Kematangan Inter Jadi Sorotan, Cristian Chivu Ulas Kunci Menang Telak atas AS Roma

Kemenangan telak 5-2 Inter Milan atas AS Roma bukan sekadar hasil biasa. Laga ini menjadi pernyataan tegas Nerazzurri setelah sempat terseok sebelum jeda internasional.

Bola.com, Jakarta - Kemenangan telak 5-2 Inter Milan atas AS Roma bukan sekadar hasil biasa. Laga ini menjadi pernyataan tegas Nerazzurri setelah sempat terseok sebelum jeda internasional.

Inter tampil luar biasa, terutama di babak kedua. Setelah hanya meraih dua poin dari tiga laga sebelumnya, tim asuhan Cristian Chivu menunjukkan respons yang sangat impresif di hadapan publik Giuseppe Meazza.

Kembalinya Lautaro Martinez juga menjadi faktor penting. Sang kapten langsung memberi dampak besar dengan mencetak dua gol usai pulih dari cedera betis yang membuatnya absen sejak Februari.

Tak hanya Lautaro, kontribusi juga datang dari Hakan Calhanoglu, Marcus Thuram, dan Nicolo Barella yang masing-masing turut mencatatkan nama di papan skor.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kunci Perubahan: Mentalitas dan Keberanian

Menurut Cristian Chivu, perbedaan terbesar terjadi saat turun minum. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat di awal babak kedua.

“Kami meminta pemain untuk langsung tampil dengan pendekatan yang benar setelah jeda, untuk menghabisi pertandingan dan mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.

Chivu menilai timnya menunjukkan tanda-tanda kedewasaan yang semakin berkembang.

“Pada laga-laga sebelumnya kami sempat goyah, mencoba mempertahankan hasil dan itu tidak seharusnya dilakukan,” katanya.

“Di babak kedua ini, kami bermain dengan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan benar-benar membunuh permainan,” lanjutnya.

 

Adaptasi Taktik Jadi Pembeda

Chivu juga menjelaskan bagaimana timnya melakukan penyesuaian taktik untuk meredam permainan Roma.

Menurutnya, tidak mudah menekan Roma karena pergerakan dinamis mereka, terutama dari sisi sayap.

“Kami sedikit khawatir bola akan lebih sering mengarah ke Donyel Malen, sehingga Calhanoglu bermain lebih dalam dan kesulitan menutup Pisilli yang mengatur tempo,” jelasnya.

Namun, perubahan strategi di babak kedua membuat Inter tampil lebih efektif.

“Kami menunjukkan lebih banyak keberanian, memutus garis permainan mereka, mengalirkan bola lebih cepat, dan mendorong playmaker kami bermain lebih maju,” tambah Chivu.

Ia juga menekankan pentingnya intensitas dalam duel perebutan bola.

“Kami meningkatkan tempo, lebih banyak sprint, dan itu membuat perbedaan besar,” katanya.

 

Dukungan untuk Bastoni dan Kritik untuk Sepak Bola Italia

Selain performa di lapangan, ada momen emosional saat Alessandro Bastoni mendapat standing ovation dari suporter Inter.

Dukungan tersebut terasa spesial mengingat Bastoni sebelumnya mendapat tekanan besar usai penampilannya di laga play-off Piala Dunia bersama Italia.

Menanggapi situasi tersebut, Chivu menyoroti masalah yang lebih luas dalam sepak bola Italia.

“Saya tidak punya tongkat ajaib untuk memperbaiki semuanya, tetapi kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi di sepak bola,” tegasnya.

Ia menyebut semua elemen, mulai dari pelatih, pemain, jurnalis, hingga media sosial, memiliki peran dalam menciptakan atmosfer negatif.

“Kita harus ingat bahwa sepak bola adalah permainan yang indah, dicintai oleh anak-anak dan para penggemar sejati, bukan mereka yang hanya ingin menghina,” pungkasnya.

Kemenangan besar ini tidak hanya mengangkat moral Inter, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka kembali ke jalur yang tepat dalam perburuan gelar musim ini.

Persaingan di Liga Italia

Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer