Sepp Blatter Kritik Rencana Gianni Infantino Jual Kepemilikan Piala Dunia, Warganet: Ingat Masa Lalumu!

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengkritik rencana Gianni Infantino jual kepemilikan Piala Dunia, warganet ungkit masa lalunya.

Bola.com, Jakarta - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, kembali menjadi sorotan setelah mengkritik hubungan Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Namun, komentarnya justru memunculkan kembali rekam jejaknya selama memimpin FIFA.

Laporan The Times mengungkap bahwa FIFA sedang menyiapkan rencana menjual sebagian kepemilikan terkait Piala Dunia. Infantino disebut menjadi tokoh utama di balik proyek tersebut.

FIFA dikabarkan akan bekerja sama dengan JPMorgan untuk menghimpun dana sebesar 4,2 miliar dolar AS dari investor swasta.

Dalam skema tersebut, akan dibentuk entitas komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui entitas ini, 211 asosiasi anggota FIFA akan memperoleh kepemilikan saham yang dapat diperjualbelikan.

Rencana tersebut memicu gelombang penolakan. UEFA bahkan menilai Infantino telah melewati batas.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Blatter Kritik Infantino

Negara-negara anggota UEFA telah menggelar pertemuan darurat untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan itu berpotensi berujung pada boikot terhadap Piala Dunia apabila Infantino tidak mengubah rencananya.

Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, juga mengecam langkah FIFA dan menuding badan sepak bola dunia itu telah menjual sepak bola.

Pemerintahan Donald Trump dilaporkan turut dihubungi FIFA terkait potensi kesepakatan tersebut. Trump diketahui memiliki hubungan dekat dengan Infantino setelah Amerika Serikat menjadi satu di antara tuan rumah Piala Dunia 2026.

Blatter menyampaikan kritik melalui akun X miliknya.

"Hubungan dekat antara Presiden FIFA dan Presiden Amerika Serikat kini telah memasuki dimensi finansial yang sangat merusak sepak bola. Tidak seorang pun berhak menjual olahraga kita," tulis Blatter.

Tuai Sindiran di Media Sosial

Komentar Blatter justru memancing reaksi sinis dari banyak pengguna media sosial yang menyinggung masa lalunya saat memimpin FIFA.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, ikut menanggapi dengan mengunggah GIF Donald Trump yang sedang menunjuk ke arah kamera.

Sejumlah penggemar juga melontarkan kritik. Give Me Sport menghimpun, satu di antaranya menulis, Blatter tidak pantas berbicara mengenai korupsi karena dinilai lebih buruk daripada Infantino.

Pengguna lain menyebut Blatter, mantan Presiden FIFA yang pernah memimpin organisasi itu selama 17 tahun dan dijatuhi sanksi etik, kini justru tampil seolah menjadi otoritas moral dalam isu korupsi sepak bola.

Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada Februari 2016 untuk menggantikan Blatter.

Rencana penjualan sebagian kepemilikan terkait Piala Dunia menjadi kontroversi terbaru yang melibatkan pemimpin FIFA tersebut, yang disebut-sebut berpotensi memperoleh keuntungan jutaan dolar dari kesepakatan itu.

Penyebab Blatter Lengser dari FIFA

Masa jabatan Blatter sebagai Presiden FIFA berakhir setelah penyelidikan kasus korupsi yang mencakup dugaan suap pada Mei 2015. Dalam kasus tersebut, tujuh pejabat tinggi FIFA ditangkap dan didakwa menerima suap lebih dari 150 juta dolar AS.

Otoritas Swiss menggerebek Hotel Baur au Lac di Zurich pada 27 Mei 2015 berdasarkan dakwaan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Penyelidikan itu berfokus pada hak siar, hak komersial, proses pemungutan suara tuan rumah turnamen besar, serta penunjukan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dua hari setelah penangkapan tersebut, Blatter kembali terpilih sebagai Presiden FIFA. Namun, tekanan dari sponsor utama, UEFA, serta ancaman proses hukum membuatnya akhirnya mengumumkan pengunduran diri.

Penyelidik kemudian membuka penyidikan pidana dan menemukan dugaan pembayaran sebesar 2 juta dolar AS dari Blatter kepada Presiden UEFA saat itu, Michel Platini, pada 2011.

Kasus tersebut membuat Komite Etik FIFA menjatuhkan larangan berkegiatan di sepak bola selama delapan tahun kepada Blatter dan Platini. Keduanya juga langsung kehilangan seluruh kewenangan eksekutif di FIFA.

Kendati telah dua kali dibebaskan dari tuduhan penipuan pidana oleh pengadilan sipil Swiss, sanksi larangan yang dijatuhkan FIFA terhadap keduanya tetap berlaku.

 

Sumber: Give Me Sport

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer