locatelli, Thuram, Kostic; Conceicao, Yildiz; David

Pelatih: Luciano Spalletti

Galatasaray (4-1-3-2): Cakir; Sallai, Bardakci, Sanchez, Jakobs; Torreira, Sara; Yilmaz, Akgun, Lang; Osimhen

Pelatih: Okan Buruk

 

Prediksi Bola.com: Juventus 55 - 45 Galatasaray

26 Februari 20

03.00 WIB

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer